Berburu Oleh-oleh di Madiun, Ini Tujuh Pilihan Khas yang Tak Boleh Dilewatkan
Mujib Anwar May 03, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Madiun tak hanya dikenal sebagai Kota Pecel, tetapi juga menyimpan beragam oleh-oleh khas yang kerap diburu wisatawan. 

Mulai dari makanan tradisional hingga camilan modern, semuanya punya cita rasa unik yang melekat di lidah.

Setiap produk oleh-oleh khas Madiun memiliki sejarah panjang dan cara pengolahan yang masih dipertahankan secara turun-temurun. 

Tak heran, makanan-makanan ini bukan hanya sekadar buah tangan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner daerah.

Berikut tujuh oleh-oleh khas Madiun yang banyak diminati, mulai dari brem hingga keripik tempe yang sudah dikenal luas hingga luar daerah.

Brem Khas Madiun

Brem oleh-oleh khas Madiun.
Brem oleh-oleh khas Madiun (SURYA.CO.ID/RAHADIAN BAGUS)

Brem menjadi salah satu ikon oleh-oleh paling terkenal dari Madiun. 

Makanan ini dibuat dari sari ketan difermentasi, kemudian dicetak menjadi bentuk kotak pipih berwarna putih kekuningan. Teksturnya padat namun langsung lumer saat masuk ke mulut.

Cita rasa brem sangat khas karena memberikan sensasi dingin di lidah saat dikonsumsi. 

Hal tersebut membuatnya berbeda dari camilan lainnya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang baru pertama kali mencicipi.

Selain versi original, brem kini juga hadir dengan berbagai varian rasa seperti cokelat, keju, hingga stroberi. 

Baca juga: Nanas Pasir Kelud, Oleh-oleh Khas Gunung Kelud yang Miliki Cita Rasa Manis dan Diburu Wisatawan

Bluder Cokro

bluer cokro
Bluder Cokro Madiun (Dok. cokrogroup.com)

Bluder adalah roti lembut yang kini menjadi salah satu oleh-oleh modern paling populer di Madiun. 

Teksturnya sangat empuk dengan rasa manis ringan, membuatnya cocok untuk semua kalangan usia.

Salah satu paling terkenal adalah Bluder Cokro yang sudah berdiri sejak lama dan menjadi ikon roti khas Madiun. 

Produk ini terus berkembang dengan berbagai varian rasa seperti cokelat, keju, kismis, hingga abon.

Menurut catatan sejarah dari laman resmi Cokro Group, bluder awalnya dibuat dengan resep peninggalan masa kolonial dan terus dipertahankan hingga kini dengan inovasi tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Kue Manco

Kue Monco Madiun
Kue Monco Madiun (Dok. budaya-indonesia.org)

Kue Manco merupakan jajanan tradisional berbahan dasar ketan yang masih banyak diproduksi secara rumahan di Madiun. 

Camilan ini memiliki rasa manis gurih dengan tekstur renyah setelah melalui proses pengolahan tertentu.

Proses pembuatannya cukup panjang, mulai dari pengolahan adonan ketan, perebusan, hingga pengeringan sebelum akhirnya digoreng dan diberi tambahan gula atau kacang. 

Hal tersebut membuat cita rasanya khas dan tidak mudah ditemukan di daerah lain.

Kue Manco juga memiliki beberapa varian seperti wijen, kacang, dan beras. Jajanan ini sering dijadikan oleh-oleh karena tahan lama dan mudah dibawa.

Baca juga: Almond Tart Stroberi Lapis Kukus Pahlawan Cocok Jadi Oleh-oleh Khas Surabaya, Ada Promo di Gubeng

Sambal Pecel Madiun

Sambal pecel khas Madiun.
Sambal pecel khas Madiun (Kompas.com)

Sambal pecel menjadi salah satu oleh-oleh wajib dari Madiun karena merupakan bagian penting dari kuliner nasi pecel sudah mendunia. 

Sambal ini dibuat dari kacang tanah sangrai dihaluskan bersama cabai, gula merah, kencur, dan daun jeruk.

Cita rasanya khas, perpaduan pedas, manis, dan gurih seimbang. Aroma daun jeruk kuat juga menjadi ciri utama pembeda dengan sambal pecel dari daerah lain.

Karena bentuk berupa bumbu kering atau padat, sambal pecel sangat praktis dibawa sebagai oleh-oleh dan bisa disimpan cukup lama tanpa mengurangi rasa.

Lempeng Puli

Lempeng puli oleh-oleh khas Madiun.
Lempeng puli oleh-oleh khas Madiun (Dok. budaya-indonesia.org)

Lempeng puli atau kerupuk puli adalah camilan tradisional berbahan dasar nasi dipadatkan lalu diiris tipis dan dijemur hingga kering. Setelah digoreng, teksturnya menjadi renyah dan gurih.

Proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisional cukup panjang, mulai dari pemasakan nasi berbumbu hingga penjemuran di bawah sinar matahari. 

Hal ini membuat lempeng puli memiliki cita rasa khas yang sulit ditiru.

Dikutip dari budaya-indonesia.org, puli sering disajikan sebagai pelengkap nasi pecel dan menjadi salah satu kuliner khas yang masih bertahan hingga sekarang di Madiun.

Madumongso

Madumongso oleh-oleh khas Madiun (TribunJatim.com/Febrianto Ramadani)

Madumongso adalah camilan manis berbahan dasar tape ketan hitam difermentasi terlebih dahulu.

Setelah itu, bahan tersebut dimasak dengan santan dan gula hingga mengental seperti dodol.

Rasa madumongso unik karena perpaduan manis dan sedikit asam dari fermentasi tape. Teksturnya lembut dan lengket, membuatnya mudah disukai sebagai camilan tradisional.

Biasanya, madumongso dibungkus dengan kertas minyak warna-warni sehingga tampilannya menarik. 

Dikutip dari Kompas.com, camilan ini sering muncul pada momen tertentu seperti hari raya.

Baca juga: Rekomendasi Oleh-oleh Khas Kediri, Tak Hanya Tahu, Ada Pie Nanas hingga Minuman Olahan

Keripik Tempe

Keripiki tempe Madiun.
Keripiki tempe Madiun (Dok. budaya-indonesia.org)

Keripik tempe menjadi oleh-oleh paling mudah ditemukan di Madiun. 

Camilan ini dibuat dari tempe diiris tipis lalu digoreng dengan balutan tepung berbumbu.

Rasanya gurih dengan aroma bawang khas, membuatnya cocok dijadikan teman makan atau camilan santai. Teksturnya renyah juga membuatnya digemari berbagai kalangan.

Keripik tempe termasuk oleh-oleh yang tahan lama dan praktis dibawa, sehingga sering menjadi pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke Madiun.

Tujuh oleh-oleh khas Madiun tersebut menunjukkan kekayaan kuliner daerah yang masih terjaga hingga kini. 

Mulai dari camilan tradisional hingga produk modern, semuanya memiliki ciri rasa dan cerita tersendiri.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pecel ini, membawa pulang oleh-oleh khas bukan hanya soal buah tangan, tetapi juga cara menikmati kembali jejak rasa dan budaya Madiun dalam setiap gigitan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.