Hardiknas 2026 di Beamese Manggarai, Pendidik Tagih Pemerataan Infrastruktur dan Kesejahteraan Guru
Hilarius Ninu May 02, 2026 02:47 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di wilayah timur Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi momentum refleksi kritis bagi para pendidik di daerah pelosok.

Upacara yang digelar di Lapangan Paroki St. Antonius Padua Ri'i, Desa Beamese, Sabtu (2/5/2026) ini, dihadiri ratusan siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Berdasarkan pantauan, peserta upacara terdiri dari SMA Negeri 3 Cibal, SMP Negeri 2 Cibal, SDK Rii, SDI Lando, SDI Perak, hingga tingkat TK/PAUD setempat.

Baca juga: Rayakan Hardiknas, SMAS Katolik St John Paul II Maumere Perkuat Karakter dan Wadah Prestasi Pelajar

Pemerataan Kualitas Pendidikan

Albertus Cangkung, guru dari SMA Negeri 3 Cibal, menekankan pentingnya aspirasi pendidikan dari pusat yang menyentuh akar rumput di Manggarai.

Menurutnya, ada tiga pilar utama yang harus segera dibenahi pemerintah untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan.

"Pertama, infrastruktur gedung sekolah, laboratorium, dan perpustakaan yang layak di pelosok. Kedua, akses digital melalui jaringan internet dan listrik yang stabil," ujar Albertus kepada media, Sabtu.

Pilar ketiga yang tak kalah krusial adalah kesejahteraan guru, terutama bagi para guru honorer di tingkat sekolah.

"Kesejahteraan guru adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mencerdaskan bangsa. Pendidikan modern seharusnya bukan lagi sekadar impian bagi siswa di pelosok, tapi standar nyata," tegasnya.

Baca juga: Siswi SMP Negeri 2 Bajawa Kejar Mimpi Masuk Timnas Futsal Putri U-16, Ingin Banggakan Keluarga

Pendidikan adalah Jalan Sukses

Sementara itu, Koordinator Pendidik Kecamatan Cibal, Silvester Kare, yang bertindak sebagai pembina upacara, mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif dalam menimba ilmu.

Ia mengingatkan bahwa di tengah segala keterbatasan yang ada, pendidikan tetap menjadi instrumen utama untuk mengubah nasib.

"Jalan terbaik menuju kesuksesan adalah melalui pendidikan. Hardiknas adalah pengingat bagi anak-anak untuk terus berproses secara aktif," kata Silvester.

Persemai Benih Kebudayaan

Senada dengan Albert, Maxi Lela, guru SMAN 3 Cibal ini menyoroti bahwa esensi pendidikan tidak boleh hanya terjebak pada penguasaan teori dan ilmu pengetahuan semata.

Mengutip pemikiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara, Maxi menyebut sekolah adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan.

"Benih itu adalah sikap dan keterampilan yang dibawa siswa dari lingkungan keluarga. Di lembaga pendidikan, benih tersebut diinternalisasikan bersama pengetahuan," jelas Maxi.

Ia berharap pendidikan di Manggarai dapat digerakkan secara berkesinambungan melalui tiga aspek utama: sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Perayaan Hardiknas di Desa Beamese ini ditutup dengan harapan agar kesenjangan fasilitas antara sekolah di kota besar dan daerah terpencil seperti Cibal dapat segera terkikis melalui kebijakan yang lebih inklusif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.