Siswa SMP dan SD di Aimere Ngada Peringati Hardiknas dari Halaman Kampung Adat Paukate
Hilarius Ninu May 02, 2026 03:45 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Ratusan pelajar SD dan SMP di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan suasana berbeda. 

Upacara peringatan digelar di tengah nuansa tradisional Kampung Adat Paukate, Desa Keligejo, Sabtu (2/5/2026).

Asisten II Setda Ngada Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Nicolaus Noywuli, yang bertindak sebagai pembina upacara, menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik.

"Kita harus memastikan anak-anak kita belajar dengan bahagia. Mereka harus dipastikan mendapatkan akses pendidikan. Jangan sampai ada yang menangis karena mengalami hambatan dalam meraih cita-cita," ujar Nicolaus saat membacakan amanat Bupati Ngada.

Baca juga: Pembaca Kompas Salurkan Bantuan Buku hingga Perlengkapan Olahraga Bagi Siswa SD di Ngada NTT

Mengembalikan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Dalam pidatonya, Nicolaus mengajak seluruh tenaga pendidik untuk merefleksikan kembali ajaran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Ia menyebutkan bahwa sistem "Among" yang terdiri dari Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pembinaan) harus menjadi fondasi utama di sekolah.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan untuk mencerdaskan otak, melainkan proses memanusiakan manusia dan membangun watak peradaban bangsa.

"Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah atau potensi alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia," tambahnya.

Baca juga: Peduli Pendidikan Anak Pelosok, Komunitas Peduli Negeri Salurkan Buku untuk Siswa SD di Ngada

Sekolah Bebas Kekerasan

Pemerintah Kabupaten Ngada juga memberikan perhatian serius terhadap isu keamanan di lingkungan sekolah. Nicolaus menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman, serta bersih dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.

Ia secara khusus berpesan kepada para siswa agar berani bersuara jika mengalami atau melihat tindakan tidak terpuji di lingkungan sekolah.

"Anak-anakku, kalau ada tindakan yang tidak baik di sekolah, jangan ragu untuk melaporkan," tegas Nicolaus.

Panggung Ekspresi Siswa

Setelah upacara bendera yang berlangsung khidmat, kegiatan dilanjutkan dengan panggung ekspresi. Para siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Aimere menampilkan beragam pertunjukan seni dan edukasi.

Acara tersebut ditutup dengan penyerahan hadiah dan penghargaan bagi sekolah serta pelajar berprestasi, sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi insan pendidikan di pelosok Ngada.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.