Hardiknas 2026 di Boalemo Meriah dengan Ratusan Guru Kompak Menari Dana-dana
Wawan Akuba May 03, 2026 12:45 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar tarian dana-dana kolosal di Alun-Alun Tilamuta, Sabtu (02/05/2026).

Sebanyak hampir 300 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga Wakil Bupati Boalemo turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Tarian massal ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Ratusan peserta tampil mengenakan busana kerawang berwarna-warni. Peserta perempuan mengenakan kerawang lengkap dengan selendang yang diikat di pinggang, sementara peserta laki-laki mengenakan sarung setinggi lutut.

Pelaksanaan tarian dana-dana ini juga dilakukan secara serentak di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Boalemo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Ahman Sarman, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.

“Pelaksanaan tarian ini dikhususkan untuk meningkatkan nilai-nilai kebudayaan serta penguasaan budaya daerah,” ujarnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com.

Ia menambahkan, pelestarian budaya harus dimulai dari satuan pendidikan agar tidak tergerus zaman.

“Jika tidak dimulai dari sekolah, kebudayaan seperti ini lama-kelamaan bisa terlupakan,” katanya.

Lebih lanjut, Ahman menjelaskan alasan dipilihnya tarian dana-dana dalam peringatan Hardiknas tahun ini.

Menurutnya, tarian dana-dana relatif mudah dilakukan secara massal karena gerakannya tidak berpindah tempat, sehingga cocok melibatkan banyak peserta.

“Berbeda dengan tarian lain yang membutuhkan banyak pergerakan, sementara peserta kita hampir 300 orang,” jelasnya.

Tarian kolosal tersebut diiringi musik khas budaya Gorontalo yang menambah semarak suasana peringatan.

Peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Boalemo mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Melalui momentum ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan, baik guru maupun kepala sekolah, dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan.

“Hardiknas harus menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kami berharap ada peningkatan kualitas, berkurangnya angka putus sekolah, serta menurunnya kasus perundungan di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa peringatan Hardiknas tidak seharusnya hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi refleksi untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik, sejalan dengan semangat “Tut Wuri Handayani”.

Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias.

Sementara itu, Kepala Bagian Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Rasyid Manto, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk berkreasi.

“Momentum dana-dana ini menjadi upaya guru untuk berkreasi, yang nantinya dapat diajarkan kembali kepada peserta didik,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan ini mempererat hubungan antarguru dari berbagai sekolah di Kabupaten Boalemo. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.