TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, meluncurkan buku Muatan Lokal Bahasa Moi Kelim sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.
Peluncuran dirangkai dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Suku Moi Tolak Alih Fungsi Sungai Warsamson Jadi Bendungan Penyuplai KEK Sorong
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Andreas Tea, mengatakan, Kabupaten Sorong memiliki beragam suku besar, antara lain Moi Kelim, Moi Klabra, Moi Salkma, Moi Egi, dan Moi Maya.
Pada tahap awal ini pemerintah daerah memfokuskan pengembangan pada Bahasa Moi Kelim karena saat ini mulai menurun, terutama kalangan generasi muda.
"Bahasa Moi Kelim makin kurang dimengerti generasi sekarang karena pengaruh budaya luar dan percampuran masyarakat," ujar Andreas.
Sebagai langkah konkret, lanjutnya, pemerintah daerah menyusun buku muatan lokal yang dirancang sebagai bahan ajar dasar untuk memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada peserta didik.
Buku tersebut dapat digunakan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sehingga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelajar.
"Ini merupakan bahan ajar pemula yang bisa digunakan untuk SD SMP dan SMA agar anak-anak sejak dini mengenal bahasa daerahnya,” katanya.
Baca juga: DPR Kota Sorong Terima Aspirasi Raperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Moi Kelim
Melalui program muatan lokal, lanjut Andreas, pemerintah berharap bahasa dan budaya Moi Kelim tetap terjaga serta tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.
"Buku Bahasa Moi Kelim diharapkan menjadi awal dari pengembangan muatan lokal bahasa daerah lainnya di Kabupaten Sorong, sehingga kekayaan budaya Papua Barat Daya dapat terus dilestarikan oleh generasi mendatang," ucap Andreas. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)