Bapenda Sulbar Mulai Sasar Pajak Alat Berat 5 Excavator di Tapalang Mamuju Sudah Didata
Ilham Mulyawan May 03, 2026 10:47 AM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat terus mengakselerasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui penguatan pendataan dan penagihan aktif di lapangan. 

Melalui UPTD Pelayanan Pajak Mamuju, langkah konkret kembali ditunjukkan dengan menyasar sektor potensial pajak alat berat di wilayah Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Baca juga: Disdik Ungkap Penyebab Anak Putus Sekolah di Sulbar Mulai Jarak Jauh Hingga Pernikahan Dini

Baca juga: Curi Pakan Ayam Karyawan di Mamuju Hanya Diwajibkan Ganti Kerugian Pemilik

Memasuki minggu kedua pelaksanaan, tim yang telah dibentuk secara khusus bergerak menyisir seluruh wilayah kecamatan. 

Pada Rabu-Kamis (29 hingga 30 April 2026), fokus pendataan diarahkan ke Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, dengan hasil yang cukup signifikan.

Kepala UPTD Pelayanan Pajak Mamuju, Rosianah M. Nadir, menjelaskan bahwa strategi pembagian tim menjadi kunci efektivitas kerja di lapangan. 

“Kami membagi tim untuk memastikan seluruh wilayah terjangkau. Pendataan ini penting untuk memperluas basis pajak, khususnya alat berat yang memiliki potensi besar namun belum seluruhnya terdata,” ujarnya.

Tim yang dikoordinir oleh Mastur, Herly, dan Renal berhasil menemukan data baru yang sebelumnya tidak tercantum dalam basis data. 

Salah satunya adalah perusahaan CV. xxx 27 yang beralamat di Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang.

Dari hasil pendataan lapangan, perusahaan tersebut tercatat memiliki sejumlah alat berat berupa 2 unit excavator merk KOTRAK, kemudian 1 unit excavator merk SANWAR dan 2 unit excavator merk LIGMA.

Temuan ini menjadi bukti bahwa masih terdapat potensi pajak alat berat yang belum tergali secara optimal. 

Seluruh data yang diperoleh merupakan hasil murni dari pendataan langsung di lapangan. 

Penagihan Lapangan Dimasifkan

Tim juga telah mengantongi nomor kontak pemilik perusahaan, sementara dokumen pendukung seperti faktur kepemilikan akan segera dilengkapi.

Kepala Bapenda Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa kegiatan pendataan dan penagihan aktif akan terus digencarkan di seluruh wilayah. 

“Kami mendorong seluruh UPTD untuk jangan hanya menunggu, tetapi aktif turun ke lapangan. Data yang akurat menjadi kunci dalam optimalisasi penerimaan daerah,” tegasnya.

Dengan capaian ini, Bapenda Sulbar optimistis potensi pajak daerah, khususnya dari sektor alat berat, dapat terus ditingkatkan guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.