Henry Doumbia Diduga Jadi Korban Rasis saat Lawan Persib, Bhayangkara FC Lapor ke Komdis PSSI
Daniel Tri Hardanto May 03, 2026 01:39 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC resmi melaporkan dugaan aksi rasis yang menimpa salah satu striker mereka, Henry Doumbia.

Insiden tersebut terjadi di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, saat Bhayangkara FC melakoni laga pekan ke-30 kontra Persib Bandung, Kamis (30/4/2026). 

Aksi tersebut lantas berbuntut pada perdebatan panas antara kapten Bhayangkara Presisi Lampung FC, Wahyu Subo Seto, dengan pemain Persib Bandung pasca pertandingan, di mana videonya turut beredar luas di media sosial.

Menanggapi hal ini, manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan pemicu keributan tersebut.

Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC, Reza Arifian, menegaskan bahwa keributan tersebut dipicu oleh dugaan aksi rasisme yang menimpa Henry Doumbia.

"Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dinilai wajib meluruskan kenapa kejadian tersebut terjadi," ujar Reza, Minggu (2/5/2026).

Berdasarkan keterangan manajemen, Henry Doumbia mengaku menerima perlakuan tidak menyenangkan di lapangan. 

"Diakui Henry Doumbia jika dirinya menerima aksi rasis dari salah satu pemain Persib pada babak pertama," tegas Reza.

Reza menjelaskan bahwa aksi protes yang dilakukan kapten tim, Wahyu Subo Seto, merupakan bentuk pembelaan terhadap rekan setimnya. 

"Mendengar laporan yang disampaikan Henry, setelah peluit akhir babak pertama dibunyikan Wahyu Subo Seto langsung mendatangi pemain Persib tersebut," jelasnya.

Keributan yang terekam kamera terjadi saat para pemain menuju ruang ganti. 

"Sama-sama menuju ruang ganti, Wahyu Subo Seto mendatangi pemain Persib tersebut dengan maksud mengonfirmasi ucapan rasis yang ditujukan kepada Henry Doumbia. Momen-momen perdebatan itulah yang terekam dalam video-video yang hari ini viral di media sosial," tambah Reza.

Manajemen tidak tinggal diam atas insiden ini.

Selepas pertandingan, pihak klub langsung mengambil langkah formal sesuai regulasi yang berlaku.

"Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung melaporkan aksi rasis kepada match commissioner yang bertugas di laga tersebut dan juga langsung bersurat kepada Komisi Disiplin PSSI," ungkapnya.

Bhayangkara FC menekankan bahwa rasisme tidak memiliki tempat di sepak bola Indonesia. 

"Bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC, aksi rasis baik di dalam dan di luar sepak bola adalah hal yang tidak bisa diterima," pungkas Reza.

Diketahui, laga itu sendiri berakhir dengan skor 2-4 untuk kemenangan tim tamu, Persib Bandung. 

Namun, pihak manajemen Bhayangkara FC berharap PSSI dapat menindak tegas dugaan aksi rasisme ini agar tidak terulang kembali.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.