Viral Dokter Magang Meninggal di Jambi, Diduga Kerja Berlebihan: Saturasi Oksigen di Bawah 80 Persen
Firmauli Sihaloho May 02, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), dr. Myta Aprilia Azmy, dilaporkan meninggal dunia usai sempat mendapatkan perawatan intensif.

Sebelum wafat, kondisi kesehatannya disebut terus menurun, ditandai dengan kadar saturasi oksigen yang merosot hingga di bawah 80 persen.

Myta diketahui tengah mengikuti program internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Ia sebelumnya sempat dirawat di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026).

Diduga Tetap Bekerja Meski Kondisi Menurun

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) telah lebih dulu mengirim surat kepada Kementerian Kesehatan RI pada 30 April 2026.

Dalam surat tersebut, mereka mengungkap dugaan beratnya beban kerja yang dijalani Myta selama masa internship.

Disebutkan, kondisi kesehatannya sudah menurun sejak Maret 2026, namun ia tetap menjalankan tugas jaga.

“dr. Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” tulis IKA FK Unsri dalam surat kepada Kementerian Kesehatan, dikutip dari Sripoku, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Grab dan GoTo Respon Keputusan Prabowo soal Ojol dapat 92 Persen Pendapatan

Baca juga: Kesaksian Tetangga Korban Perampokan di Pekanbaru, Warga Menangis Kehilangan Dumaris Sosok Dermawan

Selain itu, IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan minimnya supervisi dari dokter pembimbing, keterbatasan fasilitas termasuk kekosongan obat, serta adanya indikasi tekanan agar kondisi tersebut tidak meluas. 

Mereka pun mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap rumah sakit tempat Myta bertugas.

Diduga Bekerja hingga 12 Jam Sehari

Sementara itu, Pengurus Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sekaligus Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), dr Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa Myta menjalani internship di RSUD Kuala Tungkal bersama tiga dokter lainnya sejak Agustus tahun lalu. 

Seharusnya, masa penugasan Myta akan berakhir dalam tiga bulan ke depan.

Meski begitu, Myta diduga menjalani jam kerja yang melebihi ketentuan selama masa magang. 

Myta disebut bekerja hingga 12 jam per hari di instalasi gawat darurat. Hal ini tidak sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan bahwa jam kerja dokter internship, yakni 40–48 jam per minggu.

Itu artinya, jam kerja dokter magang hanya delapan jam per hari selama 12 bulan masa penugasan.

Menurut Ahmad, durasi kerja tersebut bahkan bisa bertambah apabila penanganan pasien belum selesai saat pergantian shift sehingga menyebabkan kelelahan berkepanjangan.

”Kalau ada pasien yang belum beres penanganannya, jam kerjanya bakal diperpanjang. Padahal, mestinya penanganan itu bisa dioper ke dokter jaga berikutnya,” kata Ahmad, dikutip dari Kompas.id, Sabtu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.