TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Di Kabupaten Jepara saat ini terdapat 45 Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP). Lembaga pendidikan vokasi non formal yang bergerak di bidang pelatihan keterampilan.
Dari 45 LKP yang ada, 41 LKP di antaranya tercatat aktif memberikan edukasi keterampilan kepada masyarakat.
Sasarannya adalah anak-anak yang putus sekolah agar tetap mendapatkan bekal pendidikan vokasi.
Ketua Forum PLKP Jepara, Andi Firmansyah mengatakan, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkompeten.
Baca juga: Rumah Kiai Cabul di Pati, Digeruduk Ratusan Orang, Dipasangi Spanduk Sang Predator
Baca juga: BREAKING NEWS: Semarang Night Carnival Dibatalkan, Wali Kota: Demi Keselamatan Publik
Perannya adalah membuka jalan keluar bagi anak-anak yang putus sekolah melalui pelatihan keterampilan. Di antaranya keterampilan di bidang tata rias kecantikan.
Kata dia, kehadiran LKP di sejumlah daerah membuka kesempatan bagi anak-anak putus sekolah untuk mendapatkan keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja.
Bagaimana LKP hadir untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan menyelesaikan permasalahan tenaga kerja. Memberikan kontribusi nyata dalam mempersiapkan anak bangsa yang unggul.
Namun, Andi menegaskan, kehadiran LKP butuh diakui pemerintah sebagai lembaga vokasi non formal yang memberikan manfaat bagi anak-anak generasi bangsa.
"Tidak dipungkiri LKP butuh dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan dan pelatihan. Supaya anak-anak putus sekolah punya kecakapan hidup dan kemandirian di masyarakat," terangnya di Jepara, Sabtu (2/5/2026).
Sejauh ini, kata dia, sudah ada 29 LKP dari Jepara yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan dan dukungan dari kementerian.
Proposal pengajuan bantuan anggaran dan alat penunjang pelatihan sudah sampai di kementerian.
Dengan harapan pemerintah pusat mendukung penuh bagaimana kinerja LKP di tingkat daerah dalam menciptakan kesempatan belajar bagi anak putus sekolah.
"Setiap ada pelatihan gratis, baik dari pemerintah maupun dari LKP, harus digunakan sebaik-baiknya. Harapannya di Jepara tidak ada lagi anak tidak sekolah," tegasnya. (Sam)