TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Suasana duka menyelimuti pemakaman dr Myta Aprilia Azmy yang berlangsung di Tempat Pemakaman Umum Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Di bawah rindangnya pepohonan, puluhan pelayat memadati area pemakaman, mengiringi prosesi peristirahatan terakhir almarhumah dengan khidmat.
Sebagian besar pelayat mengenakan pakaian bernuansa hitam dan putih.
Mereka berdiri mengelilingi liang lahat, sementara karangan bunga berwarna merah dan putih tampak mencolok di sisi pusara sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Sejumlah pelayat terlihat menundukkan kepala, memanjatkan doa, sementara lainnya tak kuasa menahan kesedihan.
Di sekitar makam, beberapa keluarga dan kerabat duduk bersimpuh.
Ada yang membaca doa dengan suara lirih, ada pula yang terdiam menatap pusara yang baru saja ditutup tanah dan ditaburi bunga.
Momen kehilangan terasa begitu nyata, tergambar dari wajah-wajah murung para pelayat yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.
Keluarga besar almarhumah tampak larut dalam duka.
dr Pebri Mahardika, yang merupakan keluarga almarhumah, menyampaikan bahwa kepergian dr Myta menjadi kehilangan besar bagi keluarga.
“Kami masih dalam duka yang sangat mendalam. Myta ini adalah harapan keluarga, tumpuan bagi orang tuanya. Apalagi sebentar lagi ia akan menyelesaikan program internship dan menjadi dokter umum,” ujarnya dengan suara tertahan, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, almarhumah selama ini menjalani program dokter internship dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Kabupaten Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, dan hampir menyelesaikan masa tugasnya yang dijadwalkan berakhir pada Agustus 2026.
“Ia sudah hampir satu tahun menjalani internship. Tinggal beberapa bulan lagi selesai,” katanya.
Baca juga: Penjelasan RSMH Soal Penyebab Meninggalnya dr Myta Aprilia yang Viral Dipaksa Kerja Saat Sakit
Baca juga: Momen dr. Myta Pernah Koas di RSUD Sekayu Sebelum Tugas di RSUD KH Arif Daud dan Meninggal
Sebelum meninggal dunia, dr Myta sempat menjalani perawatan di Kuala Tungkal dan kemudian dirujuk ke rumah sakit di Provinsi Jambi.
Kondisinya sempat menunjukkan perbaikan, meski belum dipastikan apakah sudah diperbolehkan pulang.
Namun, setelah kembali ke Palembang, kondisi almarhumah kembali menurun hingga akhirnya dirawat di ruang ICU RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang selama kurang lebih tiga hari.
dr Myta Aprilia Azmy dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 11.20 WIB di ruang ICU RSMH Palembang.
"Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan sejawat yang mengenalnya sebagai sosok yang berdedikasi dan penuh harapan," pungkasny.
Almarhumah merupakan putri dari pasangan Khadriatul Azmi dan Okta Yusri, SKM., M.M, yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Mekakau Ilir, OKU Selatan.
Di mata keluarga, dr Myta bukan hanya anak, tetapi juga sosok yang diharapkan dapat membawa kebanggaan dan pengabdian bagi masyarakat melalui profesinya sebagai dokter.
Di tengah isak tangis yang tertahan dan doa-doa yang dipanjatkan, suasana pemakaman siang itu terasa sunyi dan penuh kehilangan.
Kepergian dr Myta meninggalkan jejak duka yang mendalam, sekaligus kenangan tentang cita-cita yang hampir tergapai.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com