PMII Jabar Deklarasikan Dasasila Pergerakan untuk Kedamaian dan Keadilan Global
Siti Fatimah May 02, 2026 05:32 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat secara resmi melaksanakan pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Barat pada  Mei 2026 di GOR Saparua, Kota Bandung.

Rusli Hermawan, Ketua PKC PMII Jawa Barat mengatakan pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi momentum ideologis yang menegaskan arah pergerakan di tengah perubahan zaman.

Pelantikan ini sekaligus menyalakan kembali The Spirit of Bandung.

Menurut Rusli, Bandung bukan sekadar kota, INI adalah keberanian untuk tidak tunduk.

Pada 1955, di Gedung Merdeka, dua puluh sembilan negara Asia–Afrika berbicara tanpa bayang kolonial dan melahirkan The Spirit of Bandung: kemerdekaan, kesetaraan, solidaritas.

Sila Bandung menegaskan prinsipnya menolak dominasi, intervensi, dan penindasan. Itu bukan sekadar peristiwa, tapi deklarasi ideologis dunia yang ingin berdiri setara.

DASASILA Pergerakan -  PMII Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ketua Rusli Hermawan merumuskan dan mendeklarasikan sebuah dokumen ideologis: DASASILA PERGERAKAN, yang secara resmi diserahkan kepada Ketua Umum PB PMII sebagai kontribusi pemikiran dari Jawa Barat untuk gerakan nasional dan dunia.
DASASILA Pergerakan - PMII Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ketua Rusli Hermawan merumuskan dan mendeklarasikan sebuah dokumen ideologis: DASASILA PERGERAKAN, yang secara resmi diserahkan kepada Ketua Umum PB PMII sebagai kontribusi pemikiran dari Jawa Barat untuk gerakan nasional dan dunia. (Tribun Jabar/Dok PMII Jabar)

"Hari ini, semangat itu menemukan relevansinya kembali. Ketika dominasi hadir dalam wajah baru—melalui ekonomi global yang timpang, hegemoni teknologi dan data, serta narasi demokrasi yang manipulatif maka Spirit of Bandung bukan nostalgia, melainkan kompas moral dan politik untuk membaca serta melawan ketidakadilan zaman.
 kata Rusli Hermawan.

Dalam konteks tersebut, PKC PMII Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ketua Rusli Hermawan merumuskan dan mendeklarasikan sebuah dokumen ideologis: DASASILA PERGERAKAN, yang secara resmi diserahkan kepada Ketua Umum PB PMII sebagai kontribusi pemikiran dari Jawa Barat untuk gerakan nasional dan dunia.

Mengusung semangat:

Dasasila Pergerakan merupakan kristalisasi nilai dan arah gerakan PMII Jawa Barat menegaskan posisi bahwa PMII tidak hanya hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai subjek sejarah yang berpihak pada kemanusiaan, keadilan global, dan kedaulatan bangsa.

DASASILA PERGERAKAN

1. KEMANUSIAAN ADALAH DASAR TERTINGGI PERGERAKAN DAN SETIAP TATANAN NASIONAL MAUPUN GLOBAL HARUS DIUKUR DARI KEMAMPUANNYA MELINDUNGI MARTABAT MANUSIA.

2. KEDAULATAN BANGSA ADALAH SYARAT UTAMA KEADILAN DAN KARENA ITU SEGALA BENTUK PENGUASAAN ATAS WILAYAH, SUMBER DAYA, DAN KEBIJAKAN GLOBAL DAN NASIONAL YANG EKSPLOITATIF HARUS DITOLAK.

3. SETIAP BANGSA MEMILIKI KEDUDUKAN YANG SETARA DAN TIDAK BOLEH ADA BANGSA BESAR YANG MERASA BERHAK MENENTUKAN NASIB BANGSA LAIN.

4. PERGERAKAN MENOLAK INTERVENSI YANG EKPOITATIF DALAM SEGALA BENTUKNYA BAIK YANG DATANG MELALUI SENJATA, UTANG, PASAR, TEKNOLOGI, MAUPUN NARASI DEMOKRASI YANG MANIPULATIF.

5. SETIAP BANGSA BERHAK MENENTUKAN JALAN SEJARAHNYA SENDIRI TANPA DIPAKSA TUNDUK PADA KEPENTINGAN GEOPOLITIK KEKUATAN BESAR.

6. PERSEKUTUAN GLOBAL TIDAK BOLEH MENJADI ALAT HEGEMONI DAN SETIAP BLOK KEKUATAN YANG MENINDAS BANGSA LEMAH HARUS DIKRITIK SECARA MORAL DAN POLITIK.

7. PERANG, AGRESI, DAN PENDUDUKAN ADALAH MUSUH KEMANUSIAAN DAN TIDAK PERNAH DAPAT DIBENARKAN DENGAN DALIH APA PUN.

8. PERDAMAIAN GLOBAL HARUS DIBANGUN DI ATAS KEADILAN GLOBAL BUKAN DI ATAS PENYERAHAN, KETAKUTAN, ATAU KOMPROMI TERHADAP PENINDASAN.

9. SOLIDARITAS GLOBAL ADALAH JALAN SEJARAH BANGSA-BANGSA TERTINDAS UNTUK MELAWAN IMPERIALISME LAMA MAUPUN KOLONIALISME BENTUK BARU.

10. MENEGAKKAN KEDAULATAN EKONOMI NASIONAL BERBASIS PANCASILA DAN PASAL 33 UUD 1945 SEBAGAI FONDASI KETAHANAN BANGSA.

Pelantikan ini menjadi penanda bahwa PMII Jawa Barat mengambil posisi tegas di tengah krisis global.

Dari ruang yang pernah melahirkan keberanian dunia, PMII menegaskan kembali bahwa pergerakan tidak boleh netral terhadap ketidakadilan.

Rusli Hermawan menegaskan bahwa Dasasila Pergerakan bukan sekadar dokumen normatif, tetapi kompas ideologis dan arah praksis gerakan dalam membangun peradaban yang adil, berdaulat, dan bermartabat.

"Dari Bandung, pesan itu kembali ditegaskan, jika dunia tidak memberi ruang yang adil, maka pergerakan harus menciptakannya," tegasya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.