WNA Norwegia Tewas Tertabrak Kapal Snorkeling di Nusa Penida, Bali, Terdapat Sejumlah Luka di Tubuh
Talitha Daren May 03, 2026 07:07 PM
TRIBUNTRENDS.COM - Seorang warga negara asing (WNA) asal Norwegia berinisial MEB (34) meninggal dunia setelah mengalami insiden tertabrak kapal snorkeling di perairan Tanjung Pakaang, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali,pada Sabtu (2/5/2026).
Peristiwa WNA Norwegia tertabrak kapal snorkeling tersebut terjadi saat korban tengah melakukan aktivitas spearfishing bersama rombongan di kawasan perairan Nusa Penida, Bali, tersebut.
Menurut keterangan kepolisian, kecelakaan WNA Norwegia tertabrak kapal snorkeling terjadi sekitar pukul 09.40 WITA ketika korban tertabrak sebuah boat snorkeling yang melintas di lokasi, yakni daerah Nusa Penida, Klungkung, Bali, dimana benturan tersebut menyebabkan korban tenggelam di laut.
Baca juga: Anak-anak Usia 13 Hingga 17 Tahun Dipekerjakan Sebagai LC Kafe di Gianyar, Bali, Dimingi-imingi Uang
Proses Evakuasi Korban
Setelah kejadian, seorang penumpang kapal snorkeling segera melakukan pertolongan dan mengevakuasi korban ke permukaan air.
Korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Toyapakeh sebelum dilarikan ke Klinik Nusa Medical untuk mendapatkan penanganan medis.
Dikutip dari Kompas.com pada 3 Mei 2025, Kapolsek Nusa Penida, I Ketut Kesuma Jaya, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan insiden tersebut.
“Personel segera kami terjunkan untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan lokasi kejadian, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Kami juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan instansi terkait,” ujarnya.
Baca juga: Digrebek, Guest House di Kuta Bali Diduga Jadi Jaringan Scam Internasional, 26 WNA & 1 WNI Diamankan
TURIS MENINGGAL DI BALI - Evakuasi jenazah warga negara Norwegia yang meninggal tertabrak boat snorkeling di di perairan Tanjung Pakaang, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Sabtu (2/5/2026). (Tribun Trends/(DOKUMENTASI POLSEK NUSA PENIDA))
Jenazah Dievakuasi ke Denpasar
Dari hasil pemeriksaan awal di fasilitas kesehatan, korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya lebam pada dada kanan bawah, patah tulang pada kaki kanan, serta luka robek pada paha kanan.
Tim medis telah melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP) selama kurang lebih satu jam.
Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah korban kemudian dievakuasi dari Nusa Penida menuju Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan mendalami keterangan para saksi serta pihak kapal snorkeling yang terlibat dalam kejadian.
Selain itu, aparat juga mengingatkan seluruh pelaku wisata bahari di kawasan Nusa Penida untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama dalam aktivitas laut yang melibatkan banyak pengguna perairan sekaligus.