22 Jemaah Calon Haji Riau Tertunda Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya 
M Iqbal May 03, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah jemaah haji asal Provinsi Riau terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci karena kondisi kesehatan. 

Hingga 3 Mei 2026, tercatat 11 jemaah masih menjalani perawatan di Batam, 8 orang pendamping turut menunggu. Kemudian ada 2 jemaah sakit di daerah, serta 1 orang dalam kondisi hamil. 

"Selain itu, 1 jemaah dilaporkan wafat di daerah sebelum sempat berangkat," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, Minggu (3/5/2026).

eski demikian, proses pemberangkatan jemaah haji Riau secara keseluruhan tetap berjalan lancar. Pemerintah memastikan pelayanan tetap optimal dengan mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan jemaah.

Defizon mengatakan pihaknya terus memantau kondisi jemaah yang tertunda agar bisa diberangkatkan pada kloter berikutnya jika sudah dinyatakan sehat.

“Kami terus memantau kondisi jemaah yang saat ini masih dirawat. Jika kesehatannya sudah membaik dan dinyatakan layak terbang, tentu akan kita berangkatkan pada kloter berikutnya,” ujar Defizon.

Ia menegaskan bahwa kesehatan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, sehingga setiap jemaah harus benar-benar dalam kondisi siap sebelum diberangkatkan.

“Keselamatan dan kesehatan jemaah adalah yang utama. Kami tidak ingin mengambil risiko, sehingga semua harus dipastikan dalam kondisi baik sebelum berangkat,” tegasnya.

Sementara itu, hingga saat ini total jemaah haji Riau yang telah diberangkatkan mencapai 3.536 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 3.484 jemaah haji, 16 Petugas Haji Daerah (PHD), 4 pembimbing KBIHU, serta 32 petugas kloter.

Pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah kelompok terbang (kloter) mulai dari BTH 3 hingga BTH 10. Setiap kloter membawa ratusan jemaah dengan pengaturan yang disesuaikan untuk menjaga kelancaran proses.

Dalam pelaksanaannya, juga dilakukan mutasi atau perpindahan jemaah antar kloter sebagai bagian dari penyesuaian teknis di lapangan.

“Mutasi antar kloter ini hal yang biasa, tujuannya untuk memastikan pelayanan tetap berjalan baik dan menyesuaikan kondisi jemaah,” jelas Defizon.

Ia juga mengimbau seluruh jemaah, baik yang sudah berada di Tanah Suci maupun yang akan berangkat, agar selalu menjaga kesehatan mengingat perbedaan cuaca dan padatnya rangkaian ibadah.

Pemerintah berharap seluruh jemaah haji asal Riau dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. 

“Kami mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik, cukup istirahat, serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar ibadah dapat berjalan lancar,” katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.