Ketua DPRD Bengkulu Tengah Tinjau Langsung Lokasi Pencarian Remaja Tenggelam dan Gelar Doa Bersama
Hendrik Budiman May 02, 2026 06:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Ketua DPRD Bengkulu Tengah Fepi Suheri turun langsung meninjau lokasi pencarian remaja yang tenggelam di Pantai Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Sabtu (2/5/2026) sore.

Kehadiran pimpinan legislatif tersebut menjadi bentuk perhatian serius terhadap musibah yang menimpa salah satu warga Bengkulu Tengah.

Dalam kunjungannya, Fepi Suheri memastikan proses pencarian korban oleh tim SAR gabungan berjalan maksimal dan terkoordinasi dengan baik.

Di lokasi, ia tampak berdialog dengan sejumlah petugas dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan yang terlibat dalam operasi pencarian.

Ia menanyakan perkembangan terkini serta kendala yang dihadapi di lapangan, termasuk kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi.

Selain melakukan peninjauan, Fepi Suheri juga bersama keluarga korban dan masyarakat sekitar untuk menggelar doa bersama di tepi pantai.

Baca juga: Kronologi 3 Remaja Tenggelam di Pantai Harapan Bengkulu Tengah, 1 Korban Masih Hilang

Doa dipanjatkan dengan harapan korban segera ditemukan, sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menanti dengan penuh kecemasan.

Suasana haru menyelimuti prosesi doa tersebut. Sejumlah warga terlihat menundukkan kepala, sementara keluarga korban tak kuasa menahan kesedihan di tengah penantian yang belum berujung.

Tak hanya itu, Ketua DPRD juga memberikan santunan secara langsung kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan empati atas musibah yang terjadi.

Ia juga menyampaikan dukungan moril agar keluarga tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan ini.

“Kita turut prihatin atas musibah ini. Semoga korban segera ditemukan, dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.

REMAJA TENGGELAM - Tim SAR gabungan saat menurunkan LCR (perahu karet) ke area pantai Desa Harapan untuk mencari remaja yang tenggelam, Sabtu (2/5/2026) siang. Operasi pencarian remaja yang tenggelam di Pantai Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah terus diperluas.
REMAJA TENGGELAM - Tim SAR gabungan saat menurunkan LCR (perahu karet) ke area pantai Desa Harapan untuk mencari remaja yang tenggelam, Sabtu (2/5/2026) siang. Operasi pencarian remaja yang tenggelam di Pantai Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah terus diperluas. (TribunBengkulu.com/Suryadi Jaya)

 
Fepi juga mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan yang sejak hari pertama terus melakukan pencarian tanpa henti.

Ia berharap sinergi antarinstansi dan masyarakat dapat mempercepat proses pencarian.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras. Kita berharap upaya ini segera membuahkan hasil,” tambahnya.

Sementara itu, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat.

Penyisiran dilakukan baik di laut menggunakan perahu karet dan kapal nelayan, maupun di sepanjang garis pantai.

Diketahui, korban merupakan remaja yang tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di Pantai Desa Harapan pada Jumat (1/5/2026) sore. Hingga hari kedua pencarian, korban masih belum ditemukan.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat, khususnya pengunjung pantai, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, mengingat kondisi cuaca dan gelombang laut yang sedang tidak bersahabat.

Keluarga Masih Menanti

Memasuki hari kedua pencarian remaja yang tenggelam di Pantai Harapan, Kabupaten Bengkulu Tengah, keluarga korban masih setia menunggu di bibir pantai.

Di tengah harapan dan kecemasan, orang tua korban terus memantau proses pencarian yang dilakukan tim SAR bersama warga.

Keluarga korban tenggelam di Pantai Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, terus menanti kabar dengan harap-harap cemas. 

Ayah korban Hendrizal mengaku, tidak mengetahui anaknya pergi ke pantai pada hari kejadian, Jumat (1/5/2026). 

“Setahu saya, dia tidak pernah mandi di pantai tanpa izin. Kalau biasanya mau pergi, pasti izin. Tapi kemarin tidak ada sama sekali,” ungkap Hendrizal saat ditemui TribunBengkulu.com di lokasi pencarian, Sabtu (2/5/2026). 

Saat kejadian dirinya tengah berada di belakang rumah untuk menggembala sapi.

Informasi mengenai anaknya tenggelam didapat dari teman korban. 

“Saya lagi ngangon sapi di belakang. Yang kasih tahu kawannya, mereka kan berlima. Sekitar jam setengah enam saya dikabari. Saya langsung pulang dan ke sini,” katanya. 

Sejak menerima kabar tersebut, Hendrizal memilih tetap berada di lokasi dan bahkan menginap demi menunggu perkembangan pencarian. 

“Belum pulang, masih di sini. Semalam juga menginap,” ujarnya lirih.

Di mata keluarga, korban dikenal sebagai anak yang baik dan tidak pernah menunjukkan perilaku menyimpang. 

“Anaknya rajin salat, tidak pernah macam-macam. Kalau main pun jarang, dan pasti pulang. Hari Jumat kemarin dia juga pulang dari masjid,” tambahnya. 

Namun, Hendrizal mengaku sempat mendengar cerita tak biasa dari anaknya sebelum kejadian, yang kini terasa seperti firasat. 

“Ada cerita dia mimpi, beras di rumah itu banyak bunga dan wangi sekali. Tapi kami tidak curiga apa-apa waktu itu,” ucapnya. 

Berdasarkan keterangan teman korban, peristiwa nahas itu terjadi saat mereka berenang di laut sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban disebut berada lebih jauh dari bibir pantai dibanding teman-temannya. 

“Katanya mereka berenang di pinggir, tapi anak saya agak jauh ke tengah. Dua kawannya juga sempat hanyut, tapi bisa diselamatkan,” jelas Hendrizal.

Korban sempat meminta tolong saat terseret ombak, namun upaya penyelamatan tidak berhasil. 

“Dia sempat minta tolong, sempat timbul. Waktu kawannya mau nolong, dia sudah hilang,” tuturnya. 

Hendrizal berharap tim gabungan dapat segera menemukan anaknya, apapun kondisinya.


“Harapan saya cuma satu, bisa ketemu. Sampai tuntas, itu saja,” katanya.
Diketahui, korban merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. 

Dari pantauan TribunBengkulu.com di lokasi, kedua orang tua korban tampak bertahan di pinggir pantai sejak hari pertama kejadian.

Mereka menunggu kabar dengan penuh harap di sebuah tenda sederhana yang terbuat dari terpal. 

Sang ibu terlihat tidak berdaya, lebih banyak terdiam sambil ditemani anggota keluarga lainnya. Sesekali ia menunduk, menahan kesedihan yang mendalam. 

Sementara itu, Hendrizal tampak berusaha tegar. Ia beberapa kali terlihat berbincang dengan keluarga dan warga di sekitar lokasi, meski raut wajahnya tak mampu menyembunyikan kecemasan. 

Suasana haru menyelimuti area pencarian, di tengah upaya tim SAR gabungan yang masih terus berjuang menemukan korban.

Hingga kini, keluarga hanya bisa berharap ada kabar baik dari proses pencarian yang masih berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.