Tampang 4 Pelaku Pembunuh Nenek Dumaris, 2 Pria Luka di Kaki, Polisi Ungkap Motifnya Siang Ini
Lisna Ali May 03, 2026 12:08 PM

TRIBUNPALU.COM - Pelarian komplotan pelaku yang diduga menghabisi nyawa nenek Dumaris Watu Sitio (60) akhirnya berakhir di tangan polisi.

Empat orang pelaku yang terdiri dari dua pria dan dua wanita diringkus di dua lokasi berbeda, yakni Aceh dan Sumatera Utara.

Kondisi para pelaku saat ditangkap menjadi sorotan, terutama dua pelaku pria yang terlihat tak berdaya dengan kaki dibalut perban.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026) malam.

“Alhamdulillah, tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan empat pelaku kasus curas yang mengakibatkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru,” ujarnya.

Dua pelaku dilaporkan tertangkap di wilayah Aceh Tengah, sementara dua lainnya diringkus di Kota Binjai.

Pihak kepolisian dijadwalkan akan menggelar konferensi pers mengungkap kronologi dan motif pada siang ini, Minggu (3/5/2026).

“Besok siang (hari ini) akan kami sampaikan secara rinci dalam jumpa pers terkait pengungkapan kasus ini,” tambah Kapolresta.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Minggu 3 Mei 2026, Emas Antam Stagnan, Lebih Rendah dari Pekan Lalu

Hubungan Pelaku dengan Korban

Salah satu pelaku yang identitasnya sudah mencuat ke publik adalah Anisa Florensia boru Tumanggor.

Anisa diketahui memiliki hubungan masa lalu dengan korban, yakni sebagai mantan menantu dari nenek Dumaris.

Ia merupakan mantan istri dari anak laki-laki korban yang berinisial A, yang kabarnya berkebutuhan khusus.

cctv642
Pembunuhan disertai perampokan terhadap wanita bernama Dumaris Sitio (60) di Pekanbaru, terekam CCTV. Korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Rabu (29/4/2026).

Dalam rekaman CCTV yang beredar, Anisa terlihat datang ke rumah korban dengan cara yang sangat tenang.

Bahkan, Anisa dan seorang rekan wanitanya sempat mencium tangan Dumaris saat pintu rumah dibuka.

Anisa pun masih terlihat berbincang dengan korban sebelum seorang pria muncul secara tiba-tiba dan menghantamkan kayu ke arah korban.

Dijerat Pasal Berlapis

Keempat pelaku kini telah ditahan untuk pemeriksaan intensif.

Polisi menegaskan akan menjerat mereka dengan pasal berlapis, yakni Pembunuhan berencana dan perampokan dengan kekerasan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta membenarkan soal penangkapan para pelaku.

"Alhamdulillah, tim gabungan Resmob, Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas (pencurian dengan kekerasan) yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru," ujar Kombes Muharman Arta dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026) malam.

Kombes Muharman mengatakan, empat pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda.

Mereka ditangkap di tempat persembunyiannya masing-masing.

"Dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah dan dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara," imbuhnya.

Muharman mengatakan informasi selengkapnya akan disampaikan pada konferensi pers besok.

"Besok siang akan ada jumpa pers terkait detail pengungkapan kasusnya," ujarnya.

Baca juga: Hubungan Panas Ahmad Dhani dengan Bos TV Dulu, Pernah Digugat Gegara Tuding Jadi Selingkuhan Maia

Ambil Barang Berharga

Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.

Barang-barang yang dilaporkan hilang di antaranya cincin kawin seberat 12 gram bertuliskan nama suami korban, cincin emas seberat 10 gram, uang tunai 400 dolar Singapura, satu unit handphone Samsung A55 5G, satu unit musik box, dan satu unit speaker.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh suami korban.

Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban untuk mengurus pajak kendaraan. Namun, korban memilih tetap tinggal di rumah.

Sekitar pukul 11.00 WIB, saat kembali, ia mendapati pintu rumah terbuka dan kondisi kamar sudah berantakan. 

Setelah mencari ke sejumlah ruangan, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dapur dengan luka di wajah dan bercak darah di sekitar kamar mandi.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.

Anak Sempat Datangi Rumah

Selain itu, polisi juga sempat mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A. 

Pasalnya, rekaman CCTV memperlihatkan A datang dengan sepeda motor pada momen peristiwa tersebut.

A sempat masuk ke dalam rumah. Namun tak lama keluar lagi.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, A mengaku tidak mengetahui bahwa ibunya sudah meninggal dunia. 

Saat datang ke rumah korban, A dibujuk oleh pelaku agar tidak masuk ke dalam rumah.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala.

Pemakaman Dipadati Pelayat

Sementara itu, Dumaris Sitio dimakamkan di TPU HKBP Rumbai pada Sabtu (2/5/2026).

Pemakaman diwarnai isak tangis pelayat sejak pemberangkatan jenazah dari rumah duka di Jalan Kurnia II menuju TPU.

Prosesi adat pun tampak dipadati ratusan pelayat yang menyampaikan belasungkawa atas kepergian Dumaris untuk selamanya. 

Suami korban, Salmon Meha, tampak terpukul. Tiga anak almarhumah hanya bisa tertunduk, sesekali menangis di pelukan keluarga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.