Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Memasuki hari kedua pencarian remaja yang tenggelam di Pantai Harapan, Kabupaten Bengkulu Tengah, keluarga korban masih setia menunggu di bibir pantai.
Di tengah harapan dan kecemasan, orang tua korban terus memantau proses pencarian yang dilakukan tim SAR bersama warga.
Keluarga korban tenggelam di Pantai Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, terus menanti kabar dengan harap-harap cemas.
Ayah korban Hendrizal mengaku, tidak mengetahui anaknya pergi ke pantai pada hari kejadian, Jumat (1/5/2026).
“Setahu saya, dia tidak pernah mandi di pantai tanpa izin. Kalau biasanya mau pergi, pasti izin. Tapi kemarin tidak ada sama sekali,” ungkap Hendrizal saat ditemui TribunBengkulu.com di lokasi pencarian, Sabtu (2/5/2026).
Saat kejadian dirinya tengah berada di belakang rumah untuk menggembala sapi.
Informasi mengenai anaknya tenggelam didapat dari teman korban.
“Saya lagi ngangon sapi di belakang. Yang kasih tahu kawannya, mereka kan berlima. Sekitar jam setengah enam saya dikabari. Saya langsung pulang dan ke sini,” katanya.
Sejak menerima kabar tersebut, Hendrizal memilih tetap berada di lokasi dan bahkan menginap demi menunggu perkembangan pencarian.
“Belum pulang, masih di sini. Semalam juga menginap,” ujarnya lirih.
Baca juga: Kronologi 3 Remaja Tenggelam di Pantai Harapan Bengkulu Tengah, 1 Korban Masih Hilang
Di mata keluarga, korban dikenal sebagai anak yang baik dan tidak pernah menunjukkan perilaku menyimpang.
“Anaknya rajin salat, tidak pernah macam-macam. Kalau main pun jarang, dan pasti pulang. Hari Jumat kemarin dia juga pulang dari masjid,” tambahnya.
Namun, Hendrizal mengaku sempat mendengar cerita tak biasa dari anaknya sebelum kejadian, yang kini terasa seperti firasat.
“Ada cerita dia mimpi, beras di rumah itu banyak bunga dan wangi sekali. Tapi kami tidak curiga apa-apa waktu itu,” ucapnya.
Berdasarkan keterangan teman korban, peristiwa nahas itu terjadi saat mereka berenang di laut sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban disebut berada lebih jauh dari bibir pantai dibanding teman-temannya.
“Katanya mereka berenang di pinggir, tapi anak saya agak jauh ke tengah. Dua kawannya juga sempat hanyut, tapi bisa diselamatkan,” jelas Hendrizal.
Korban sempat meminta tolong saat terseret ombak, namun upaya penyelamatan tidak berhasil.
“Dia sempat minta tolong, sempat timbul. Waktu kawannya mau nolong, dia sudah hilang,” tuturnya.
Hendrizal berharap tim gabungan dapat segera menemukan anaknya, apapun kondisinya.
Diketahui, korban merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Dari pantauan TribunBengkulu.com di lokasi, kedua orang tua korban tampak bertahan di pinggir pantai sejak hari pertama kejadian.
Mereka menunggu kabar dengan penuh harap di sebuah tenda sederhana yang terbuat dari terpal.
Sang ibu terlihat tidak berdaya, lebih banyak terdiam sambil ditemani anggota keluarga lainnya. Sesekali ia menunduk, menahan kesedihan yang mendalam.
Sementara itu, Hendrizal tampak berusaha tegar. Ia beberapa kali terlihat berbincang dengan keluarga dan warga di sekitar lokasi, meski raut wajahnya tak mampu menyembunyikan kecemasan.
Suasana haru menyelimuti area pencarian, di tengah upaya tim SAR gabungan yang masih terus berjuang menemukan korban.
Hingga kini, keluarga hanya bisa berharap ada kabar baik dari proses pencarian yang masih berlangsung.