TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan aktivitas pengerukan waduk penampungan air tidak akan mengganggu distribusi air baku maupun pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Langkah pengerukan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kapasitas tampungan air baku di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak pada menurunnya debit air di sejumlah waduk dan bendungan di Balikpapan.
Direktur Teknik PTMB Muhammad Kohirudin mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi antisipasi guna memastikan pasokan air bersih tetap berjalan normal selama musim kemarau panjang.
"Untuk penggerukkan Waduk Manager nantinya di posisi Km 13 berada di Dekat Tol Balikpapan," kata Kohirudin.
Baca juga: PDAM Balikpapan Siapkan Penggiliran Air, Hadapi Kemarau Panjang dan Debit Air Waduk Manggar Menyusut
Kondisi cuaca panas dan minim curah hujan berpotensi mempengaruhi ketersediaan air baku.
Sehingga perusahaan daerah air minum itu mulai memperkuat sistem distribusi dan cadangan air sejak dini.
"Langkah antisipasi, kami telah mengajukan peminjaman tangki mobile dari beberapa OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, hingga Dinas Pekerjaan Umum untuk mendukung distribusi air apabila diperlukan,” ujarnya.
Selain menyiapkan armada distribusi air, PTMB juga berencana mengoperasikan instalasi pengolahan air (IPA) mobile sebagai solusi darurat apabila debit air baku mengalami penurunan signifikan akibat dampak El Nino.
Muhammad Kohirudin menjelaskan, penggunaan IPA mobile dinilai menjadi langkah paling cepat dan fleksibel untuk menjaga suplai air bersih kepada masyarakat apabila kondisi waduk mengalami penyusutan drastis.
Tak hanya itu, PTMB juga mempertimbangkan pemanfaatan bendali atau waduk tampungan milik Pemerintah Kota Balikpapan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai sumber air baku alternatif.
Baca juga: Tingkatkan Sumber Air Baku di Balikpapan, Waduk Manggar Mulai Dikeruk
Namun, karena belum tersedia fasilitas pengolahan permanen di sejumlah lokasi tersebut, maka pengolahan menggunakan IPA mobile menjadi opsi utama yang dipersiapkan perusahaan.
“Prinsipnya kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Jadi sejak sekarang langkah-langkah antisipasi sudah mulai kami siapkan,” katanya.
Di sisi lain, PTMB turut memperketat sistem pengawasan produksi air melalui monitoring intensif di 10 titik instalasi pengolahan air (IPA) yang tersebar di Balikpapan.
Pemantauan ketinggian air di waduk dan bendungan juga dilakukan secara real time untuk mengetahui kondisi cadangan air baku setiap hari.
Menurutnya, pengawasan tersebut penting dilakukan agar potensi gangguan distribusi bisa dideteksi lebih cepat sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum berdampak luas ke pelanggan.
Fenomena El Nino sendiri diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dengan tingkat curah hujan yang lebih rendah dibanding kondisi normal.
Situasi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi kapasitas tampungan air baku yang selama ini menjadi sumber utama produksi air bersih di Balikpapan.
PTMB berharap berbagai langkah antisipasi yang dilakukan dapat meminimalisir dampak kekeringan dan menjaga distribusi air bersih tetap aman bagi masyarakat, baik pelanggan rumah tangga maupun sektor industri di Kota Balikpapan. (*)