Kesaksian Mantan Pengikut Kiai Cabul di Pati: 11 Tahun Dimanipulasi dan Terima Doktrin Menyimpang
rika irawati May 03, 2026 12:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Seribuan orang dikomandoi Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) menggeruduk kediaman Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah,  Sabtu (2/5/2026).

Mereka menuntut Ashari diadili dan dihukum seberat-beratnya jika terbukti bersalah menjadi pelaku percabulan terhadap santri perempuan.

Dalam demo tersebut juga terungkap, pria yang dipanggil kiai itu juga memanipulasi pengikutnya.

Hal ini diungkapkan Shofi, pria yang mengaku mengabdi pada Ashari selama 11 tahun.

Selama lebih dari satu dekade menjadi pengikut Ashari, Shofi dipaksa "sambatan" alias bekerja tanpa upah.

Tenaganya dieksploitasi untuk mendirikan bangunan-bangunan di ponpes, mulai dari musala hingga pondok, tanpa kompensasi upah.

Baca juga: Rumah Oknum Kiai Cabul Pengasuh Ponpes di Pati Digeruduk Massa

Bahkan, dia malah diperintah untuk berbohong kepada orangtua demi mengalirkan uang kiriman kepada tersangka.

"Sebelas tahun saya jadi budak."

"Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis Ashari."

"Tahun 2008 saya disuruh berbohong sama orangtua saya kalau saya mondok di Jepara, supaya uang kiriman dari orangtua saya itu bisa masuk ke sini," kata Shofi di lokasi aksi unjuk rasa, Sabtu.

Lebih parah lagi, dia pernah sampai menjual tanah dan menyetorkan uangnya pada Ashari.

Bahkan, sertifikat rumahnya juga digadaikan tanpa dibayar.

Shofi baru "sadar" dimanfaatkan Ashari pada tahun 2018.

Saat itu, ada seorang kerabatnya yang mengingatkan dirinya untuk memikirkan masa depan, bukan tenggelam diperbudak Ashari.

Mengaku Keturunan Nabi

Kepatuhan buta para pengikut, menurut Shofi, didasari klaim tersangka sebagai sosok "Khariqul 'Adah" atau wali yang memiliki kemampuan di luar akal manusia. 

Menurut Shofi, tersangka sering menunjukkan kemampuannya menebak peristiwa masa depan, seperti waktu kematian anggota keluarga, serta waktu dan jenis kelamin bayi yang akan lahir, yang kemudian membuat para pengikutnya, termasuk dirinya, percaya sepenuhnya.

"Dia bisa menebak, mbah saya meninggal kapan dan jam berapa."

"Dia juga bisa menebak adik saya melahirkan jam sekian, jenis kelaminnya cowok, dan nanti harus dinamai ini."

"Itu terjadi sungguhan sehingga saya dulu percaya dia memang wali," kenang Shofi.

Namun, kepercayaan ini dimanfaatkan tersangka untuk menanamkan doktrin yang sangat menyimpang.

Shofi menyebut, Ashari sering menyalahgunakan statusnya untuk melakukan pelecehan seksual terhadap santriwati, bahkan terhadap istri para pengikutnya.

Ashari juga mengaku sebagai keturunan nabi yang harus dimuliakan.

"Katanya, dunia seisinya ini dari 'nur' Kanjeng Nabi. Itu memang ada hadisnya. Tapi ditambah-tambahi sama dia."

"Doktrinnya itu, dunia seisinya ini halal bagi keturunan Nabi. Jadi seumpama istri (pengikut) dinikahi dia pun, katanya halal."

"Jadi umpama saat itu istri saya dikawin dia, saya juga merelakan karena percaya dia Khariqul 'Adah," ungkapnya dengan nada menyesal.

Baca juga: Cabuli 50 Santri, Pemuka Agama di Pati Beraksi di Kamar Sebelah Istri

Shofi juga mengaku kerap menyaksikan perilaku asusila tersangka yang sering mencium jidat, pipi,hingga bibir para santriwati di depan umum, namun selalu didiamkan orang di sekitarnya karena rasa takut dan fanatisme.

"Santriwati, saya lihat hampir semua juga mengalami. Kalau berzina (hubungan seksual) kan tidak ada yang lihat," kata dia sembari menahan tangis.

Jadi Tersangka

Kasus ini kini ditangani Sat Reskrim Polresta Pati.

Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan percabulan. 

Shofi berharap, kesaksiannya dapat mendorong korban-korban lain yang masih takut bersuara agar praktik manipulasi di pesantren tersebut benar-benar berakhir.

Menurut dia, sosok Ashari kerap memutar balikkan fakta jika ada korban yang hendak bersuara.

"Seperti korban yang melapor ke polisi ini, malah dia bilang sebagai santriwati yang nakal," ucap Shofi.

Dia berharap, aktivitas Pondok Pesantren Ndholo Kusumo bisa dihentikan sepenuhnya.

Jika tidak, kata dia, Ashari dan "ilmu gendamnya" akan tetap merusak masyarakat.

"Kalau pondok ini tidak diberhentikan, semua orang di sini bisa kena gendamnya si iblis Ashari."

"Kalau pondoknya nggak dihentikan, meskipun Ashari dihukum, budak-budaknya pasti akan tunduk sama dia."

"Saya juga merasakan 11 tahun jadi budaknya iblis Ashari. Membangun musala, pondok, dan semuanya, dananya dari budak-budaknya Ashari," kata dia.

Shofi meyakini, seandainya nanti Ashari dihukum penjara pun, setelah bebas, dia akan melanjutkan kesesatannya.

"Jadi, kalau yayasan tidak dimusnahkan, meski orangnya dihukum, keluar penjara pasti akan lanjut lagi."

"Seribu persen saya yakin. Budak-budaknya Ashari akan melanjutkan. Kasihan yang menjadi korban," kata dia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.