Profil Bos Green SM, Konglomerat Terbesar di Vietnam, Masuk Orang Terkaya Asia, Hartanya Rp64,1 T
Rusaidah May 03, 2026 12:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Polisi memeriksa sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP, yang kendaraannya diduga menjadi pemicu awal insiden kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan taksi listrik dan rangkaian kereta api.

Green SM alias 'Taksi Hijau' diduga menjadi pemicu tabrakan antara KRL Commuter Line oleh Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di perlintasan Bulak Kapał, Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026).

Benturan beruntun tersebut menyebabkan dampak yang sangat besar, dengan 16 penumpang dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Nasib Sopir Taksi Hijau, Mobilnya Diduga Pemicu Kecelakaan KRL Bekasi, Ternyata Baru 2 Hari Bekerja

Pasca kejadian, Green SM Indonesia akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan armadanya dalam insiden tabrakan beruntun di perlintasan Bulak Kapal, Bekasi Timur.

Dalam keterangan yang dipublikasikan, Green SM menegaskan pihaknya menaruh perhatian penuh terhadap kejadian di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu unit kendaraan taksi listrik dan kereta yang melintas.

“Pada saat kejadian, tidak terdapat penumpang di dalam kendaraan, dan mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan,” bunyi pernyataan resmi perusahaan, Selasa (28/4/2026).

TAKSI HIJAU TERTABRAK – Taksi Green SM tertabrak kereta Commuter Line di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026).
TAKSI HIJAU TERTABRAK – Taksi Green SM tertabrak kereta Commuter Line di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026). (Facebook Yuyu Wahyuni/Akun X TMC Polda Metro Jaya)

Insiden tersebut diketahui berujung pada tabrakan beruntun antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek, yang menyebabkan korban jiwa dan puluhan luka-luka.

Green SM menyatakan saat ini tengah berkoordinasi aktif dengan pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Baca juga: Digerebek Istri di Kamar Kos, Wakil Dekan UIN Sultan Thaha Jambi Dicopot dari Jabatannya

Perusahaan juga menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasionalnya.

“Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan. Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut seiring dengan tersedianya data kronologi yang telah terverifikasi,” demikian pernyataan penutup Green SM.

Profil Pemilik Green SM 

Di balik operasionalnya, Green SM merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan yang didirikan oleh pengusaha asal Vietnam, Pham Nh t Vư ng.

Pham Nh t Vư ng adalah seorang pengusaha sukses asal Vietnam yang dikenal sebagai pendiri dan pemilik Vingroup, salah satu konglomerat terbesar di Vietnam.

Berikut adalah beberapa informasi tentang Pham Nh t Vư ng:

Biodata Pham Nh t Vư ng

Nama Lengkap: Pham Nh t Vư ng
Tanggal Lahir: 5 Agustus 1968
Tempat Lahir: Hanoi, Vietnam
Pendidikan: Pham Nh t Vư ng belajar di Universitas Teknologi Kyiv, Ukraina, di mana ia memperoleh gelar di bidang teknik geologi.
Karier: Vư ng pertama kali meraih kesuksesan besar di Ukraina pada awal 1990-an dengan bisnis makanan cepat saji yang bernama "Mivina," yang akhirnya dijual ke perusahaan besar asal Ukraina, membuka jalan baginya untuk kembali ke Vietnam dan memulai usaha baru.

Harta Kekayaan

Menurut laporan Forbes, Pham Nh t Vư ng termasuk salah satu orang terkaya di Vietnam dengan kekayaan sekitar 4 miliar dolar AS atau setara Rp64,1 triliun.

Kekayaan tersebut berasal dari kesuksesannya membangun Vingroup, termasuk melalui ekspansi VinFast ke pasar global.

Pham Nh t Vư ng sering dianggap sebagai orang terkaya di Vietnam dan sering masuk dalam daftar orang terkaya di Asia.

Baca juga: Cuma Sampai 11 Mei, BTN Buka Lowongan Jalur Karyawan Tetap, S1 Semua Jurusan, Ini Link Daftarnya

Pada tahun 1993, Pham Nh t Vư ng kembali ke Vietnam dan mendirikan Vingroup, yang awalnya terlibat dalam sektor real estate, tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang termasuk otomotif, teknologi, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.

Vingroup terkenal dengan produk otomotifnya, VinFast, yang bertujuan untuk menjadi produsen mobil dan kendaraan listrik global.

VinFast diluncurkan pada tahun 2017 dan telah berkembang pesat.

Selain itu, Vingroup memiliki berbagai anak perusahaan yang beroperasi dalam sektor ritel, seperti VinMart, pusat perbelanjaan, serta pengembangan properti seperti VinHomes, dan layanan kesehatan dengan Vinmec.

Pada 2021, kekayaannya diperkirakan mencapai miliaran dolar AS, sebagian besar berasal dari kesuksesannya dengan Vingroup dan VinFast.

Sebagai salah satu pengusaha paling terkemuka di Vietnam, Vư ng juga terlibat dalam beberapa kegiatan filantropis, terutama dalam mendukung pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi di Vietnam.

Pham Nh t Vư ng dikenal sebagai sosok yang memiliki visi besar untuk masa depan Vietnam dan memainkan peran penting dalam perkembangan ekonomi dan industri di negara tersebut.

Layanan taksi listrik Xanh SM mulai menarik perhatian publik, termasuk di Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), yang didirikan oleh pengusaha ternama Vietnam, Pham Nh t Vư ng.

Sebagai anak usaha dari VinFast, seluruh operasional Xanh SM menggunakan armada kendaraan listrik, salah satunya model VinFast VF e34. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari ambisi besar Vingroup dalam mengembangkan transportasi ramah lingkungan berbasis listrik.

Pham Nh t Vư ng meluncurkan GSM pada 6 Maret 2023 sebagai perusahaan yang fokus pada penyewaan kendaraan listrik dan layanan mobilitas modern. GSM menyediakan layanan pemesanan taksi listrik serta penyewaan mobil dan sepeda motor listrik dalam skala besar.

Dalam pengembangannya, GSM telah menyiapkan sekitar 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor listrik yang diproduksi langsung oleh VinFast. Perusahaan ini juga didukung oleh lebih dari 80.000 karyawan yang tersebar di berbagai negara.

VinFast sendiri tidak hanya beroperasi di Vietnam dan Indonesia, tetapi juga telah berinvestasi di Amerika Serikat serta berencana memperluas bisnis ke India, Malaysia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, hingga Eropa.

Dari sisi spesifikasi, VinFast VF e34 yang digunakan sebagai armada Xanh SM memiliki dimensi panjang 4,3 meter, lebar 1,7 meter, dan tinggi 1,6 meter. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 41,9 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 277 kilometer dan dapat diisi cepat dalam waktu sekitar 27 menit.

Performa kendaraan ini juga cukup mumpuni untuk penggunaan perkotaan, dengan tenaga maksimal 149 tenaga kuda dan torsi mencapai 242 Nm. Selain itu, fitur keselamatan yang disematkan cukup lengkap, mulai dari ABS, ESC, hingga sistem bantuan pengemudi seperti blind spot detection dan kamera 360 derajat.

Untuk menggunakan layanan Xanh SM, pengguna dapat mengunduh aplikasi resminya, melakukan registrasi, lalu memesan perjalanan seperti layanan transportasi online pada umumnya. Selain itu, pemesanan juga dapat dilakukan melalui hotline resmi perusahaan.

Baca juga: Baru Rayakan Ultah ke-25, Curhat Terakhir dr Myta Aprilia Jadwal Jaga Padat Dokter Internship RSUD

Dengan konsep ramah lingkungan dan dukungan teknologi kendaraan listrik, Xanh SM menjadi bagian dari transformasi transportasi modern. Namun, di Indonesia, nama layanan ini juga tengah menjadi sorotan menyusul insiden kecelakaan di Bekasi Timur yang melibatkan armada taksi listrik dan kereta api.

Publik kini menantikan hasil investigasi resmi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut, sekaligus menilai sejauh mana standar keselamatan dalam operasional transportasi berbasis listrik di Tanah Air.

Polisi Periksa Manajemen Taksi Green SM 

Polda Metro Jaya akan memanggil manajemen taksi listrik Green SM untuk diperiksa terkait kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menuturkan rencana pemeriksaan besok hari.

"Pada Senin mendatang, penyidik  akan meminta keterangan dari pihak Taxi Green," ungkapnya kepada wartawan Minggu (3/5/2026).

KECELAKAAN KERETA API – Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Higga kini ada tujuh orang yang meninggal dunia.
KECELAKAAN KERETA API – Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Higga kini ada tujuh orang yang meninggal dunia. (Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra)

Pemeriksaan terhadap manajemen Green SM untuk mengetahui sistem rekrutmen terhadap calon sopir.

"Kami ingin lihat bagaimana sih SOP menerima seseorang menjadi calon seorang sopir taksi online, tentang bagaimana regulasi-regulasinya, sistem manajemen dari pelayanan yang dilakukan dari manajemen taksi online ini kita akan kaji bersama-sama,” ujar Kabid.

Penyidik juga berencana memanggil dari unsur pemerintah yang mengelola perlintasan kereta.

"Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga diminta keterangan guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," papar Kombes Budi.

Total sudah 31 saksi yang diperiksa termasuk sopir taksi listrik perihal kecelakaan kereta di perlintasan sebidang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.

Sopir Diperiksa 2 Kali

Sopir berinisial RRP itu diperiksa sebanyak dua kali pada Selasa dan Rabu 28-29 April 2026 di Polres Metro Bekasi Kota.

Yang bersangkutan saat ini masih berstatus sebagai saksi.

Hasil pemeriksaan terungkap ternyata sopir tersebut baru bergabung dengan perusahaan taksi listrik Green SM selama 2 hari sebelum insiden kecelakaan yang menewaskan belasan orang itu terjadi atau tepatnya pada 25 April 2026.

Selama 2 hari bekerja, RRP mengaku mendapat pelatihan singkat sebelum memulai mengemudikan kendaraan listrik tersebut yakni hanya sehari.

Pelatihan tersebut meliputi teknik dasar dalam mengemudikan kendaraan.

Fakta tersebut menjadi sorotan mengingat kecelakaan bermula ketika taksi listrik Green SM yang dikemudikan RRP mogok di perlintasan rel Bulak Kapal, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.

Tidak hanya dari Green SM, polisi juga sudah memeriksa saksi dari PT KAI.

Baca juga: Histeris Suami, Ditinggal Urus Pajak, Istrinya Dumaris Ditemukan Tewas Tertelungkup di Dapur 

Saksi dari PT KAI yang diperiksa antara lain Kapusdal, kedua PPKA, ketiga petugas sinyal, keempat masinis KRL Commuter, kelima masinis KA Argo Bromo Anggrek, keenam asisten masinis Argo Bromo Anggrek, dan yang ketujuh pengendali.

“Ini proses permintaan keterangan masih berlangsung, kita tunggu bersama-sama dan kami Polda Metro Jaya tetap akan menangani secara prosedural, profesional, dan akuntabel,” tambah Kombes Budi.

16 Korban Tewas

Kecelakaan terjadi antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Polda Metro Jaya menyampaikan korban meninggal dunia atas insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur bertambah.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan Rabu (29/4/2026).

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang, kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ungkapnya.

Baca juga: Sosok Myta Aprilia, Dokter Internship yang Viral Sakit Tanpa Istirahat Tugas Jaga Meninggal Dunia

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Myta Aprilia Dokter Internship yang Viral Sakit Tanpa Istirahat Tugas Jaga

Korban meninggal dunia diketahui sempat dirawat di ruang ICU RSUD Bekasi.

Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban.

"Ini menjadi keprihatinan kita bersama saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi.

(TribunTangerang/Tribunnews.com/Reynas Abdila/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.