Sebut Seskab Teddy 'Tidak Normal', Amien Rais Kini Berurusan dengan Pasal UU ITE Terbaru!
jonisetiawan May 03, 2026 09:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Panggung politik nasional kembali memanas ketika pernyataan tajam dari Amien Rais menyeret nama Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya ke dalam pusaran polemik.

Apa yang awalnya hanya sebuah video kritik, kini berubah menjadi perdebatan luas yang mengguncang ruang publik bahkan setelah jejak digitalnya lenyap.

Video yang berisi kritik Amien terhadap sosok Teddy diketahui sudah tidak lagi tersedia di kanal YouTube miliknya. Namun, hilangnya video tersebut tidak serta-merta meredam gaungnya.

Sebaliknya, rekaman itu terlanjur menyebar luas di berbagai platform media sosial hingga menjadi trending topic di X (Twitter), memantik beragam reaksi publik.

Baca juga: Sebut Teddy dan Prabowo, Amien Rais Mau Dilaporkan ke Polisi: Pernyataannya Mirip Opini Halu!

Desakan Tegas dari Amien Rais

Dalam video berdurasi sekitar delapan menit yang sempat tayang, Ketua Majelis Syura Partai Ummat itu secara terbuka meminta Presiden Prabowo untuk mengambil langkah tegas.

Ia mendesak agar Teddy Indra Wijaya dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Kabinet.

Alasan yang disampaikan Amien berangkat dari kabar yang beredar mengenai hubungan kerja antara Prabowo dan Teddy.

Video tersebut memuat berbagai narasi dan asumsi yang berkembang di ruang publik, dan diberi judul provokatif: “Jauhkan Istana dari Skandal Moral.”

Cuplikan demi cuplikan dari video itu kemudian beredar luas di media sosial, terutama di X. Warganet pun ramai-ramai memberikan komentar, memperdebatkan isi hingga motif di balik pernyataan tersebut.

"Saya usulkan buat Pak Prabowo secara kesatria, tegas, dan meyakinkan Prabowo melepaskan diri dari lendotannya si Teddy yang berbahaya itu, jadi ganti Teddy dengan sosok yang normal, fokus bekerja untuk bangsa dan negara," ungkap Amien Rais.

PRABOWO SUBIANTO -
PRABOWO SUBIANTO - Kritik tajam Amien Rais menyeret Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya ke dalam kontroversi publik. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Video Mendadak Hilang, Misteri Menguat

Setelah sempat viral dan menjadi bahan perbincangan hangat, video tersebut tiba-tiba menghilang.

Penelusuran menunjukkan bahwa konten yang membahas Teddy itu sudah tidak lagi ditemukan di kanal YouTube Amien Rais.

Tautan yang sebelumnya mengarah ke video tersebut pun kini tidak dapat diakses.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa video itu telah dihapus, meski belum ada konfirmasi langsung dari pihak Amien Rais terkait alasan di balik penghilangan tersebut.

Baca juga: Komdigi Tegaskan Video Amien Rais Mengandung Fitnah dan Hoaks, Siap Seret Penyebarnya ke Jalur Hukum

Respons Tegas Pemerintah Lewat Komdigi

Kontroversi ini tidak berhenti pada hilangnya video. Pemerintah melalui Meutya Hafid turut angkat bicara. Ia menyampaikan sikap tegas terhadap konten yang dinilai bermasalah tersebut.

Menurut Meutya, video yang diunggah Amien Rais terkait hubungan antara Prabowo dan Teddy tidak berdasar.

Ia menyebutnya sebagai hoaks yang mengandung unsur fitnah dan ujaran kebencian, bahkan berpotensi menjadi serangan personal terhadap Presiden.

"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah serta mengandung ujaran kebencian," ungkap Meutya Hafid.

Lebih lanjut, pemerintah menilai konten tersebut berpotensi memecah belah masyarakat karena mengandung unsur provokasi. Oleh karena itu, langkah hukum pun disiapkan bagi siapa saja yang terlibat dalam penyebarannya.

"Siapapun yang membuat dan ikut mendistribusikan dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar telah melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE No. 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2)," pungkas Meutya.

Polemik Belum Usai

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Amien Rais terkait hilangnya video tersebut maupun respons keras dari pemerintah.

Namun satu hal yang pasti isu ini telah berkembang jauh melampaui sekadar kritik politik biasa.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kasus ini menjadi pengingat bahwa satu pernyataan dapat menjelma menjadi badai besar terutama ketika menyentuh figur-figur kunci dalam lingkar kekuasaan.

***

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.