TRIBUNMANADO.CO.ID - Pantai Karangria di Kelurahan Karangria, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, penuh sesak, Minggu (3/5/2026).
Ratusan warga menghabiskan akhir masa libur panjang di lokasi yang dijuluki pantai terakhir di Manado tersebut.
Tribunmanado.com mengunjungi pantai tersebut Minggu sore.
Dari atas sebuah bangunan di tepi pantai, terlihat pantai itu penuh manusia.
Hampir di tiap petak pantai itu ada orangnya.
Sebagian besarnya adalah anak anak dan remaja, mereka tampak keasyikan.
Ada yang berenang, ada pula yang hanya berendam.
Hadirnya banana boat kian membuat asyik suasana di tempat itu.
Yang berada di pesisir tak kalah banyaknya.
Rupa rupa kegiatan mereka lakukan disana.
Ada yang mengamati cucu. Lainnya bermain sepakbola.
Ada yang cukup hanya melihat ke laut sambil menyantap hidangan yang dijual di tepi pantai.
Kian sore, pengunjung bukannya berkurang, tapi malah bertambah.
Selain mandi, sejumlah warga datang di sana untuk terapi.
Pantai itu memang dikenal sebagai terapi berbagai penyakit seperti stroke.
Alfry seorang warga mengaku datang disana bersama keluarga.
Mereka sangat menikmati suasana di tempat itu.
"Ini murah meriah, tempat mandinya bagus, pemandangannya pun indah, hidangan pun murah," kata dia.
Senada dengan Yunus. Pegawai swasta ini mengaku datang bersama teman temannya. "Ternyata enak juga disini," kata dia.
Sebut dia, salah satu keunggulan pantai itu adalah faktor kerakyatannya.
"Sunsetnya juga indah," katanya. (Art)
Baca juga: Kementan Setujui Bantuan Bibit Jagung untuk 15 Ribu Hektare, Mentan Amran Puji Kinerja Pemprov Sulut
(TribunManado.co.id/Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini