SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ajang Miss Grand Jawa Timur 2026 menetapkan Gista Alisa sebagai pemenang pada malam final yang berlangsung di Graha Unesa Surabaya, Sabtu (2/5/2026).
Sosok pemenang diharapkan mampu merepresentasikan perempuan Jawa Timur yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan karakter kuat sebagai beauty brand ambassador.
Dalam sesi malam final, sebanyak 11 finalis menampilkan versi terbaik mereka melalui sesi speech, sesi catwalk, maupun tanya jawab dengan para dewan juri.
Baca juga: Deretan Finalis Tampil Memukau Di Preliminary Show Miss Grand Jatim 2026
Babak penyisihan dilakukan mulai menyaring enam besar hingga tiga besar dan dipilih lah satu nama sebagai pemenang.
“Saat berhadapan dengan kesalahan, kita tidak bisa mementingkan sebuah citra karena kita melihat bagaimana keberaniaan mengakui masalah. Citra bisa dibangun kembali, namun mengaku kesalahan hanya bisa lahir dari tanggung jawab dan kejujuran. Jika saya dihadapkan dengan kesalahan tersebut, maka saya akan dengan rendah hati meminta maaf dan mengevaluasi kesalahan saya. Karena saya percaya, kepercayaan publik tidak hanya dibentuk dari kesempurnaan melainkan dari tanggung jawab dan kejujuran,” ungkap Gista Alisa dalam sesi tanya jawab di malam final Miss Grand Jawa Timur 2026.
Gista Alisa dinilai layak meraih gelar tersebut setelah menunjukkan performa konsisten selama masa karantina.
“Kami ingin memberikan satu citra seorang wanita Jawa Timur yang memang mumpuni, memiliki integritas, wawasan luas dan bisa membawa nama Jawa Timur melambung di kancah nasional dan internasional,” sebut Ketua Dewan Pembina Miss Grand Jawa Timur 2026, Arie Hidayat kepada SURYA.CO.ID usai acara.
Baca juga: Finalis Miss Grand Jatim 2026 Mulai Karantina, Digembleng Publik Speaking Dan Koreografi
Arie menyebut, penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kemampuan public speaking, attitude, catwalk, hingga performa dalam berbagai sesi kegiatan dan penampilan.
Gista juga dinilai mampu membawakan setiap busana dengan sangat baik.
Lebih dari sekadar penampilan, dewan juri menekankan bahwa aspek wawasan, integritas, serta kepribadian menjadi faktor utama.
Dalam proses penilaian, dewan juri tidak hanya melihat performa di malam final.
Sebagian besar penilaian justru dilakukan selama masa karantina, termasuk bagaimana para finalis berinteraksi, beradaptasi, serta menjalani berbagai rangkaian kegiatan seperti makeover hingga pembawaan diri di berbagai kesempatan.
“Malam final hanya mencakup sekitar 30 persen dari total penilaian. Selebihnya kami melihat proses mereka sejak awal karantina hingga hari ini,” ujar Arie.
Seluruh penilaian tersebut kemudian dirangkum untuk menentukan satu sosok terbaik yang dinilai paling siap menjadi representasi Jawa Timur.
Ke depan, sebagai Miss Grand Jawa Timur 2026, Gista Alisa akan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional di Jakarta, bersaing dengan para pemenang dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dewan Pembina berharap Gista Alisa mampu meraih hasil terbaik dan melangkah hingga tingkat internasional.
Jika berhasil menjuarai ajang nasional, Gista berkesempatan mewakili Indonesia di kompetisi internasional yang tahun ini direncanakan berlangsung di India.
Untuk penyelenggaraan di Jawa Timur sendiri, ajang Miss Grand Jawa Timur tahun ini menjadi gelaran yang kedua kalinya.
“Harapannya tentu bisa menang di tingkat nasional agar dapat melangkah ke panggung internasional dan membawa nama Jawa Timur maupun Indonesia,” ujar Arie.