TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan pentingnya regenerasi penari dalam momentum Klaten Menari #3 yang digelar di TWC Prambanan, Minggu (3/5/2026). Ia menyebut, keberlanjutan seni tari bergantung pada kemampuan generasi muda menjaga dan mengembangkan warisan budaya.
Dalam kesempatan itu, Hamenang menyoroti tema yang diangkat dalam peringatan Hari Tari Sedunia tahun ini. Ia menilai pesan yang disampaikan tidak sekadar simbolik, tetapi menjadi pengingat agar nilai-nilai dari para maestro tetap hidup.
“Hari ini temanya sangat luar biasa, (terungkap saat pertunjukan Tari Klana Topeng Dalang Klaten). Bagaimana kita tidak mewarisi abu dari para senior kita tapi bagaimana api dari para senior kita ini bisa kita panaskan terus, kita jaga apinya dan kemudian kita kembangkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya mengangkat identitas lokal melalui seni tari. Salah satunya melalui Tari Topeng Dalang yang disebut sebagai warisan asli Kabupaten Klaten dan menjadi tema utama tahun ini.
“Dalam hal ini yang diangkat adalah Topeng Dalang. Ini salah satu (tari) benar-benar tarian asli dari Kabupaten Klaten yang kemudian diangkat tema untuk tahun ini,” katanya.
Baca juga: Klaten Menari 2026 Jadi Ajang Promosi Tari Lokal Menolak Punah
Keterlibatan ratusan penari dari berbagai usia dinilai menjadi indikator positif keberhasilan regenerasi. Selain itu, kehadiran maestro tari tingkat nasional hingga internasional turut memperkuat kualitas pertunjukan.
“Alhamdulillah hari ini kita berkolaborasi dengan 24 sanggar yang ada di Kabupaten Klaten, 850 penari dan juga dihadiri serta diikuti oleh 9 maestro tari yang luar biasa, levelnya sudah tidak hanya nasional tapi internasional yang berdomisili di Jateng-DIY,” jelasnya.
Ia berharap, proses regenerasi ini terus terjaga sehingga seni tari khas Klaten tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menembus panggung yang lebih luas.
“Mohon doanya agar kemudian ke depan regenerasi dari para penari di Kabupaten Klaten ini bisa terus dijaga."
"Sehingga tari-tarian yang asli dari Kabupaten Klaten bisa kita terus lestarikan, kita tampilkan dan kemudian agar warga masyarakat di Indonesia dan dunia ini bisa melihat,” tandasnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)