SRIPOKU.COM - Nama H. Sudirman, S.Sos., M.Si., bukan sosok asing bagi warga Kota Palembang, khususnya di wilayah Ilir Timur II, Kalidoni, dan Plaju.
Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini dikenal sebagai politisi yang tenang namun sarat akan pengalaman birokrasi dan legislatif.
Kabar kepergiannya pada Sabtu (2/5/2026) dini hari di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) menyisakan duka mendalam bagi rekan sejawat dan konstituennya.
Baca juga: Pemprov Sumsel Mediasi Penutupan Wisata Gunung Dempo Pagar Alam, Pemkot dan PTPN Harus Duduk Bersama
Sudirman merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi di parlemen.
Sebelum menjabat sebagai anggota DPRD periode 2024-2029, ia telah membuktikan kapasitasnya sebagai unsur pimpinan dengan menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Palembang periode 2019-2024.
Kepercayaan masyarakat yang besar di Dapil 3 membawanya kembali duduk di kursi legislatif untuk periode kedua.
Di lingkungan DPRD, ia dikenal sebagai sosok yang menguasai materi kebijakan publik, selaras dengan gelar Magister Sains (M.Si) yang disandangnya.
Bukan hanya di meja rapat, sosok Sudirman juga dikenal kerap turun langsung ke lapangan.
Namanya sempat mencuat saat ia aktif membagikan sembako dan mengedukasi masyarakat terkait pencegahan Covid-19 saat pandemi melanda.
Ia seolah tak berjarak dengan warga di wilayah Bukit Sangkal dan sekitarnya.
Dalam peta politik regional, Sudirman adalah kader militan PAN.
Ia dikenal sangat optimistis dengan kemajuan partai di bawah kepemimpinan Joncik Muhammad di tingkat Sumatera Selatan.
Meninggal di usia 51 tahun, Sudirman dinilai sedang berada di masa produktif untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Kota Palembang.
Kepergiannya yang mendadak sekitar pukul 03.30 WIB ini membuat banyak pihak merasa kehilangan figur "abang" sekaligus guru politik yang santun.
Kini, rumah duka di Jl. Tanjung Sari II, Kelurahan Bukit Sangkal, dipenuhi karangan bunga dan pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sang legislator yang telah menunaikan amanahnya.