Teks Misa Sore Minggu 3 Mei 2026 Hari Biasa Pekan V Paskah 
Gordy Donovan May 03, 2026 10:57 AM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa sore Minggu 3 Mei 2026 lengkap renungan harian Katolik.

Teks misa sore disiapkan untuk hari biasa Minggu V Paskah tahun A dengan warna liturgi putih.

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. 

Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. 

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM 

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 
U : Amin. 
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 
U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Hari ini kita merayakan Minggu Kelima dalam Masa Paskah. Bacaan-bacaan suci mengajak kita sekalian untuk percaya dan setia kepada Allah. Dalam bacaan pertama, para rasul merasa perlu mengangkat orang lain untuk melayani orang miskin yang terwakili oleh sosok para janda. Akhirnya terpilihlah tujuh diakon untuk membantu para janda sehingga para rasul dapat berkonsentrasi penuh dalam doa dan pelayanan lainnya.Dalam bacaan kedua, kita akan mendengarkan ajakan Rasul Petrus agar kita mempercayakan diri kita kepada Tuhan. Ia adalah batu penjuru, yang menentukan bangunan rumah hati kita. Rumah batin kita akan kuat jika kita memilih Yesus sebagai batu penjurunya. Kita jadikan Sabda-Nya sebagai pegangan hidup kita, yang mengkokohkan tembok tembok rumah hati kita. Selanjutnya dalam Injil, kita akan mendengarkan permintaan Yesus agar para murid tidak perlu khawatir dengan hidup mereka di dunia ini. Mereka memang harus berjuang tetapi kedekatan mereka dengan Tuhan Yesus akan menghantar mereka kepada keselamatan, sebab Yesus telah menjanji kan tempat mereka di surga. Semoga kita dekat dengan Tuhan agar kita pun layak untuk mendu duki tempat kita di surga kelak. (hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Saudara-saudari, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu Tuhan dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa,dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 
P : Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita. Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya 
serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera kepada kita. 
U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.] 

P : Kemuliaan kepada Allah di surga 
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya. 
P : Kami memuji Dikau, 
U : Kami meluhurkan Dikau. 
P : Kami menyembah Dikau, 
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar. 
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. 
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal. 
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa. 
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. 
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. 
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. 
U : Karena hanya Engkaulah kudus. 
P : Hanya Engkaulah Tuhan. 
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus. 
P : bersama dengan Roh Kudus, 
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Ya Allah, Engkau telah memberikan kami Yesus, Putra-Mu untuk menjadi batu penjuru bagi hidup kami. Dialah jalan, kebenaran dan hidup kami. Semoga kami selalu merenungkan Sabda-Nya agar iman kami kepada-Mu semakin teguh. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Kis. 6:1-7) 

L : Bacaan dari Kisah Para Rasul.

Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren (Mzm. 33:22) 
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,
seperti kami berharap kepada-Mu. 
 
Mzm. 33:1-2,4-5,18-19 

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi,bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! (Refren)

Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. (Refren)

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.(Refren)

09. BACAAN KEDUA (1Ptr. 2:4-9) 

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

10. ALLELUIA (Yoh. 14:6) 

P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan, *

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

11. INJIL (Yoh. 14:1-12) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Dalam perjamuan akhir, Yesus berkata, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakan nya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu Jalan ke situ."Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.
P : Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Saudara-saudari terkasih, kita barusan mendengarkan percakapan penuh makna antara Yesus dengan para murid-Nya dalam perjamuan akhir. Ada dua murid yang mewakili para murid lainnya dalam momen dari hati ke hati ini. Mari kita dalami apa yang diangkat oleh dua murid Yesus ini.Pertama, Thomas. Ia pasti merasa bingung dengan pen jelasan Yesus tentang jaminan hidup kekal. Yesus sen diri akan menyiapkan tempat di surga bagi mereka. Thomas mungkin merasa tertarik, dan ia ingin tahu bagaimana ia dapat berjalan ke tempat itu. Ia pasti tidak tahu. Itulah sebabnya, ia secara polos bertanya kepada Yesus. Jawaban Yesus sederhana saja karena Yesus meminta Thomas dan semua murid yang lain untuk percaya kepada-Nya. Ia adalah jalan. Kata-kata Nya adalah pedoman atau rambu-rambu menuju keselamatan itu. Boleh jadi, kita adalah Thomas yang ingin tahu jalan menuju kehidupan kekal. Yesus tidak memberikan awasan lain. Dia hanya menunjukkan bahwa apa yang telah dikatakan-Nya atau disabdakan-Nya, itulah yang menjadi rambu-rambu menuju ke keselamatan. Jika 
kita tidak pernah tahu akan Sabda Tuhan, bagaimana kitab isa tahu jalan menuju keselamatan, baik saat kini maupun kelak? Karena itu, marilah kita semakin rajin mengakrabi diri kita dengan membaca Kitab Suci agar kita tahu rambu-rambu atau petunjuk-petunjuk menuju kehidupan yang menyelamatkan.Kedua, Filipus. Filipus menyimak dengan baik kata-kata Yesus. Ia tahu Yesus sedang berbicara tentang Bapa yang mengutus Yesus. Namun, ia ingin sekali untuk mengetahui bagaimana model dari Bapa seperti yang disampaikan Yesus. Pertanyaannya memicu jawaban sederhana tetapi mendalam dari Yesus. Yesus mengatakan bahwa Ia dan Bapa itu satu. Segala yang diperbuat-Nya, itulah yang dikehendaki Bapa. Karena itu, ketika orang melihat Yesus, mereka juga sebenarnya melihat Bapa di surga. Yesus adalah cerminan dari Bapa sendiri. Kita bersyukur bahwa kita bisa mengetahui Bapa kita di surga melalui Yesus. Melalui Yesus, kita tahu bahwa Bapa pasti amat mencintai kita sekalian. Karena itu, Dia mengutus Yesus kepada kita. Kita bisa mempelajari Bapa kita melalui Sabda yang digemakan oleh Yesus. Itulah model Bapa kita, yang selalu mencintai kita sekalian. Mari kita berusaha untuk mendengarkan Yesus sehingga kita bisa menjadi penerus warta Yesus dan melalui kita orang dapat melihat Bapa yang di surga. Tuhan selalu memberkati kita sekalian.

13. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT 

P : Saudara-saudari terkasih, setelah dikuatkan dengan Sabda Yesus Kristus, tibalah saatnya kita 
menyampaikan doa-doa permohonan kepada Bapa di Surga. 
P : Bagi para gembala umat. Semoga Sri Paus, para Uskup, Imam yang telah dipilih untuk mengemban 
tugas pelayanan kepada umat sungguh menyadari dan menghayati tugas mereka sebagai pemimpin dan gembala yang baik bagi umat pilihan Allah. 
Marilah kita mohon….
P : Bagi mereka yang bersedia menjadi pelayan Allah. Semoga mereka diterangi ORh Kudus sehingga 
dengan sukarela mau berkorban bagi sesama. Semoga mereka selalu diberi kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam tugas pelayanan yang dipercayakan kepada mereka. Marilah kita mohon….
P : Bagi mereka yang sedang mengalami kegoncangan 
iman. Semoga Allah menerangi pikiran, menggerak kan hati, dan menguatkan iman mereka berkat 
pewartaan kabar keselamatan Semoga iman mereka dipulihkan dan dengan keyakinan hati yang baru, mereka menjalani kehidupan sehari-hari dalam kegembiraan sejati. Marilah kita mohon….
P : Bagi kita semua yang hadir dalam Perayaan Sabdaini. Semoga ajaran Kristus sungguh bertumbuh dan semakin berkembang di dalam diri kita dan menjiwai hidup dan karya kita. Marilah kita mohon….
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan 
permohonan pribadi kita masing-masing. 
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa yang mahakuasa, kami bersyukur karean Engkau telah menganugerahkan Yesus yang
hadir di tengah kami sebagai jalan, kebenaran, dankehidupan. Dengarkanlah dan kabulkanlah segaladoa dan permohonan kami, yang kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U : Amin

15. KOLEKTE 

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar]diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.]. 

16. DOA PUJIAN 

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]

P : Saudara-saudari yang terkasih!

Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup 
kita, sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka 
marilah kita memuji Dia dengan berseru:
Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami, bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaan-Mu dan memperbaiki cacat cela kami. 
Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kami menjadi domba yang tersesat dan tercerai berai, karena mau mengikuti kehendak sendiri. 
Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni 
Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa 
Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan bernyanyi:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Masa Paskah]

Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B). 

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan danumat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

18A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. 
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari 
yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin 
berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu 
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. 

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. 
Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
----------------------------------------------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati 
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

18B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri 
Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Dapat dilaksanakan Salam Damai. 
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. 
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari 
segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di 
sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya. 
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah 

20. MENDOAKAN MAZMUR 8 

Amin.

Mazmur 8 memang indah—ia membawa kita dari kekaguman atas alam semesta sampai pada kesadaran yang dalam bahwa manusia tetap diperhatikan dan dimuliakan oleh Tuhan.

Kalimat “apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?” terasa sangat manusiawi, tapi justru di situ letak penghiburannya: di tengah luasnya langit, bulan, dan bintang, Tuhan tetap memperhatikan hidup manusia dan memberi tanggung jawab serta martabat.

Doa penutupmu juga mengikat semuanya dengan baik, mengarahkan kembali kemuliaan itu kepada Allah Tritunggal.

Jika kamu mau, kita bisa lanjut merenungkan bagian tertentu dari Mazmur 8 ini atau menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

21. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari, perjalanan dua murid ke Emaus menunjukkan bahwa hidup kita selalu berada dalam lindungan Tuhan. Ketika hati kita terbuka terhadap Tuhan, maka kita akan dituntun untuk memahami hal-hal yang benar. Mari kita lanjutkan hidup kita dengan saling menolong dan saling meneguhkan. Tuhan akan hadir di tengah-tengah kita ketika kita saling menolong dan saling meneguhkan. 

22. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Ya Allah, kami berterimakasih atas pemeliharaan Mu bagi keluarga kami di tengah wabah virus ini. Semoga kami mampu meneladani jemaat perdana, untuk saling melayani dan membantu agar kami dapat keluar dari situasi ini. Semoga kami pun setia pada Kristus, yang adalah jalan, kebenaran dan hidup kami. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

23. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 
[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang 
kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda Hari Minggu Paskah kita ini sudah selesai, Alleluia, Alleluia.
U : Syukur kepada Allah, Alleluia, Alleluia.

24. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya. 
U : Amin. 

25. LAGU PENUTUP.

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.