Ngaku Disekap di Gubuk setelah Dinikahi Pria China, Wanita Indramayu Ternyata Jalani Kawin Kontrak
Ani Susanti May 02, 2026 10:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Sempat viral di media sosial wanita Indramayu mengaku disekap di sebuah gubuk ladang oleh suaminya di negara China pada akhir April 2026.

Kini terungkap bahwa wanita berinisial NPS (22) itu hanya ingin pulang ke Indonesia.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KB-P3A) Indramayu mengungkap hal ini.

Ia meminta warga waspada terhadap kasus pengantin pesanan ke China.

Kepala DP2KB-P3A Indramayu, Iman Sulaeman mengatakan, sudah ada beberapa warga Indramayu yang mengalami modus ini.

Terbaru, kasus tersebut dialami NPS.

“Kami prihatin juga atas kejadian ini, kami juga kedatangan tamu dari Kementerian terkait kasus itu,” kata Iman, Sabtu (2/5/2026).

Sejak kasus yang menimpa NPS viral di media sosial, pihaknya langsung melakukan kunjungan untuk menggali fakta kejadian sebenarnya.

Hasilnya, Iman menepis isu pengakuan NSP yang menyebut dirinya disekap oleh suaminya.

Iman mengatakan, komunikasi antara orang tuanya dengan NSP juga lancar dan tidak ada kendala.

“Saya bicara dengan orang tuanya, katanya ada komunikasi dengan yang bersangkutan. Jadi dia pengen pulang saja,” ungkap Iman.

Tetap Diselamatkan

Meski begitu, pemerintah tetap mencoba untuk menyelamatkan NSP.

Kasus ini pun telah dilaporkan ke pemerintah pusat, dengan harapan korban bisa secepatnya dipulangkan ke tanah air.

“Ini ranahnya sudah di kementerian, data laporannya juga sudah kami kirimkan ke Kementerian PPA dan Kementerian Luar Negeri,” kata Iman.

DP2KB-P3A Indramayu pun sampai saat ini masih menunggu kabar lebih lanjut terkait proses pemulangan NPS kembali ke tanah air.

Iman menjelaskan, bahwa kasus pengantin pesanan ini sebenarnya bukan kasus yang baru.

Modusnya mirip seperti kawin kontrak, bedanya hanya penamaan, tempat, dan obyek orangnya.

Baca juga: Tarif Kawin Kontrak Dibongkar Warga, Kuak Komunitas Terselubung PSK yang Siap Dinikahi Sementara

Kasus ini terus terulang dan korbannya lebih dari satu orang.

Iman dalam hal ini juga dibuat heran karena dalam prosesnya, pernikahan itu diketahui secara sadar.

Bahkan, orang tua setuju untuk menikahkan anaknya dengan warga negara China.

Dalam pernikahan itu, keluarga korban diiming-imingi mahar besar hingga Rp 100 juta.

“Padahal enggak sampai segitu, hanya Rp 10 juta, dan korban mau dinikahkan serta mau dibawa ke sana (China),” kata Iman.

Di sisi lain, Iman juga meminta agar kejadian ini bisa menjadi pembelajaran, agar warga jangan mudah tergiur oleh janji manis mahar besar hingga mengizinkan anaknya dinikahkan dengan warga luar negeri.

Apalagi, kata Iman, kasus pengantin pesanan ini bukan kali pertama terjadi di Indramayu.

Dari laporan yang diterima, setidaknya sudah ada tiga orang yang melapor, termasuk NPS.

“Mudah-mudahan ini bisa tersampaikan ke masyarakat luas, agar di Indramayu jangan ada lagi yang jadi korban,” kata Iman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.