TRIBUNNEWS.COM - Seorang oknum dosen di Jambi berinisial DK digerebek istrinya saat berada di sebuah kamar indekos pada Jumat (1/5/2026) malam.
Video penggerebekan dosen di Jambi berinisial DK di sebuah kamar indekos itu viral di media sosial.
Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di sebuah kamar indekos di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Adapun DK merupakan dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi.
Penggerebekan bermula dari kecurigaan istri DK yang kemudian menelusuri keberadaan suaminya hingga mendatangi lokasi indekos tersebut.
Saat pintu kamar dibuka, DK ditemukan berada di dalam bersama seorang perempuan yang diduga berstatus mahasiswi.
Ketua RT setempat, Teguh Hariyanto, membenarkan adanya peristiwa penggerebekan dosen di Jambi tersebut.
Penggerebekan itu terjadi sekira pukul 17.30-20.00 WIB, karena DK sempat tidak ingin keluar dari kamar indekos.
“Jadi karena tidak mau gegabah, kebetulan ibu ini tadi membawa pengacaranya juga sekalian. Maka, akhirnya kita lakukan penggerebekan,” ujarnya kepada TribunJambi.com di rumahnya, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, penggerebekan itu dilakukan saat istri DK mengetahui mobil DK berada di depan indekos tersebut, serta sepatu DK yang berada di ruang tamu.
“Tapi karena kebetulan yang bersangkutan juga tidak mau keluar dari kamarnya, akhirnya melibatkan pihak Polsek,” ungkap Teguh.
Baca juga: Nasib Dosen di Jambi yang Digerebek Istri: Dilaporkan ke Polisi, Dicopot dari Jabatan Wakil Dekan
Di sisi lain, suasana penggerebekan semakin ramai karena DK terlibat kasus utang piutang.
Sehingga, pihak yang merasa dirugikan DK turut ikut dalam penggerebekan itu.
Kemudian, saat penggerebekan, DK berada di dalam kamar indekos bersama seorang wanita dan seorang pria.
Kabarnya, pria tersebut merupakan teman dari DK.
Teman dari DK itu mengaku sebagai seorang anggota TNI.
“Setelah ditanya sama Babinsa, ternyata dia TNI yang desersi atau dipecatlah gitu dari kesatuannya. Kalau kasusnya apa kita tidak tahu,” papar Teguh.
Dosen berinisial DK telah mengklarifikasi soal peristiwa penggerebekan yang dialaminya.
DK membantah sedang berdua bersama seorang perempuan di dalam kamar indekos saat digerebek.
Meski begitu, DK mengakui dekat dengan perempuan itu.
“Artinya saya di sana berada bukan berdua, tapi di dalam itu saya bertiga,” ungkapnya, Sabtu (2/5/2026), dikutip dari TribunJambi.com.
DK memaparkan, dirinya sempat menemani perempuan tersebut ke salah satu toko kecantikan.
“Sampai di sana, terjadilah keributan bersama rekan atau rekan satu usaha saya ya kan masalah utang-piutang. Lalu, saya pergi,” katanya.
Setelah itu, DK segera menghubungi seorang oknum anggota TNI yang bernama Yoli.
“Lalu, Bang Yoli nelepon saya, ‘kau jangan sendirian,’ katanya kan. ‘Karena kondisi kau sekarang sedang ini, kau jangan sendirian, biar abang temani, nanti abang urus yang lainnya, ya katanya. Iya Bang saya bilang,” jelasnya.
Ia menerangkan, oknum anggota TNI tersebut menjemput perempuan itu di lokasi DK dan pergi ke Korem.
Saat pergi ke Korem, oknum tersebut menanyakan keberadaan DK dan mengabarkan oknum tersebut tidak jadi berangkat ke Korem.
Sebab, perempuan tersebut mau beristirahat dan pulang ke indekosnya.
Baca juga: Pengakuan Dosen di Jambi usai Digerebek Istri di Kamar Kos: Sudah Diatur Ini Prosesnya
DK lantas segera menjemput oknum tersebut.
“Sampai saya di sana, ya kan, baru saya duduk 10 menit, saya ngobrol-ngobrol dengan Bang Yoli. Ada yang gedor-gedor, nyebut-nyebut nama saya,” katanya.
“Saya pikir itu kelompok dari Wak Jenggot tersebut yang nyari-nyari saya itu. Dengan rasa ketakutan, saya terkejut, ya kan, Langsung saya berdua Bang Yoli langsung bilang, ‘Bang, Bang, kita sembunyi, Bang,’ Sembunyilah kami di dalam kamar mandi,” terang DK.
Istri DK telah melaporkan suaminya ke polisi atas dugaan perzinaan.
Istri DK juga melaporkan DK atas dugaan penelantaran anak.
"Laporannya, (Pasal) 411 KUHP (dugaan perzinaan) juncto Pasal 77 (dugaan penelantaran anak), pelantaran anak juga."
"Kami sebagai kuasa hukum mendampingi di sana (kantor polisi) sampai jam 3 pagi, menemani istri yang buat laporan,” ungkap Romiyanto, pengacara istri DK, saat dihubungi TribunJambi.com, Sabtu.
Romiyanto menjelaskan penggerebekan DK bermula dari kecurigaan istrinya.
Dalam beberapa hari terakhir, DK disebut jarang pulang ke rumah karena ada masalah utang dengan orang.
Karena hal itu, istrinya menyuruh keluarganya untuk mengikuti DK.
Baca juga: Rangkaian Fakta Dugaan Perselingkuhan Wakil Dekan Kampus di Jambi
DK kemudian diketahui berada di sebuah indekos.
Pihak istri lalu ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makalam untuk meminta bantuan hukum.
Romiyanto mengatakan, timnya kemudian mendampingi istri DK untuk berkoordinasi dengan RT setempat, Lurah, dan pihak Polsek Telanaipura.
Tujuan koordinasi tersebut adalah meminta untuk menemani istri DK ke lokasi yang dimaksud, yaitu di sebuah indekos di RT 34, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
“Di situlah terjadi drama-drama, buka pintu segala macamnya. Akhirnya sudah turun RT, warga juga sudah ramai di situ,” kata Romiyanto.
Setelah itu, DK dibawa ke Polsek Telanaipura bersama seorang perempuan.
(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunJambi.com/Syrillus Krisdianto)