POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, ikut serta dalam penerbangan perdana maskapai Scoot rute Singapura–Belitung yang sukses mendarat di Bandara H.AS. Hanandjoeddin, Belitung, Minggu (3/5/2026).
Hotma mengungkapkan pengalaman terbang langsung dari Singapura ke Belitung masih terasa sangat pagi. Ia bahkan harus bangun sejak dini hari.
Sebab, pesawat dijadwalkan terbang dari Singapura pukul 05.45 waktu Singapura dan tiba di Belitung pukul 06.15 WIB.
“Tadi saya sendiri bangun jam 3 pagi untuk ikut pesawat jam 05.45. Tapi nanti pelan-pelan kita coba usahakan supaya lebih nyaman untuk turis,” jelasnya kepada awak media.
Menurutnya, durasi penerbangan dari Singapura ke Belitung relatif singkat, yakni sekitar 50 menit.
Selama perjalanan juga lancar dengan pelayanan yang baik dari pihak maskapai.
“50 menit saja, pesawatnya juga nyaman, cukup baru, pesawatnya masih bagus. Dan memang mereka dikenal punya servis yang baik,” ungkapnya.
Ia menilai penerbangan tersebut memang sangat pagi, namun hal itu wajar untuk penerbangan perdana.
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah membuka rute penerbangan terlebih dahulu, sementara aspek lain seperti jadwal akan disesuaikan secara bertahap.
Ia menambahkan, penyesuaian jadwal sangat mungkin dilakukan ke depan, terutama jika dari sisi bisnis dinilai menguntungkan.
“Kalau memang secara bisnis memungkinkan, bisa saja digeser waktunya supaya tidak terlalu pagi,” ucapnya.
Selain itu, ia mengapresiasi kelancaran proses kedatangan, mulai dari penerbangan hingga pelayanan di Bandara H.AS. Hanandjoeddin.
Terutama pelayanan dari para pemangku kepentingan terkait, mulai dari bandara, imigrasi, bea cukai, dan karantina.
“Kita juga berterima kasih karena hari ini berjalan lancar, mulai dari penerbangan sampai proses imigrasi dan bea cukai,” katanya.
Menurutnya, kenyamanan wisatawan menjadi hal penting agar Belitung memberikan kesan positif bagi turis mancanegara.
Ia menjelaskan, saat ini Scoot tengah menyesuaikan jadwal dengan berbagai destinasi di Indonesia.
“Memang ini masih sangat pagi sekali, karena mereka mencoba menyesuaikan dari sekian destinasi, kurang lebih ada 10 lebih destinasi di Indonesia,” jelasnya.
Ke depan, rute penerbangan ini disebut akan terus dikembangkan. Bahkan, maskapai juga berencana membuka rute baru ke Pontianak.
Dalam konteks pariwisata, Dubes menilai Belitung memiliki potensi besar, terutama bagi wisatawan yang datang melalui Singapura.
Selain memiliki destinasi yang bagus, jarak terbang yang singkat sekitar 50 menit membuat Belitung berpotensi besar terhubung dengan Singapura.
Ia menjelaskan, wisatawan yang berkunjung ke Singapura tidak hanya berasal dari negara tersebut, tetapi juga dari berbagai negara lain yang dapat melanjutkan perjalanan ke Belitung.
“Karena turis itu bukan hanya orang Singapura saja, tapi orang-orang dari berbagai negara yang berlibur ke Singapura. Ketika masih ada waktu, mereka bisa ke sini 3 hari,” katanya.
Hotma optimistis, dengan adanya penerbangan langsung ini, Belitung akan semakin diminati wisatawan mancanegara.
“Kita optimis bahwa Belitung ini akan menjadi salah satu destinasi yang diminati masyarakat dunia, khususnya dengan adanya alternatif penerbangan dari Singapura,” katanya.
(posbelitung.co/dede suhendar)