Prabowo Janji ke Buruh Buat Cicilan KPR Bisa sampai 40 Tahun: Tak Mungkin Lari Kemana-mana
Ani Susanti May 02, 2026 09:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah janji saat peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta.

Prabowo di antaranya menyebut bahwa masyarakat ekonomi lemah seperti kaum buruh akan dipermudah dalam kepemilikan rumah.

Ia berjanji akan membuat skema cicilan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) seringan mungkin.

“Saudara-saudara, tadi saya mengatakan penghasilan 30 persen untuk kontrak (rumah). Nanti, kita akan yakinkan, saudara nanti akan miliki rumah tersebut,” ucap Prabowo dikutip pada Sabtu (2/5/2026) via Kompas.com.

Menurut Prabowo, aturan Kredit Kepemilikan Rumah saat ini dianggap cukup memberatkan, sehingga jutaan orang sulit mendapatkan fasilitas pembiayaan rumah.

Ia bilang, regulasi pembiayaan rumah perlu disederhanakan.

Salah satu upaya yang akan dilakukannya agar kalangan ekonomi bawah bisa memiliki hunian, yakni membuat cicilan KPR bisa ditekan seringan mungkin, misalnya dengan memperpanjang tenor hingga 40 tahun.

“Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau enggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun,” ungkap dia.

"Karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana, betul? Petani dan nelayan tidak mungkin lari kemana-mana," tegasnya.

Baca juga: Tanggapan Gojek dan Grab setelah Prabowo Subianto Resmikan Potongan Ojol Jadi 8 Persen

Mantan Danjen Kopassus ini menyebut, lantaran tingginya angsuran KPR, banyak buruh yang 30 persen dari gajinya hanya pas untuk mengontrak rumah ketimbang mencicil KPR.

"Dari yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi, itu adalah untuk cicil rumahmu sendiri,” kata Prabowo.

Tentang Tenor KPR

Sebagai informasi saja, tenor KPR adalah jangka waktu pelunasan pinjaman rumah yang diberikan bank kepada nasabah.

Jangka waktu ini dihitung sejak kredit mulai dicairkan hingga seluruh pokok pinjaman beserta bunga lunas dibayarkan.

Semakin panjang tenor yang dipilih, cicilan bulanan akan semakin ringan.

Namun, total bunga yang dibayarkan selama masa kredit menjadi lebih besar.

Sebaliknya, tenor yang lebih pendek membuat cicilan bulanan lebih tinggi, tetapi total bunga yang dibayar lebih kecil.

Baca juga: Isi Tas Serut Pemberian Prabowo untuk Buruh di Monas, Celupkan Jari ke Tinta usai Mendapatkannya

Di Indonesia, tenor KPR umumnya ditawarkan mulai dari 5 tahun hingga maksimal 25 tahun.

Namun, beberapa bank dapat memberikan tenor hingga 30 tahun, tergantung kebijakan internal masing-masing bank dan profil nasabah.

Penentuan tenor biasanya mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti usia pemohon saat mengajukan kredit, usia maksimal saat kredit lunas, penghasilan bulanan, kemampuan membayar cicilan, hingga riwayat kredit nasabah.

Sebagian besar bank menetapkan batas usia maksimal debitur saat kredit lunas berada di kisaran 55 tahun atau lebih sesuai dengan kebijakan bank.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.