TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 301 wisudawan Universitas Terbuka Makassar resmi dikukuhkan.
Pengukuhan berlangsung di Convention Hall Lantai 4 UT Makassar di Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (2/5/2026)
Wisuda tahun ini bertajuk Mewujudkan Lulusan Mandiri, Unggul dan Berdaya Saing Global.
Pantauan Tribun-Timur.com, ratusan wisudawan tampak memakai toga hitam dengan tali warna kuning.
Mereka duduk berjejer rapi sesuai nomor urut masing-masing.
Beberapa tokoh dan pejabat hadir, diantaranya Rektor Universitas Terbuka Prof Dr Ali Muktiyanto, tamu kehormatan Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Bupati Bulukumba diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andi Ari Arianto.
Kemudian Kapolda Sulsel diwakili Kasubdit Dirbinmas Kompol Apriyadi,
Panglima Komando Daerah Militer XIV Hasanuddin, Bapak Mayjen TNI Bangun Nawoko, diwakili.
Panglima Komando Operasi Udara II (Pangkoopsud II) diwakili Sahli (Staf Ahli) Bidang Alutsista pada Komando Operasi Udara II (Koopsud II), Kolonel Tek Sumarno.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) Makassar diwakili staf Ahli BNN Letkol Harris Purnomo, Dandim 1408 Makassar di wakili oleh bapak kapten sahabu
Lalu para Rektor Universitas Negeri dan Swasta se Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
Adapula Sekretaris Universitas Terbuka, Ketua IKA Universitas Terbuka Makassar, serta Kepala Setra Layanan UT se Sulsel.
Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof Dr Abd Rahman Rahim mengatakan hari ini tidak hanya merayakan keberhasilan akademik, tetapi memperingati Hari Pendidikan Nasional.
"Sebuah momentum reflektif yang mengingatkan kita pada cita-cita besar pendidikan Indonesia—mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk manusia yang berkarakter, mandiri, serta berdaya saing," ujarnya saat memberi sambutan.
Lanjut, kata dia tema wisuda bukan pula sekedar rangkaian kata melainkan sebuah komitmen agar diwujudkan dalam kehidupan nyata.
"Kemandirian yang saudara miliki hari ini adalah hasil dari proses panjang belajar dalam sistem pendidikan jarak jauh," paparnya.
"Saudara telah membuktikan bahwa keterbatasan ruang dan waktu bukanlah penghalang untuk meraih ilmu. Saudara adalah pribadi-pribadi tangguh yang mampu mengelola waktu, disiplin dalam belajar, dan bertanggung jawab atas proses pendidikan yang saudara jalani," sambungnya menambahkan.
Sebab, jelas Prof Rahman Rahim dalam konteks Hari Pendidikan Nasional, kita diingatkan pemikiran luhur Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia.
"Pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, penanaman nilai, dan pengembangan potensi diri secara utuh," jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka, Prof Dr Ali Muktiyanto mengurai Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi yang mengusung sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Bahkan, berkomitmen untuk menghadirkan akses pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kami percaya bahwa setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa," tegasnya.
"Kami berharap saudara tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang. Tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi menjadi penggerak perubahan. Jadilah insan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa," tambahnya.
Sebagai informasi, pengukuhan wisudawan Universitas Terbuka Makassar bakal dilanjutkan ke tahap II.
Berjumlah sebanyak 224 orang pada Minggu, (3/5/2026) di lokasi yang sama.