Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Madchan Jazuli
TRIBUNJAITIM.COM, TRENGGALEK - Atlet eFootball Mobile, Yanuar Bima Nugraha Hadi, sukses menyabet prestasi lolos ke babak final offline Indonesia Cup 2026 cabang eFootball Mobile.
Atlet muda kelahiran 14 Januari 2002 yang kini berusia 24 tahun dan berasal dari Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, ini menjadi salah satu wakil daerah sukses bersaing di tingkat nasional.
Baca juga: Picu Ancaman Kesehatan, El Nino Godzilla Bisa Tingkatkan Risiko ISPA hingga Gagal Ginjal
Dalam keterangannya, babak kualifikasi awal dimulai selama empat hari, yaitu mulai 23–26 April 2026 pukul 19.00–23.00 WIB.
Bima menjelaskan, perjalanannya menuju babak final tidak berjalan mudah.
Di hari pertama, dirinya sempat berada di posisi 40, kemudian turun ke 75 pada hari kedua.
"Tantangan terberat manakala hari ketiga, saat peringkatnya anjlok ke posisi 427. Gegara gangguan jaringan karena cuaca hujan yang cukup deras," ulas Yanuar Bima Nugraha Hadi, Jumat (1/5/2026).
Kendati sempat terpuruk, ia tidak putus asa.
Momen hari terakhir, Bima berupaya bermain lebih fokus serta konsisten demi mengejar posisi.
"Jam 22.00 saya masih di peringkat 93, dan saat deadline pukul 23.00, akhirnya saya berhasil mengunci posisi 118. Rasanya sangat bersyukur karena bisa masuk 256 besar dari ribuan peserta se-Indonesia," paparnya.
Keberhasilan ini mengantarkan Bima menuju babak final offline yang akan digelar di Atrium Circle, Summarecon Mall Serpong, Tangerang, pada tanggal 9-10 Mei 2026.
Pihak penyelenggara juga menyediakan akomodasi hotel bagi peserta finalis.
Namun, perjalanan menuju venue tetap menjadi tantangan tersendiri.
"Kendala terbesar adalah jarak yang cukup jauh dari Trenggalek ke Tangerang, sehingga membutuhkan persiapan transportasi, biaya, dan waktu perjalanan yang matang," paparnya.
Menghadapi babak final, Bima memasang target tinggi, "Target saya tentu ingin masuk 3 besar dan menjadi juara," jelasnya.
Motivasi utama dirinya mengikuti ajang ini tidak hanya untuk mencari pengalaman, tetapi juga sebagai pembuktian diri.
"Saya ingin mengasah skill dan membuktikan bahwa saya mampu bersaing dengan player-player terbaik di Indonesia. Saya percaya dengan usaha dan kerja keras, anak daerah juga bisa bersaing bahkan menjadi yang terbaik," ungkapnya.
Lebih jauh, Bima berharap Indonesia Cup dapat terus konsisten diselenggarakan setiap tahun agar menjadi wadah lahirnya atlet-atlet eFootball potensial.
"Mudahan-mudahan event seperti ini terus berkembang, menjaring lebih banyak talenta baru, dan bisa memotivasi player eFootball khususnya dari Kabupaten Trenggalek agar terus berlatih, berkembang, serta berani menunjukkan kemampuan terbaiknya," tandasnya.
Sebagai informasi, turnamen bergengsi ini diinisiasi oleh Indonesian Football e-League.
Sebagai salah satu ajang terbesar bagi komunitas eFootball nasional, dengan mempertandingkan dua nomor yaitu eFootball Mobile dan eFootball Console.
Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 5.700 peserta seluruh penjuru Indonesia sejak babak kualifikasi online.
Dari jumlah itu, hanya 256 peserta Mobile dan 32 peserta Console yang berhasil melaju ke babak final offline.
Bima sukses mengamankan tiket final setelah finis di peringkat 118 dari 256 peserta Mobile.