Awan di Langit Bogor Mendadak Berwarna-warni, Fenomena Alam atau Pertanda Bencana? Ini Kata BMKG
Hironimus Rama May 02, 2026 07:18 PM

Laporan Joanita Ary

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR – Warga di kawasan Sentul City, Jonggol, hingga Cileungsi dibuat takjub sekaligus bertanya-tanya pada Jumat (1/5/2026) siang.

Fenomena langit dengan gradasi warna merah muda, hijau, hingga ungu muncul menghiasi gumpalan awan, menciptakan pemandangan layaknya 'awan pelangi'.

Peristiwa ini terpantau sekitar pukul 14.00 WIB, saat kondisi langit awalnya cerah sebelum kemudian muncul lapisan awan tipis dengan spektrum warna lembut. Keindahan tak biasa ini berlangsung sekitar 30 menit sebelum akhirnya hujan turun di beberapa titik.

Baca juga: Apartemen di Tangsel Digerebek! Jadi Markas Judi Online Berkedok Live Porno

Ryan Herlambang (21), warga Bogor, mengaku terkejut saat melihat pelangi samar muncul di balik awan tebal. Ia menyebut banyak orang spontan menengadah ke langit setelah menyadari keindahan tersebut.

Lantas, apakah ini pertanda akan datangnya badai besar?

Bukan Mistis, Ini Penjelasan Ilmiah "Cloud Iridescence"

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bergerak cepat menenangkan masyarakat. Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan bahwa fenomena ini murni peristiwa optik atmosfer dan bukan pertanda bencana.

“Ini bukan tanda badai atau kejadian berbahaya. Fenomena tersebut berkaitan dengan proses pembiasan cahaya Matahari oleh butiran air di atmosfer,” jelas Ida dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).

Secara ilmiah, fenomena ini disebut sebagai Awan Iridesensi. Berbeda dengan pelangi yang berbentuk busur, iridesensi tampak seperti warna-warni yang 'tumpah' mengikuti bentuk awan.

Mengapa Warna Ini Bisa Muncul?

Secara ilmiah, fenomena ini dikenal sebagai awan iridesensi (cloud iridescence). Berbeda dengan pelangi biasa yang membentuk busur sempurna, warna pada iridesensi cenderung menyebar mengikuti bentuk awan dan tampak lebih lembut.

BMKG juga menjelaskan bahwa kemunculan awan iridesensi justru sering berkaitan dengan pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan lokal.

Hal ini sejalan dengan kondisi di lapangan, di mana sebagian wilayah Sentul masih cerah sementara daerah sekitarnya telah mengalami peningkatan kelembapan atau hujan ringan.

BMKG menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemunculan awan berwarna-warni tersebut.

Namun, warga diimbau untuk tidak menatap langsung ke arah Matahari saat mengamati fenomena, guna menghindari risiko kerusakan pada mata akibat paparan cahaya yang kuat.

Bagi warga Bogor, kemunculan awan pelangi ini menjadi pengalaman langka yang memperlihatkan bagaimana proses fisika sederhana di atmosfer mampu menghadirkan keindahan alam yang memukau.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.