Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) mengapresiasi langkah Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia yang mendorong Muktamar ke-35 NU segera digelar sesuai jadwal.
Belum lama ini, Forum Ketua PWNU se-Indonesia memang mendesak Muktamar segera digelar paling lambat awal Agustus 2026.
Para ketua PWNU se-Indonesia menyampaikan desakan tersebut dengan mendatangi langsung kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Selasa, 28 April 2026.
Sikap tersebut didukung 23 Ketua PWNU dari berbagai provinsi.
"Saya mengapresiasi forum PWNU dan sepakat dengan salah satu upayanya, mendorong agar Muktamar ke-35 NU segera terlaksana sesuai rencana," kata Gus Salam dikutip dalam penjelasannya kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).
Menurut Gus Salam, apa yang dilakukan forum PWNU tersebut merupakan terobosan besar pasca ishlah di Kediri beberapa waktu lalu.
Yakni sebagai upaya konkret dalam memecah kebuntuan di internal PBNU akibat dari konflik yang terjadi sebelumnya.
Mengutip ishlah yang diinisiasi oleh ulama sepuh NU itu, bahwa Muktamar memang perlu segera digelar dengan kepanitiaan bersama.
Baca juga: KPK Periksa Petinggi PWNU Buntut Kasus Korupsi Haji yang Menjerat Gus Yaqut
Artinya, bersifat rekonsiliasi dengan tujuan agar tidak ada konflik kepentingan menuju gelaran Muktamar. Selain mengapresiasi, Gus Salam juga berharap agar forum PWNU itu betul-betul mengedepankan kepentingan umum dari Nahdlatul Ulama.
Kemudian bisa terus mendorong PBNU agar tegas untuk segera menggelar rangkaian acara mulai dari Konbes, Munas Alim Ulama hingga Muktamar seusai jadwal.
"Mudah-mudahan forum PWNU tidak terjebak dan terbawa arus kepentingan para pihak di PBNU. Independensinya harus terjaga betul, dan hal itu perlu dikomunikasikan serta ditindaklanjuti hingga ke PCNU," jelas Gus Salam yang merupakan Cucu salah seorang pendiri NU KH Bisri Syansuri tersebut.
DESAKAN FORUM PWNU
Dikutip dari Tribunnews.com, kehadiran para Ketua PWNU sebelumnya menjadi bagian dari konsolidasi struktural untuk merespons dinamika internal organisasi.
Aspirasi para ketua PWNU ini disampaikan dan diterima Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar secara daring. Dan diterima secara langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf di ruang kerjanya.
Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menyampaikan kurang lebih ada tiga poin pernyataan sikap yang disampaikan Forum Ketua PWNU se-Indonesia kepada PBNU.
Pertama, PBNU diminta melaksanakan Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 sesuai keputusan Rapat Pleno PBNU pada 29 Januari 2026.
“Jika hingga Agustus 2026 Muktamar tidak terlaksana, PWNU bersama PCNU akan menyatakan mosi tidak percaya kepada PBNU,” kata Gus Rozin saat dihubungi di Jakarta.
Kedua, PBNU diminta konsisten menindaklanjuti keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah pada 18 Maret 2026. Ini mencakup pembentukan panitia Munas/Konbes dan Muktamar, serta percepatan penerbitan dan penyelesaian surat keputusan (SK).
Ketiga, Steering Committee diminta menetapkan peserta Muktamar, meliputi PWNU, PCNU, dan PCINU, paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan