Di tengah wacana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang mendorong evaluasi program studi kurang relevan dengan kebutuhan zaman, Universitas Indonesia (UI) memastikan tidak akan menutup jurusan hanya karena jumlah peminatnya sedikit.
UI menilai sejumlah program studi justru memiliki nilai akademik, historis, dan kekhasan tersendiri yang perlu dipertahankan. Karena itu, ukuran banyak-sedikitnya pendaftar bukan satu-satunya dasar keberlanjutan sebuah jurusan.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga UI, Nia Ayu Ismaniati, di sela kegiatan UI Open Days 2026 di Balairung UI, Depok, Sabtu (2/5/2026). "Tidak, tidak ada seperti itu," ujar Nia saat menjawab pertanyaan soal kemungkinan evaluasi prodi dengan peminat rendah dalam wawancara.
Nia mencontohkan beberapa jurusan rumpun humaniora yang mungkin jumlah peminatnya tidak sebesar program studi lain. Namun, menurutnya, program-program tersebut tetap memiliki nilai penting.
Keberadaan program studi dengan peminat yang lebih sedikit tetap penting dipertahankan sebagai bagian dari keragaman keilmuan di perguruan tinggi. "Misalnya sejarah, atau sastra Jawa, mungkin jumlahnya tidak terlalu banyak. Tetapi tidak ada niatan untuk ditutup, karena itu adalah keunikan UI," katanya.
UI Open Days 2026 Diserbu Ribuan Peserta
Sementara itu, gelaran UI Open Days 2026 yang berlangsung pada 2-3 Mei menjadi magnet bagi calon mahasiswa dan orang tua. Kegiatan tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-14 ini mencatat lonjakan antusiasme peserta.
UI Open Days 2026 pada 2–3 Mei 2026 Foto: Abdur Rahman Ramadhan/detikEdu
|
"Setiap hari itu bisa hadir sekitar 5.000-10.000 orang. Bahkan secara kabarnya tahun ini malah sudah ada online pendaftar 19.000 sekian, hampir 20.000," ujarnya.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal lebih dekat kehidupan kampus, pilihan jurusan, hingga jalur seleksi masuk UI. Dalam UI Open Days 2026, pengunjung dapat mendatangi booth dari seluruh fakultas serta unit kerja di lingkungan UI, seperti humas dan kantor urusan internasional.
Selain itu, tersedia sesi presentasi dari masing-masing fakultas yang membahas program studi, kuota penerimaan mahasiswa baru, hingga informasi jurusan baru yang dibuka tahun ini.
Menurut Nia, UI terus menambah jumlah program studi setiap tahun, baik pada kelas internasional (KKI) maupun jenjang S1 reguler. "Kemudian yang di Fasilkom ada Artificial Intelligence program studi yang memang baru-baru dan perlu diperkenalkan," ujarnya.
Peserta juga dapat mengikuti tur keliling kampus menggunakan bus kuning (Bikun) sehingga calon mahasiswa bisa melihat langsung suasana perkuliahan dan fasilitas UI.






