Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Kabupaten Cirebon kini sedang siaga campak.
Tercatat empat kecamatan di Kabupaten Cirebon kini sudah berada dalam kondisi ‘siaga satu’ menghadapi lonjakan kasus campak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) pun mengungkap peningkatan kasus yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Empat kecamatan yang ditetapkan sebagai zona KLB tersebut yakni Mundu, Sumber, Ciwaringin dan Greged.
Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi cepat menyusul tingginya angka kasus di wilayah-wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan bahwa meski status KLB belum berlaku untuk seluruh wilayah, penanganan serius tetap difokuskan pada daerah dengan lonjakan tertinggi.
Sebagai langkah konkret, Dinkes telah menggencarkan vaksinasi massal melalui program catch up campaign (CUC) yang menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan.
Baca juga: Puluhan Anak Serentak Positif Campak, Dinkes Cimahi Ungkap Penyebabnya
Program ini bertujuan mengejar ketertinggalan imunisasi dasar yang belum terpenuhi sebelumnya.
Hasilnya cukup menggembirakan. Capaian vaksinasi CUC di Kabupaten Cirebon mencapai 95 persen, angka yang dinilai mampu memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity) di tengah masyarakat.
Tak berhenti di situ, Dinkes juga menyiapkan program lanjutan berupa Outbreak Response Immunization (ORI) yang akan menyasar kelompok usia lebih luas, mulai dari 9 bulan hingga 13 tahun.
“Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan optimal. ORI ini menjadi langkah lanjutan agar penularan bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujar Eni, Sabtu (2/5/2026).
Kondisi Campak di Empat Kecamatan Zona KLB
Berdasarkan data hingga minggu ke-15 tahun 2026, jumlah kasus di empat kecamatan zona KLB menunjukkan variasi.
Kecamatan Greged dan Ciwaringin mencatat angka suspek tertinggi, masing-masing 33 kasus.
Dari jumlah tersebut, Greged memiliki 7 kasus terkonfirmasi positif, sementara Ciwaringin mencatat 9 kasus positif.
Di Kecamatan Mundu terdapat 29 kasus suspek dengan 2 kasus positif.
Baca juga: Rahasia Persib Menang Ada di Ruang Ganti, Ucapan WHU yang Sedang Sakit Bangkitkan Motivasi Pemain
Sementara Kecamatan Sumber mencatat 24 kasus suspek dengan 5 kasus positif.
Meski terjadi peningkatan kasus, Eni memastikan, hingga saat ini belum ada laporan kematian akibat campak di wilayah Kabupaten Cirebon.
Selain empat kecamatan tersebut, tujuh kecamatan lain juga akan menjalankan program ORI sebagai langkah antisipasi.
Kebijakan ini diambil mengingat tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah serta capaian imunisasi campak-rubella (MR) dalam lima tahun terakhir yang masih berada di bawah angka ideal, yakni rata-rata kurang dari 80 persen.
Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyebaran campak jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Dinkes pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya wabah.
“Dengan langkah vaksinasi masif dan pengawasan ketat, kami berharap penyebaran campak di Kabupaten Cirebon dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi KLB yang lebih luas,” jelas dia. (*)