Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA- Sebanyak 1554 Guru PPPK Paruh Waktu menerima SK pengangkatan dari Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T pada momentum perayaan Hari Pendidikan Nasional 2026 di lapangan apel Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Sabtu 2 Mei 2026.
Ribuan Guru PPPK Paruh Waktu itu nampak bahagia karena sudah dua bulan lamanya menanti setelah pada Bulan Februari 2026, ribuan tenaga teknis dan kesehatan PPPK paruh waktu telah menerima SK. Suatu penantian panjang akhirnya terjawab pula pada hari ini.
Tak lupa, para Guru PPPK paruh waktu mengabadikan momentum tersebut dengan berfoto di depan Kantor Bupati Sumba Barat Daya dengan menunjukan map berisi SK pengangkatannya sebagai guru paruh waktu.
Gusti, Ivon dan Agnes, 3 guru paru waktu yang ditemui sesaat setelah berpose di depan kantor bupati mengatakan, sudah lama menjadi guru honor di Sumba Barat Daya. Rata-rata lama mengajar antara 5-8 tahun lamanya.
Baca juga: Dilantik Sejak Maret, Guru PPPK Paruh Waktu NTT Mengeluh Belum Terima SK dan Gaji
"Hari ini, kami menerima SK pengangkatan sebagai guru paruh waktu adalah sebuah kebanggaan sekaligus jawaban pemerintah terhadap kami sebagai aset daerah dan negara untuk bersama-sama mendidik anak-anak Sumba Barat Daya menjadi generasi pintar dan cerdas ke depan. Kami merasa bangga dan terharu menerima hadiah dari mama bupati pada momentum perayaan Hari Pendidikan Nasional kali ini. Kami merasa senang karena mama bupati mengabulkan kerinduan kami ini," ujarnya.
Sementara itu Bupati Sumba Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T dalam sambutannya memberi apresiasi kepada para guru PPPK Paruh Waktu yang sudah bersabar terkait nasib mereka.
Meski demikian, ia mengingatkan agar para Guru PPPK Paruh Waktu untuk menjaga kedisiplinan di lingkungan sekolah tempat mereka mengabdi.
Sikap disiplin dan semangat kerja tinggi mendidik anak-anak Sumba Barat Daya akan memberikan hasil yang baik untuk pendidikan Sumba Barat Daya ke depan.
Baca juga: Guru PPPK SMA Manggarai Timur Minta Revisi Kembali Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen APBD
"Saya minta guru harus jaga disiplin. Guru harus menjadi teladan bukan sebaliknya," tegasnya.
Untuk menjaga kedisiplinan kerja, ia bakal menerapkan penggunaan fingerprint sebagaimana yang dilakukan di dinas-dinas di lingkup pemerintahan Kabupaten Sumba Barat.
"Kita akan terapkan penggunaan fingerprint di sekolah-sekolah karena tantangan kita ke depan sangat besar karena harus berhadapan dengan bonus Demografi di tahun 2045. Langkah ini harus kita lakukan guna mempersiapkan generasi hebat Sumba Barat Daya ke depan," paparnya.(pet)