Rekomendasi Tujuh Museum di Surabaya, Dari Jejak Perjuangan hingga Edukasi Modern
Mujib Anwar May 03, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM – Kota Surabaya tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis dan perdagangan di Jawa Timur, tetapi juga sebagai Kota Pahlawan yang kaya akan nilai historis.

Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya memiliki beragam destinasi wisata edukatif yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya museum.

Mulai dari museum bertema sejarah perjuangan hingga edukasi modern, setiap tempatnya menawarkan pengalaman wisata yang sarat pengetahuan dan nilai historis.

Bagi Anda yang ingin mengisi waktu libur dengan wisata edukatif, berikut tujuh museum di Surabaya yang wajib dikunjungi:

Museum De Javasche Bank

Bangunan bersejarah Museum De Javasche Bank di Jalan Garuda, Surabaya, menampilkan arsitektur klasik bergaya Neo-Renaissance sekaligus menyimpan jejak sejarah perkembangan sistem perbankan di Indonesia.
Bangunan bersejarah Museum De Javasche Bank di Jalan Garuda, Surabaya, menampilkan arsitektur klasik bergaya Neo-Renaissance sekaligus menyimpan jejak sejarah perkembangan sistem perbankan di Indonesia. (disbudporapar.surabaya.go.id)

Museum De Javasche Bank berlokasi di Jalan Garuda No. 1, Krembangan, Surabaya.

Museum ini menjadi salah satu destinasi edukatif yang menarik untuk dikunjungi.

Dilansir dari travel.kompas.com, museum ini menampilkan sejarah sistem perbankan di Indonesia sejak masa Hindia Belanda dalam bangunan tiga lantai bergaya Neo-Renaissance yang estetik dan simetris.

Bangunan ini dulunya merupakan kantor Bank Indonesia perwakilan Surabaya dan kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sebagaimana dikutip dari tourism.surabaya.go.id.

Di dalamnya terdapat tiga ruang utama, yakni Ruang Koleksi Mata Uang Lama, Ruang Koleksi Konservasi, serta Ruang Koleksi Harta Budaya, yang menyimpan berbagai koleksi mulai dari uang kuno hingga benda bernilai historis.

Pengunjung juga dapat menikmati wisata edukasi ini secara gratis sambil mengenal lebih jauh perkembangan sistem perbankan di Indonesia.

Baca juga: Sejarah Museum Pendidikan Surabaya, Jejak Taman Siswa yang Dihidupkan Kembali

Museum Pendidikan Surabaya

Suasana di Museum Pendidikan Surabaya yang menampilkan perjalanan sejarah pendidikan Indonesia melalui diorama, manuskrip, hingga koleksi alat sekolah tempo dulu.
Suasana di Museum Pendidikan Surabaya yang menampilkan perjalanan sejarah pendidikan Indonesia melalui diorama, manuskrip, hingga koleksi alat sekolah tempo dulu. (tourism.surabaya.go.id)

Museum Pendidikan Surabaya berlokasi di Jalan Genteng Kali No. 10 dan menempati bekas gedung Sekolah Taman Siswa.

Dikutip dari musea.surabaya.go.id, museum tematik ini diresmikan pada 25 November 2019 sebagai upaya melestarikan sejarah pendidikan di Indonesia.

Pengunjung dapat melihat perjalanan pendidikan di Indonesia, mulai dari masa pra-aksara, klasik, kolonial, hingga kemerdekaan melalui sekitar 889 koleksi yang tersedia.

Koleksi tersebut meliputi diorama manusia purba, manuskrip, hingga berbagai peralatan sekolah tempo dulu yang mampu membawa pengunjung bernostalgia sekaligus belajar sejarah pendidikan secara menyenangkan.

Baca juga: Sejarah De Javasche Bank Surabaya, Dari Bank Kolonial hingga Menjadi Museum Edukasi Perbankan

Museum 10 Nopember

Keindahan arsitektur Tugu Pahlawan berpadu dengan nilai edukatif Museum 10 Nopember sebagai destinasi wisata sejarah di Kota Pahlawan.
Keindahan arsitektur Tugu Pahlawan berpadu dengan nilai edukatif Museum 10 Nopember sebagai destinasi wisata sejarah di Kota Pahlawan. (tourism.surabaya.go.id)

Museum 10 Nopember terletak di kawasan Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, Surabaya, dan menjadi salah satu pusat edukasi sejarah perjuangan bangsa.

Dinukil dari tourism.surabaya.go.id, museum bawah tanah ini dibangun untuk mengenang Pertempuran 10 November 1945 sekaligus menjaga estetika kawasan monumen.

Kemudian pada tahun 2000, Museum 10 Nopember diresmikan oleh Presiden K.H. Abdurrahman Wahid.

Museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah, seperti senjata rampasan, foto perjuangan, hingga rekaman asli pidato Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Suroboyo.

Fasilitasnya pun cukup lengkap, mulai dari diorama elektronik, auditorium, hingga perpustakaan yang mendukung pembelajaran sejarah secara interaktif.

Untuk mengunjungi museum ini hanya perlu membayar tiket masuk mulai dari Rp5.000, bahkan gratis bagi pelajar dan mahasiswa.

Baca juga: Jejak Heroisme Museum Sepuluh Nopember, Napak Tilas Perjuangan Arek Suroboyo di Kota Pahlawan

Museum Surabaya

Suasana di Museum Surabaya yang menempati Gedung Siola di Jalan Tunjungan, menghadirkan beragam koleksi sejarah dan perkembangan Kota Pahlawan dalam balutan bangunan bersejarah yang ikonik.
Suasana di Museum Surabaya yang menempati Gedung Siola di Jalan Tunjungan, menghadirkan beragam koleksi sejarah dan perkembangan Kota Pahlawan dalam balutan bangunan bersejarah yang ikonik. (tourism.surabaya.go.id)

Museum Surabaya terletak di Gedung Siola, Jalan Tunjungan, tepanya di salah satu bangunan bersejarah yang legendaris di Kota Pahlawan.

Bangunan ini awalnya merupakan toserba yang dibangun pada 1877 dan diresmikan menjadi museum pada 2015.

Museum ini menyimpan lebih dari 1.000 koleksi yang menggambarkan perkembangan Kota Surabaya, mulai dari arsip pemerintahan, barang antik, hingga berbagai figur historis yang membentuk identitas kota.

Selain itu, Museum Surabaya juga menjadi ruang edukatif yang mengajak pengunjung memahami perjalanan sejarah kota secara lebih dekat, sebagaimana dilansir dari musea.surabaya.go.id.

Museum ini dibuka untuk umum setiap Selasa hingga Minggu dan dapat dikunjungi secara gratis.

Baca juga: Sejarah Museum Kanjeng Sepuh Sidayu dan Jejak Pemimpin Kadipaten Pembela Rakyat di Gresik

Museum Olahraga Surabaya

Koleksi bersejarah di Museum Olahraga Surabaya menampilkan perjalanan prestasi atlet Kota Pahlawan, lengkap dengan medali, perlengkapan olahraga, hingga fasilitas interaktif augmented reality.
Koleksi bersejarah di Museum Olahraga Surabaya menampilkan perjalanan prestasi atlet Kota Pahlawan, lengkap dengan medali, perlengkapan olahraga, hingga fasilitas interaktif augmented reality. (tourism.surabaya.go.id)

Museum Olahraga Surabaya berlokasi di Jalan Indragiri No. 6, Wonokromo, tepatnya di area Gedung Gelora Pantjasila.

Museum ini diresmikan pada Mei 2021 sebagai bentuk penghormatan terhadap para atlet Surabaya yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Museum dua lantai ini menyimpan ratusan koleksi terkait sejarah dan prestasi olahraga, mulai dari medali asli sumbangan atlet, perlengkapan olahraga seperti pencak silat, bulu tangkis, dan gulat, hingga berbagai memorabilia.

Selain itu, tersedia pula fasilitas augmented reality (AR) yang memungkinkan pengunjung berfoto dengan atlet legenda Surabaya, sehingga pengalaman berkunjung menjadi lebih interaktif dan menarik.

Baca juga: Sejarah dan Peran Museum Gubug Wayang Mojokerto dalam Melestarikan Budaya Wayang Nusantara

Museum W.R. Soepratman

Suasana di Museum W.R. Soepratman yang menyimpan replika biola, foto keluarga, dan memorabilia, menjadi saksi bisu perjalanan akhir sang pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.
Suasana di Museum W.R. Soepratman yang menyimpan replika biola, foto keluarga, dan memorabilia, menjadi saksi bisu perjalanan akhir sang pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. (tourism.surabaya.go.id)

Museum W.R. Soepratman berlokasi di Jalan Mangga No. 21, Tambaksari, Surabaya, dan menempati rumah milik kakak kandungnya.

Bangunan ini merupakan tempat tinggal sekaligus lokasi wafatnya pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pada 17 Agustus 1938.

Salah satu bagian menarik dari museum ini adalah kamar depan yang pernah ditempati W.R. Soepratman.

Kamar tersebut didesain tanpa akses pintu langsung dan hanya bisa dimasuki melalui jendela untuk mengelabui aparat Belanda.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat replika biola ikonik, foto keluarga, serta berbagai memorabilia perjuangan yang sarat nilai sejarah.

Dengan begitu, museum ini menjadi saksi bisu akhir perjuangan sang komponis dalam memperjuangkan kemerdekaan melalui karya musiknya.

Baca juga: Sejarah Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari, Jejak Peradaban Islam Nusantara di Tebuireng

Museum Dr. Soetomo

Suasana di Museum Dr. Soetomo yang menampilkan koleksi alat kesehatan, dokumentasi perjuangan, serta jejak kehidupan tokoh pelopor kebangkitan nasional.
Suasana di Museum Dr. Soetomo yang menampilkan koleksi alat kesehatan, dokumentasi perjuangan, serta jejak kehidupan tokoh pelopor kebangkitan nasional. (tourism.surabaya.go.id)

Museum Dr. Soetomo terletak di Jalan Bubutan No. 85-87, Surabaya.

Lokasinya berada di kompleks Pendopo Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Museum ini didedikasikan untuk menampilkan riwayat hidup Dr. Soetomo sebagai pelopor kebangkitan nasional sekaligus pendiri organisasi Boedi Oetomo.

Museum ini menyimpan sekitar 328 koleksi, mulai dari alat-alat kesehatan kuno, dokumentasi perjuangan, hingga ruang praktik sang tokoh.

Bahkan, di area tersebut juga terdapat makam Dr. Soetomo.

Dengan koleksi yang lengkap dan sarat nilai sejarah, museum ini menjadi destinasi wisata edukatif yang menghadirkan nuansa patriotisme sekaligus mengenang perjuangan tokoh bangsa.

Baca juga: Jejak Sejarah Museum Penataran Blitar, dari Koleksi Pribadi hingga Pusat Pelestarian Cagar Budaya

Wisata Edukatif di Kota Pahlawan

Beragam museum di Surabaya menunjukkan kekayaan sejarah, budaya, dan perjalanan bangsa Indonesia.

Mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga perkembangan pendidikan dan olahraga, semuanya tersaji dalam bentuk koleksi yang menarik dan informatif.

Dengan akses yang mudah serta banyak museum yang gratis, Surabaya menjadi destinasi wisata edukatif yang cocok untuk semua kalangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.