Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, NAGAN RAYA — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Nagan Raya untuk melakukan aksi sosial di bidang pendidikan.
Melalui program kepedulian pendidikan, PDIP Nagan Raya membagikan sebanyak 1.600 lembar seragam sekolah bagi siswa tingkat SD dan SMP di berbagai wilayah kabupaten tersebut.
Ketua DPC PDIP Nagan Raya, M Fikra Dahana, mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian partainya terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Sebagai partai yang peduli terhadap peningkatan pendidikan, kami berharap pembagian seragam ini bisa meringankan beban orang tua, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Fikra, Sabtu (2/5/2026).
Pada tahap pertama, pembagian dilakukan di dua sekolah, yakni SMP Negeri 1 Alue Bili sebanyak 150 lembar seragam dan SMP Negeri 12 Serba Jadi sebanyak 108 lembar seragam.
Dengan demikian, total 258 lembar seragam telah disalurkan pada tahap awal, sementara sisanya akan dibagikan secara bertahap ke sejumlah sekolah lain di Nagan Raya.
Fikra menegaskan, peringatan Hardiknas tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus diisi dengan langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan siswa.
“Hardiknas harus kita isi dengan langkah konkret. Pendidikan bukan hanya soal kurikulum atau gedung, tapi juga soal akses dan keadilan,” katanya.
Baca juga: Bupati TRK Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Sambut HUT Bhayangkara, Buka Harapan Baru Bagi Anak Nagan
Ia menyebutkan, kebutuhan dasar seperti seragam sekolah masih menjadi persoalan bagi sebagian keluarga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Karena itu, pihaknya ingin memastikan tidak ada siswa yang tertinggal akibat keterbatasan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Fikra juga menyoroti arah penggunaan anggaran pendidikan nasional, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, meskipun program tersebut memiliki tujuan baik, pemerintah perlu memastikan agar pelaksanaannya tidak mengurangi alokasi anggaran penting lainnya di sektor pendidikan.
“Kami prihatin jika anggaran pendidikan justru dialihkan ke program lain yang belum tentu langsung berdampak pada kualitas belajar. Pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama dalam arti yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia berharap program bantuan seragam itu dapat menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan pendidikan di daerah sekaligus memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” tutupnya.(*)