Jemaah Haji Hamil asal Lamongan Dipulangkan ke Daerah Jelang Terbang, Suami Merelakan
Dyan Rekohadi May 03, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Salah satu jemaah haji perempuan asal Lamongan dipulangkan karena dalam kondisi hamil di bawah usia kehamilan yang diperbolehkan terbang.

Yang bersangkutan diketahui hamil dalam usia 6-7 Minggu.

Jemaah yang tergabung dalam Kloter 36 Embarkasi Surabaya itu rencananya terbang pada Jumat, 1 Mei 2026 siang.

Jemaah haji asal Lamongan itu sebenarnya pergi haji bersama suaminya.

Namun dengan kondisi kehamilan itu, suaminya mengizinkan istrinya tinggal dan kembali ke kampung halaman.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Asadul Anam menyampaikan bahwa jemaah yang hamil sudah berusia 43 tahun.

"Jemaah hamil ini batal pergi haji," kata Anam, Minggu (3/5/2026).

Kehamilan jemaah itu terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan di Embarkasi Surabaya.

Saat pemeriksaan awal di daerah asal di Lamongan, jemaah tersebut belum dalam keadaan hamil.

"Kehamilannya usia 7 minggu sehingga dinyatakan tidak laik terbang sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan ini  sudah diterima yang bersangkutan. Suaminya juga rela dan sang suami pergi sendiri," jelas Anam.

Baca juga: 10 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Tunda Terbang karena Sakit

 

Jemaah Sakit Dipulangkan

Selain ibu hamil, ada salah satu jemaah asal Pasuruan juga terpaksa batal berangkat dan dipulangkan karena sakit. Kondisinya tidak memungkinkan untuk terbang.

Jemaah asal Pasuruan yang gagal berangkat karena kondisi kesehatannya ini tergabung dalam kloter 6.

Dia sudah berusia 73 tahun dan sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Haji.


Sampai saat ini jumlah jemaah embarkasi Surabaya yang sudah diberangkatkan ke tanah suci mencapai 13.657 orang dalam 36 kloter.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Anam mengatakan saat ini ada sembilan orang yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Baca juga: Drama Haji di Lamongan, Gagal Berangkat Gara Gara Pelunasan Tak Tercatat  Dalam Sistem

 

Fisik Prima

Anam mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima karena banyak kegiatan yang membutuhkan tenaga.

Dia mencontohkan kasus tahun sebelumnya, di mana ada jemaah yang sudah dinyatakan layak berangkat namun akhirnya mengalami kelahiran prematur karena kondisi fisik yang kurang terjaga.

“Kita sampaikan kepada seluruh calon jemaah bahwa ini adalah kegiatan yang mengandalkan tenaga. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain itu, ia juga memberikan informasi terkait kondisi cuaca di Tanah Suci yang perlu diwaspadai. Saat ini suhu di Madinah berkisar 36 derajat celcius seiring dengan peralihan musim dari dingin ke panas. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.