May Day di Jakarta Kondusif, Komrad Pancasila Apresiasi Langkah Aparat Antisipasi Perusuh
Wahyu Septiana May 02, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Komrad Pancasila mengapresiasi pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Jakarta yang berlangsung aman dan kondusif.

Di Jakarta, ada dua titik perayaan May Day yakni di kawasan Monas yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan di DPR RI pada Jumat (1/5/2026) siang.

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari soliditas lintas lembaga, mulai dari Polri, TNI hingga pemerintah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan peringatan May Day berjalan damai, tertib, serta tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami mengapresiasi Kapolda Metro Jaya dan seluruh jajaran yang telah menunjukkan kepemimpinan pengamanan yang humanis, terukur, tetapi tetap tegas,” ujar Antony Sabtu (2/5/2026).

Ia menilai pendekatan persuasif yang diterapkan aparat, disertai ketegasan terhadap pihak yang diduga hendak memicu kerusuhan, mencerminkan kehadiran negara dalam menjaga ruang demokrasi.

Selain itu, Antony juga menyoroti langkah aparat dalam mengamankan sejumlah orang yang diduga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan sebagai upaya preventif.

“Demokrasi harus memberi ruang bagi aspirasi buruh, namun juga menuntut tanggung jawab.

PENYIRAMAN AIR KERAS - Koordinator Komrad Pancasila, Antony Yudha, mendorong pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA
PENYIRAMAN AIR KERAS - Koordinator Komrad Pancasila, Antony Yudha,  (TribunJakarta/Elga Hikari Putra)

Ketika ada potensi gangguan, aparat wajib bertindak untuk melindungi masyarakat dan peserta aksi damai,” katanya.

Komrad Pancasila menilai, pengamanan May Day tahun ini menunjukkan paradigma keamanan yang humanis, solid, dan tegas dalam penegakan hukum.

Antony menambahkan, keberhasilan ini juga mencerminkan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah pusat maupun daerah dalam menjaga stabilitas sosial.

“Soliditas ini menjadi kunci agar demokrasi tetap berjalan tanpa kehilangan ketertiban,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membedakan antara aksi buruh yang konstitusional dengan tindakan provokatif yang berpotensi mencederai perjuangan buruh itu sendiri.

Menurut Antony, mayoritas buruh menyampaikan aspirasi secara damai dan membawa tuntutan kesejahteraan yang patut dihormati.

“Jangan sampai perjuangan buruh dirusak oleh segelintir pihak yang ingin menciptakan kegaduhan,” ujarnya.

Komrad Pancasila pun mendukung langkah aparat dalam menjaga peringatan Hari Buruh tetap aman, tertib, dan bermartabat.

Pulangkan 101 Orang

Jajaran Polda Metro Jaya sempat mengamankan 101 orang yang diduga hendak membuat rusuh saat peringatan May Day.

Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, 101 orang tersebut kini telah dipulangkan.

"101 orang yang semalam dimintai keterangan, kini sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka dijemput keluarga dan dalam pendampingan LBH Jakarta," kata Budi, Sabtu (2/5/2026).

Ribuan massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day mulai memadati kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Ribuan massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day mulai memadati kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Budi memastikan 101 orang yang sempat diamankan pihaknya bukanlah bagian dari serikat buruh.

Berita Lainnya

Baca juga: Perbaikan Jembatan Amblas Ciracas Baru 50 Persen, Target Selesai Sebulan

Baca juga: JADWAL Pekan 31 Super League:Misi Pangkas Jarak Persija di Jepara, Peluang Dekati Persib di Klasemen

Baca juga: Dijemput Orangtua, 101 Penyusup Aksi May Day di Jakarta Kini Telah Dipulangkan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.