Blunder Lini Belakang Jadi Biang Kerok Kekalahan Arema FC Atas Persik Kediri
Eko Darmoko May 03, 2026 09:35 PM

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Kekalahan Arema FC atas Persik Kediri dalam lanjutan Super League 2025/2026 tak terlepas dari lini belakang yang kurang solid, Minggu (3/5/2026).

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persik Kediri.

Laga baru berjalan delapan menit, Persik Kediri sudah mampu membobol gawang Arema FC melalui Ernesto Gomes.

Memanfaatkan umpan cut back, pemain asal Spanyol itu sukses menendang bola yang tak mampu dibendung oleh kiper Arema FC Lucas Frigeri.

Petaka bagi Singo Edan pun terus berlanjut di babak pertama.

Dua kesalahan fatal yang dilakukan di lini belakang Arema FC sukses dimanfaatkan oleh Persik Kediri untuk mencetak gol.

Tepat pada menit 28, sapuan yang dilakukan oleh Anwar Rifai mampu diblok dengan baik oleh Persik Kediri di samping gawang Arema FC.

Alhasil, bola tersebut mampu direbut dan sukses dimanfaatkan dengan baik oleh Castanheira untuk mencetak gol.

Lalu pada menit 43, lagi-lagi Ernesto Gomes mampu kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Ia sukses mengelabui Anwar Rifai dengan memaksanya keluar dari pos penjagaan di lini belakang.

Baca juga: Aremania Harus Tahu, Ini Kata-kata Marcos Santos Seusai Arema FC Dibungkam Persik Kediri 3-2

Melihat ada celah yang terbuka, Ernesto Gomes berlari sembari membawa bola mendekati gawang.

Anwar Rifai tertinggal di belakang setelah kalah dalam adu sprint.

Bola pun akhirnya langsung dieksekusi ke dalam gawang dan gagal dihalau oleh Lucas Frigeri.

Skor 3-0 pun bertahan sampai turun minum.

Baru di babak kedua, Arema FC mampu bangkit dan sempat memperkecil kedudukan menjadi 3-1 melalui sontekan Dalberto pada menit 89.

Kemudian Walisson Maia mampu memperkecil kedudukan pada menit 90 melalui sundulan kepalanya.

Namun, skor 3-2 pun menjadi akhir dari pertandingan yang penuh drama ini.

Pelatih Arema FC Marcos Santos pun sampai mengamuk, setelah melihat Lucas Frigeri harus memungut bola tiga kali dari gawangnya di babak pertama.

Ia pun mengintruksikan para pemain untuk bermain lebih agresif dan mengejar ketertinggalan.

"Waktu jeda babak kedua coach marah. Dia kalau nggak marah kita pasti malu hari ini juga."

"Jadi dari situ mungkin motivasi untuk coba cari tiga gol di babak kedua," kata Claudio de Jesus yang menerjemahkan bahasa dari pelatih Arema FC Marcos Santos seuai pertandingan.

Kekalahan ini menjadi pengingat bagi Arema FC, agar mereka tidak terlalu terlena, meskipun secara peringkat mereka dalam kategori aman.

Marcos Santos juga mengingatkan kepada pemain agar tetap fokus dalam menjalani pertandingan.

Sebab, masih ada tiga pertandingan sisa yang harus dimaksimalkan oleh Arema FC untuk menutup akhir musim.

"Perolehan poin memang menempatkan kami pada posisi yang nyaman, dan itu juga membuat kami mungkin lebih santai dalam dua pertandingan tersebut."

"Dan itu tidak bagus, saya tidak menyukainya," kata Marcos.

Di sisi lain, kekalahan atas Persik ini cukup dirasakan oleh pemain Arema FC Walisson Maia.

Kembali debut setelah mengalami cedera panjang, ia sukses mencetak satu gol dalam pertandingan ini.

Menurut pemain berusia 34 tahun itu, tiga gol yang dilesakkan oleh Persik Kediri di babak pertama seharusnya masih bisa diantisipasi.

"Babak pertama kami jauh di bawah kemampuan kami. Kami kebobolan tiga gol, gol-gol yang menurut saya seharusnya bisa kami hindari," ungkapnya.

Meskipun kalah, Walisson Maia tetap meminta para pemain untuk tetap menegakkan kepalanya.

Sebab, masih ada tiga pertandingan sisa yang harus bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan poin sempurna.

"Sekarang kami harus mengangkat kepala, melupakan pertandingan ini, melihat kesalahan kami, dan mencoba berlatih minggu ini untuk fokus pada pertandingan berikutnya," tandasnya.

Baca juga: Persik Kediri Tumbangkan Arema FC 3-2, Marcos Reina Torres Puji Kinerja Pasukan Macan Putih

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.