TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Rangkaian Mangkunegaran Run 2026 dimulai dengan kegiatan Mangkunegaran MakaN-MakaN 2026.
Acara ini digelar Jumat-Minggu (1-3/5/2026) dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, khusus hari Minggu buka mulai pukul 06.00 WIB.
Event tahunan ini diawali dengan prosesi kirab para penari dan abdi dalem yang membawa ratusan apem.
Barisan penari dan abdi dalem berjalan pelan dari Pura Mangkunegaran menuju panggung yang berada di Gedung Kavalerie-Artillerie untuk melakukan tarian Umbul Donga.
Tari Umbul Donga melambangkan permohonan doa untuk kesejahteraan dan ketenangan yang menggabungkan gerak tari tradisional dengan elemen ritual doa.
Acara ini dibuka langsung oleh Pengageng Kawedanan Panti Budaya Mangkunegaran, K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo, ditandai dengan pembagian ratusan apem, dengan 10 rasa yang berbeda kepada para pengunjung.
Adapun 10 rasa apem tersebut dari mulai rasa original, kopi, nanas, gula Jawa, pandan, teh, cokelat, keju, pisang dan kelapa.
Prosesi pembagian apem, makanan tradisional Jawa tersebut merupakan rangkaian yang bernama Boga Samromo, dilakukan rutin dalam di Mangkunegaran tiap hari Sabtu Pon serta di sejumlah acara-acara tertentu lainnya.
“Itu maknanya berbagi kepada sesama dan berbagi berkah. Apam yang dibagikan ada 10 rasa yang berbeda ini adalah salah satu bentuk dari Culture Future, masa lampau, tradisi yang kami bawa untuk lebih berkembang seperti sekarang dengan berbagai rasa disesuaikan dengan perkembangan saat ini,” jelas K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo pada Jumat (1/5/2026) dalam rilis yang diterima Tribun Jogja.
Mangkunegaran MakaN-MakaN 2026 dimeriahkan dengan lebih dari 100-an tenant kuliner.
Acara ini sebagai bagian puncak rangkaian perayaan hari berdirinya Kadipaten Mangkunegaran ke-269 (Adeging Mangkunegaran 269).
Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari ini berlokasi di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo.
Melalui Mangkunegaran MakaN-MakaN yang mengusung konsep Culture Future tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga mengajak pengunjung dan masyarakat menjadi agen pelestari budaya melalui interaksi sejarah dan kuliner.
"Tenant yang ada di acara makan-makan ini, sebagian besar tentu UMKM Solo dan ada tenant makanan dari para abdi dalem Mangkunegaran. Serta ada ada beberapa yang memang sudah dikenal di Solo yang penggemarnya banyak, nanti bisa datang untuk mencicipi langsung. Makan tradisional yang disajikan ada beberapa, salah satunya ada satai dari Blora, ada nasi liwet dari Solo dan makanan lainnya," papar jelas K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo.
Sementara itu, Div Head Strategic Marketing & Communications Permata Bank Glenn Ranti, sangat mendukung gelaran Mangkunegaran MakaN-MakaN 2026 dan akan selalu mendukung acara tersebut.
“Kami melihat bahwa UMKM sangat menarik, oleh sebab itu kami ingin meningkatkan kinerja dari UMKM di Kota Solo. Kami juga melihat adanya peningkatan yang luar biasa pada tahun ini, ada lebih dari 100 tenant,” kata Glenn Ranti.
Didampingi Co-Founder & COO Katadata Indonesia, Ade Wahyudi dan Permata Bank, Div Head Strategic Marketing & Communications Permata Bank Glenn Ranti, K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo yang biasa disapa Gusti Sura, berkeliling meninjau langsung tenant-tenant sambil berinteraksi dengan para UMKM.
Baca juga: Bawas MA Turun Gunung Selidiki Keteribatan Hakim di Kasus Little Aresha Daycare
Pusat Kebudayaan Adaptif
Festival yang menyediakan lebih dari 100-an tenant kuliner nusantara yang merupakan wujud nyata dari visi Mangkunegaran untuk menjadi pusat kebudayaan adaptif namun tetap memegang teguh akar sejarah.
Dalam festival tersebut, disajikan berbagai ragam kuliner dari mulai kuliner abdi dalem antara lain, Tahu Petis Keprabon, Gendar Pecel, Sosis Gajahan, Jamu Tradisional dan Jenang Bu Nik. Sedangkan untuk Kuliner Legendaris ada Getuk Trio, Tahu Kupat Sido Mampir, Bebek Goreng Pak Slamet dan Rawon Penjara.
Selain itu juga ada Dawet Telasih Bu Dermi Pasar Gede, Sate Kambing Bu Hj Bedjo, Sate Ayam Ponogoro, Tengkleng Bu Edi, Leker Gajahan, Serabi Notosuma dan Sate Kere dan ada pula kuliner pilihan dari mulai Siomay Es Pisang Ijo, aneka dimsumdan teh tarik.
Salah satu pengunjung, Kusumawati, mengatakan acara makan-makan di Mangkunegaraan memiliki daya tarik tersendiri.
"Tidak cuma lengkap tapi juga menu-menunya berkelas kalau menurut saya. Ada juga menu-menu khas yang mungkin jarang ditemui di daerah lain," kata dia.
Menurutnya ragam menu kuliner yang disajikan beragam, mulai dari makanan kekinian sampai makanan khas.
"Minuman juga banyak macam. Harganya ya standar sih, normal sesuai dengan suasananya yang enak nyaman, ada musik ada games ada booth-booth banyak apalagi barengan dengan acara Mangkunegaran Run yang seru," katanya yang juga akan mengikuti Mangkunegaran Run tersebut.
Pagelaran Seni
Untuk menghibur para pengunjung MMNN sambil menikmati berbagai kuliner, disajikan pagelaran seni, budaya dan workshop mulai pukul 15.00 WIB-21.00 WIB. Menampilkan Gelar Budaya dari Panti Budaya Mangkunegara, mulai dari worskhop, pertunjukan live musik antara lain, Agus Bento (Iwan Fals Cover), Rerezhico Plus (Koesplus Cover) Soloensis, Angklung Perempuan Indonesia, Solo Safari Fire Dance hingga aksi Sparko Solo.
Event Mangkunegaran MakaN-MakaN 2026 merupakan acara pendukung Mangkunegaran Run.
Mangkunegaran Run 2026 akan digelar pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan itu menjadi puncak dari peringatan hari jadi berdirinya Praja Mangkunegaran yang ke-269 atau Adeging 269.
Tahun ini, Mangkunegaran Run berhasil mengukuhkan diri sebagai event lari tersukses di Kota Solo dengan partisipasi sebanyak 7.750 peserta.
Co-Founder & COO Katadata Indonesia, Ade Wahyudi, menyatakan Mangkunegaran Run 2026 berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman lari yang berbeda melalui konsep cultural run yang memadukan olahraga dengan kekuatan seni dan budaya.
Dia menekankan ajang ini tidak hanya sekadar perlombaan lari, tetapi menjadi panggung bagi kekayaan tradisi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat di sepanjang jalur lari.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan para pelari, yang tahun ini mencapai 7.750 peserta, merasakan atmosfer unik yang hanya bisa ditemukan di Pura Mangkunegaran,” ujarnya. (*)