Temuan Siteminder : Destinasi Alternatif Salip Bali Saat Lebaran 2026
Ida Bagus Artha Kusuma May 03, 2026 07:34 PM

nextren.com - Perjalanan Lebaran 2026 menunjukkan perubahan pola yang jelas. Wisatawan domestik kini mendominasi pemesanan hotel dan mulai mengalihkan tujuan ke destinasi selain Bali.

Data SiteMinder mencatat wisatawan domestik menyumbang 52 persen dari total pemesanan hotel pada Maret 2026.

Angka ini naik dari 48 persen pada periode yang sama tahun lalu. Tren ini konsisten meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Lombok, Yogyakarta, dan Bandung Tumbuh Lebih Cepat

Pertumbuhan pemesanan hotel selama Lebaran paling tinggi terjadi di Lombok sebesar 7,5 persen. Yogyakarta menyusul dengan 7,1 persen dan Bandung 6,8 persen.

Ketiganya melampaui rata-rata nasional yang hanya 2,6 persen. Bali justru mencatat pertumbuhan tipis 0,1 persen.

Data ini menunjukkan pergeseran minat wisatawan domestik. Destinasi regional mulai mengambil porsi lebih besar, terutama untuk perjalanan jarak dekat dan liburan keluarga.

Bali masih menjadi pasar utama, tetapi ruang pertumbuhannya terbatas. Permintaan yang sudah tinggi membuat kenaikan tidak signifikan selama Lebaran.

Sebaliknya, destinasi alternatif menawarkan kombinasi akses lebih mudah, biaya lebih fleksibel, dan pilihan pengalaman yang relevan untuk wisata keluarga.

Perilaku Wisatawan Makin Fleksibel

SiteMinder juga mencatat perubahan perilaku pemesanan. Wisatawan kini memesan hotel lebih dekat ke tanggal keberangkatan.

Rata-rata lead time nasional turun dari 16 hari menjadi 15 hari. Lombok mencatat penurunan terbesar menjadi 20 hari, Bali 31 hari, dan Bandung hanya 8 hari.

Bandung menjadi contoh kuat untuk perjalanan spontan, terutama bagi wisatawan dari kota besar seperti Jakarta.

Permintaan Naik, Tarif Hotel Turun

Meski pemesanan meningkat, harga hotel justru turun. Rata-rata tarif harian nasional turun 3,3 persen menjadi Rp1,71 juta.

Bali mencatat penurunan terbesar sebesar 7,4 persen. Yogyakarta dan Lombok juga turun. Bandung menjadi pengecualian dengan kenaikan tarif 2,5 persen.

Penurunan ini menunjukkan kompetisi harga yang semakin ketat untuk menarik wisatawan domestik.

Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan Lebaran kini tidak hanya soal mudik.

"Lebaran tahun ini tetap berakar pada kebersamaan keluarga, namun semakin dipengaruhi oleh keinginan untuk menciptakan pengalaman baru," ujarnya.

Hotel perlu merespons dengan paket pengalaman dan strategi harga yang lebih dinamis. Wisatawan kini mencari nilai lebih dari sekadar kamar.

Data ini menegaskan perubahan peta wisata domestik. Bali tetap kuat, tetapi tidak lagi mendominasi pertumbuhan.

Lombok, Yogyakarta, dan Bandung muncul sebagai destinasi alternatif yang semakin relevan.

Tren ini membuka peluang baru bagi industri hotel di daerah dan memperluas pilihan wisata bagi masyarakat saat Lebaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.