TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM Makassar harus berjuang sendiri pada pekan 31 Super League 2025/2026.
PSM Makassar tanpa penonton saat menjamu Bhayangkara Lampung FC di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (4/5/2026) pukul 16.30 Wita.
Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel tak mengeluarkan izin adanya penonton karena melihat situasi keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pasalnya, pertemuan PSM Makassar vs Bhayangkara FC berdekatan hari besar di awal Mei yang kemungkinan terjadi unjuk rasa.
Belum lagi, beberapa event besar yang digelar berdekatan dengan jadwal pertandingan.
Meski begitu, skuad PSM Makassar tetap mendapat dukungan penuh dari suporter.
Ada sekira 50-80-an suporter hadir membakar semangat dan menyuntik motivasi pemain di Mess PSM Makassar, Jl Nuri, Kelurahan Mattoanging, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulsel, Minggu (3/5/2026) pagi.
Dalam kesempatan itu, suporter memberikan patonro dan badik kepada sang caretaker Ahmad Amiruddin.
Patonro dan badik ini simbol perang dan kehormatan.
Para pemain ke-12 itu turun mengawal dan melepas skuad PSM Makassar dari Jl Nuri sampai Gerbang Tol Reformasi di Jl Nusantara.
Caretaker PSM Makassar Ahmad Amiruddin berterima kasih atas dukungan diberikan suporter sebelum berangkat ke Parepare.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada rekan-rekan suporter pada pagi hari ini datang langsung ke Mess PSM Makassar untuk memberikan dukungan moril kepada kami sebelum berangkat ke Parepare,” katanya saat konferensi pers jelang lawan Bhayangkara FC, Minggu (3/5/2026) petang.
Menurut pelatih akrab disapa Amir ini, dukungan tersebut sangat berarti bagi tim besutannya.
Pemain dapat suntikan motivasi untuk memberikan permainan terbaik demi meraih kemenangan.
Apalagi, PSM Makassar saat ini butuh tiga poin untuk memperlebar jarak dengan Persis Solo sebagai tim zona degradasi.
Sekarang, tim Juku Eja di posisi 14 dengan 31 poin. Jika menang, PSM Makassar naik ke urutan 13 dengan 34 poin.
Sekaligus menjauh dari kejaran Persis Solo menjadi tujuh poin.
“Mudah-mudahan dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi pemain besok memberikan kemenangan untuk PSM Makassar,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengaku pertandingan tanpa suporter sedikit memengaruhi motivasi pemain.
Namun, kehadiran suporter di Mess PSM Makassar dinilai cukup membakar semangat pemain lagi.
“Mudah-mudahan, anak-anak bisa perform besok untuk raih kemenangan, perbaiki posisi di klasemen,” ucapnya.
Hal senada disampaikan gelandang PSM Makassar Resky Fandi. Ia mewakili pemain berterima kasih atas kedatangan suporter di Mess dan mengantar tim berangkat ke Parepare.
Dengan dukungan doa dari pemain ke-12 tersebut, ia berharap PSM Makassar bisa menekuk Bhayangkara FC.
“Dukungan dan doa kalian semoga besok bisa kita meraih hasil maksimal. Kita tahu besok laga penting bagi PSM Makassar. Semoga rezeki berpihak kepada kami,” harapnya.
Resky Fandi pun tak mempermasalahkan lagi pertandingan tanpa penonton.
Baginya, kehadiran mereka tadi di Mess sudah seperti berada di tribune penonton.
“Dengan datangnya tadi pagi (suporter), semoga itu menjadi bahan kami pemain untuk menganggap mereka tetap di sini (di tribune stadion),” ucap mantan pemain Persija Jakarta ini.
Waspada Transisi Menyerang Bhayangkara FC
Ahmad Amiruddin mewaspadai transisi menyerang Bhayangkara FC.
Dari analisa dilakukan, The Guardian sangat bagus dalam transisi menyerang.
Anak asuh Paul Munster ini memiliki pemain dengan kecepatan tinggi untuk membangun serangan balik cepat.
Ada Privat Mbarga, Ryan Kurnia, Dendy Sulistyawan, Sani Rizky dan Henri Doumbia.
Untungnya, Bhayangkara FC tanpa sang top skorer tim Moussa Sidibe yang harus absen karena akumulasi kartu kuning.
“Dari data analisa, Bhayangkara FC adalah tim terbaik dalam mengeksekusi transisi menyerang,” ucapnya. (*)