TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Buleleng menargetkan mampu mempertahankan gelar juara umum pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Optimisme ini muncul seiring status Buleleng sebagai tuan rumah dalam ajang olahraga multi-event tersebut.
Ketua PTMSI Buleleng, Made Lestariana, menegaskan bahwa target ini bukan hanya menjadi tanggung jawab cabang olahraga, melainkan seluruh elemen di Kabupaten Buleleng.
"Porprov 2027 dilaksanakan di Buleleng, sebagai tuan rumah tentu menjadi tekad dan komitmen kita bersama. Bukan hanya insan olahraga, tetapi juga pemerintah dan masyarakat. Harapan kita bisa sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi," ujarnya, Minggu 3 Mei 2026.
Baca juga: Wali Kota Denpasar Jaya Negara Resmi Buka Tenis Meja Proton Cup IV Tahun 2026
Menurutnya, untuk mewujudkan target tersebut dibutuhkan kerja sama dan kekompakan semua pihak.
Ia mengajak seluruh komponen untuk bersatu demi menjaga tradisi prestasi yang telah diraih selama ini.
"Kita harus bergandengan tangan, bersatu padu, bahu-membahu untuk mewujudkan harapan bersama," tegasnya.
Dalam upaya mempertahankan dominasi, PTMSI Buleleng juga mewaspadai sejumlah daerah kuat yang selama ini menjadi rival utama di cabang olahraga tenis meja. Seperti Gianyar, Denpasar, Badung, dan Klungkung.
"Selama ini kita memang bersaing ketat dengan mereka," jelas Lestariana.
Dari sisi prestasi, tenis meja Buleleng memiliki catatan membanggakan.
Dalam dua edisi Porprov terakhir, yakni tahun 2022 dan 2025, atlet tenis meja Buleleng berhasil meraih gelar juara umum.
Tak hanya di tingkat daerah, atlet tenis meja Buleleng juga membuktikan kualitas di level nasional.
Bahkan, untuk pertama kalinya Bali meraih medali emas dan perunggu di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) melalui kontribusi atlet asal Buleleng.
"Prestasi di Porprov kita dua kali juara umum. Kemudian di PON, atlet Buleleng juga menyumbangkan medali emas dan perunggu untuk Bali," ungkapnya.
Sejumlah atlet andalan masih menjadi tulang punggung tim Buleleng, di antaranya Komang Sugita, I Putu Tedja Lajuardi, Kadek Bryan Dharma Wangsa. Sedangkan di putri ada Made Sisca Pratiwi, serta Nindi yang kini sedang berkembang pesat.
Di sisi lain, Lestariana yang kembali terpilih memimpin PTMSI Buleleng untuk periode 2026–2030 menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyiapkan regenerasi atlet.
Ia mengusung konsep “CERIA” dalam pengembangan organisasi, yakni Cerdas, Integritas, dan Adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk sport science.
"Ke depan kita ingin membangun tata kelola organisasi yang lebih baik, sekaligus memastikan regenerasi atlet berjalan berkesinambungan agar prestasi tidak terputus," jelas pria yang juga Dirut Perumda Tirta Hita (PDAM) Buleleng ini.
Ia menambahkan, berbagai masukan dari klub-klub tenis meja di Buleleng menjadi prioritas dalam penyusunan program kerja ke depan, untuk membangun organisasi yang semakin baik. Sehingga bisa menghasilkan prestasi yang lebih cemerlang.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova A. Putra, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik sebagai fondasi utama dalam mencetak prestasi olahraga.
"Organisasi yang baik itu programnya digodok dengan baik, metode pelatihannya juga jelas. Sehingga output-nya adalah prestasi atlet. PTMSI selama ini sudah menunjukkan prestasi yang sangat baik, baik di tingkat Bali maupun nasional," ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian bersejarah atlet tenis meja Buleleng di ajang PON yang berhasil meraih medali emas, serta keberhasilan mempertahankan juara di Porprov.
"Ke depan, apalagi di Porprov 2027 kita sebagai tuan rumah, kita harus bisa mendominasi. Atlet-atlet kita harus mampu naik podium," tegasnya.
Terkait sarana dan prasarana, Nova mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk melakukan pembenahan venue. Termasuk gedung tenis meja yang dinilai sudah tidak representatif.
Ia menegaskan sudah ada pemetaan dari pemerintah daerah, baik dari Disdikpora maupun PUPR. Gedung PTMSI rencananya akan direhab dan diperluas agar lebih representatif.
"Ini bagian dari persiapan Porprov 2027," jelasnya.
Ia menambahkan, KONI akan terus berperan sebagai fasilitator dalam menjembatani kebutuhan cabang olahraga dengan pemerintah daerah.
"Kami akan terus berkomunikasi dan memfasilitasi agar seluruh pengkab, termasuk PTMSI, bisa mempersiapkan diri dengan maksimal," tandasnya. (mer)