Tragis Bocah 5 Tahun Anak Panti Tewas di Dalam Mobil Terparkir, Ditinggal Pengasuh ke Pesta
muh radlis May 03, 2026 11:55 AM

 

TRIBUNJATENG.COM - Peristiwa memilukan terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ketika seorang anak perempuan berusia 5 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari.

Kasus ini kini dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Insiden tersebut terjadi di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, pada Sabtu (2/5/2026).

Korban diketahui berinisial FM (5), merupakan anak dari Panti Asuhan Al Ikhlas yang telah diasuh sejak bayi.

Baca juga: 4 Pelaku Pembunuhan Nenek Dumaris Ditangkap, Terungkap Eks Menantu Terlibat

 

Ditinggal Pengurus Saat Hadiri Acara

Berdasarkan informasi awal, korban berada di dalam mobil yang ditinggalkan oleh salah satu pengurus panti asuhan.

Saat itu, pengurus tersebut menghadiri sebuah acara peresmian perusahaan, sementara kendaraan terparkir di area terbuka bersama mobil lainnya.

Kondisi panas diduga menjadi faktor yang memperparah situasi di dalam kendaraan.

 

Ditemukan Tak Bernyawa

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 13.06 WITA setelah adanya laporan dari warga dan pihak rumah sakit.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Hermina Kendari untuk pemeriksaan awal sebelum proses lanjutan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Welliwanto Malau, membenarkan kejadian tersebut.

“Iya ada, Tim Inafis sudah berada di TKP,” ungkapnya Sabtu (2/5/2026).

 

Dugaan Kekurangan Oksigen

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sejumlah indikasi yang sedang didalami oleh penyidik.

Salah satunya adanya busa di sekitar lokasi kejadian.

"Kami menemukan busa di TKP. Dari hasil visum luar oleh dr. Hermina, ada kebiruan di wajah, kemungkinan besar karena kehabisan napas," ungkapnya saat ditemui di RS Bhayangkara Kendari, Sabtu (2/5/2026).

Temuan tersebut mengarah pada dugaan korban mengalami kekurangan oksigen saat berada di dalam mobil yang tertutup.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian, pihak kepolisian berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk dinas sosial dan pengelola panti asuhan.

Autopsi dilakukan di RS Bhayangkara Kendari sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Atas perintah pimpinan, kami melakukan autopsi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Saat ini proses autopsi sedang berlangsung dan diperkirakan memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam," tambah mantan Kasat Reskrim Polresta Bengkulu.

Lanjut, hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi, termasuk pemilik panti asuhan tempat korban tinggal. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.