Jasad Syafitri Yana Terkubur hingga Suami Menghilang Usai Titip Kunci Rumah & Mobil kepada Kakak
Dewi Agustina May 03, 2026 09:19 AM


TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kasus tewasnya Syafitri Yana (23), wanita muda warga Dabo Singkep, Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) masih menjadi misteri. 

Hingga hari ke-5 sejak ditemukannya jasad korban yang terkubur, penyebab kematiannya belum diketahui.

Baca juga: Jasad Wanita Tanpa Busana Terkubur di Riau, Korban Diduga Meninggal 5 Hari Sebelum Ditemukan

Kini dikabarkan, suami korban Zakaria alias Jaka menghilang sejak jasad Syafitri Yana ditemukan.

Tak diketahui dimana keberadaannya.

Polisi masih mencari keberadaan Zakaria, meski belum dapat dipastikan apakah suami korban terlibat dalam kematian Yana. 

Namun polisi membutuhkan keterangan Zakaria, selaku orang dekat korban.

 

 

Syafitri Yana yang kerap disapa Yana sebelumnya ditemukan tewas terkubur  dangkal di belakang sebuah rumah kontrakan di Dabo Singkep, Lingga, Selasa (28/4/2026).

Kondisinya saat ditemukan tanpa busana.

Sempat Cekcok dengan Suami

Suarman alias Nanang, kakak kandung Jaka mengatakan, adiknya dan Syafitri Yana terlibat cekcok sebelum Yana ditemukan tewas.

Pasutri itu bahkan sempat memanggil keluarga untuk datang ke rumah.

Baca juga: Misteri Wanita Terkubur Tanpa Busana di Lingga Kepri Mulai Terungkap, Diduga Korban Pembunuhan

Nanang mengatakan pada Senin (27/4/2026) pagi atau sehari sebelum ditemukannya jasad Yana, adiknya, Jaka datang ke rumahnya.

Jaka saat itu menitipkan kunci rumah serta kunci mobil kepada Nanang.

Saat itu Jaka mengaku ingin menenangkan diri sekaligus menemui anaknya dari pernikahan sebelumnya.

Nanang hanya berpesan agar adiknya berhati-hati selama perjalanan.

Tak lama kemudian, Jaka mengabarkan bahwa dirinya telah berada di Batam dan berencana melanjutkan perjalanan melalui bandara pada hari yang sama.

"Saat itu putus komunikasi, karena kita tahu di pesawat tidak ada sinyal. Besoknya (Selasa) komunikasi lagi, saya tanya sudah sampai, dia bilang sudah," ungkap Nanang saat ditemui di sela-sela proses autopsi di TPU Telek, Kamis (30/4/2026) malam.

Namun pada Selasa (28/4/2026) sore, Jaka kembali menghubungi Nanang dan meminjam uang hingga sebesar Rp 3 juta.

Nanang mengaku tidak memiliki uang saat itu, namun berjanji akan mencarikan solusi.

Tak lama berselang, Nanang menerima telepon dari anaknya yang mengabarkan adanya penemuan mayat di belakang kontrakan rumah Jaka.

"Saya sempat terdiam. Lalu saya tanya itu laki-laki atau perempuan. Tidak lama kemudian anak saya telepon lagi dan bilang korban perempuan," ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Nanang langsung menduga kuat korban adalah istri Jaka, mengingat sebelumnya pasangan tersebut sempat terlibat pertengkaran.

Ia pun segera menghubungi Jaka. Dalam percakapan singkat, Jaka membantah keterlibatannya.

"Dia bilang, ‘Itu bukan aku pelakunya.’ Saya jawab, ‘Kalau bukan kau, siapa lagi? Pulanglah selesaikan masalah ini,’" kata Nanang.

Tak lama setelah itu, Nanang dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Nomor Jaka Sudah Tak Aktif Lagi

Dalam perjalanan, ia kembali mencoba menghubungi Jaka, namun nomor adiknya itu sudah tidak aktif hingga saat ini.

Nanang berharap, jika adiknya terlibat dalam kasus tersebut, ia segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

"Saya harap dia cepat pulang dan menyerahkan diri atas apa yang telah dia lakukan. Jangan menyusahkan saya sebagai abang di sini, karena saya terus dimintai keterangan, kerja pun jadi tidak tenang," tuturnya.

Hasil Autopsi

Pihak Kepolisian mengungkap hasil autopsi tim forensik terkait kematian Syafitri Yana.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengungkapkan kematian diduga kuat akibat kekerasan pada bagian leher yang menyebabkan korban kehabisan napas.

Temuan ini menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus kematian perempuan muda tersebut di Kabupaten Lingga.

"Kekerasan tumpul pada leher yang mengakibatkan patahnya tulang lidah dan mengakibatkan mati lemas," ungkap AKBP Pahala kepada Tribunbatam.id, Jumat (1/5/2026).

Dari hasil tersebut, diketahui kematian diduga akibat dicekik.

"Kekerasan tumpul pada leher, berdasarkan pola dan gambarannya sesuai dengan kasus cekik," ungkap Nababan.

Autopsi dilakukan oleh tim Bid Dokkes Polda Kepulauan Riau di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Telek, Kecamatan Singkep, Kamis (30/4/2026) sekira pukul 19.40 WIB. 

Penemuan Jasad Korban

Syafitri Yana (23) ditemukan tewas dalam kondisi terkubur di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (28/4/2026).

Saat ditemukan tubuh korban tanpa busana.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, melalui Kasatreskrim Polres Lingga, Iptu Maidir Riwanto mengatakan hasil pemeriksaan luar, jasad korban dalam kondisi membusuk.

"Jenazah ditemukan dalam kondisi membusuk, dengan lebam merah kebiruan pada bagian wajah dan leher, serta tubuh yang sudah kaku," ungkapnya, Rabu (29/4/2026).

Selain itu, kondisi jasad juga tampak kotor dengan pasir menempel di hampir seluruh bagian tubuh.

Pada bagian kepala, leher, dan dada ditemukan lebam merah kebiruan, dengan kondisi mata melotot dan lidah tergigit.

Petugas juga menemukan adanya darah berwarna gelap yang keluar dari hidung dan telinga, disertai buih.

Seluruh bagian tubuh korban menunjukkan tanda pembusukan lanjut, seperti kulit yang mulai mengelupas dan kondisi perut yang membuncit.

Pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah tanda khusus, di antaranya tato bertuliskan “Diana” di lengan bawah kanan, tato bergambar jari tengah di lengan atas kiri, serta tato abstrak di lengan kiri bawah.

Sementara pada kuku jari tangan, terlihat masih terdapat pewarna kuku berwarna hitam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menyimpulkan bahwa jenazah merupakan perempuan tanpa identitas dengan tanda-tanda pembusukan lanjut.

"Penyebab kematian belum dapat dipastikan karena pemeriksaan hanya dilakukan secara luar," terang Iptu Maidir.

Namun, waktu kematian diperkirakan terjadi antara dua hingga lima hari sebelum jasad ditemukan.

Penulis: Febriyuanda

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.