Pemkab Fakfak Dorong Inovasi di Sektor Pertanian, Ajak Generasi Muda Cintai Potensi Daerah
Hans Arnold Kapisa May 03, 2026 01:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, Papua Barat, mendorong penuh inovasi di sektor pertanian sekaligus mengajak generasi muda mencintai potensi unggulan daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitendik, dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Minggu (3/5/2026).

“Momentum Hardiknas dimanfaatkan Pemkab Fakfak untuk mendorong inovasi di sektor pertanian sekaligus menanamkan semangat cinta potensi daerah kepada generasi muda,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Donatus secara resmi meluncurkan program penanaman Pala Tomandin Grafting berbasis pemanfaatan pupuk hayati Tekno Papua.

Kegiatan dipusatkan di lingkungan sekolah dengan melibatkan guru, pelajar, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Menurut Donatus, langkah ini menjadi simbol kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pertanian dalam menyiapkan masa depan Fakfak yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Baca juga: Semarak Hardiknas, Pemuda Fakfak Gagas Rumah Baca Siboban

“Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan tanaman pala unggul, tetapi juga menumbuhkan karakter pelajar yang peduli lingkungan, memahami potensi lokal, serta memiliki wawasan kewirausahaan berbasis komoditas daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan, peringatan Hardiknas tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan yang terhubung dengan kehidupan nyata, lingkungan, dan potensi ekonomi daerah.

“Dari tanah Fakfak, kita dorong lahirnya bibit pala unggul melalui inovasi grafting dan pemanfaatan pupuk hayati. Ini merupakan investasi masa depan daerah yakni: investasi pengetahuan, investasi lingkungan, dan investasi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Donatus juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah, khususnya kepala sekolah yang baru dilantik, bersama para guru dan siswa yang aktif mengambil bagian dalam kegiatan edukatif berbasis lingkungan tersebut.

Ia menekankan, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang mengenal akar budaya, memahami kekayaan alam daerah, dan siap menjadi pelaku pembangunan di masa depan.

Program penanaman Pala Tomandin Grafting dinilai memiliki nilai strategis karena menggunakan bibit unggul yang lebih cepat berproduksi, berkualitas baik serta didukung pupuk hayati Tekno Papua yang ramah lingkungan, memperbaiki kesuburan tanah, dan mendorong pertumbuhan tanaman secara optimal.

“Dengan pendekatan ini, Fakfak tidak hanya menjaga kejayaan pala sebagai komoditas khas daerah, tetapi juga menyiapkan fondasi kuat bagi lahirnya generasi petani modern yang inovatif, berdaya saing, dan bangga terhadap identitas Pala Fakfak,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.