NASIB Ashari Samadikun Kapten Kapal Tanker Asal Gowa Disandera Perompak Somalia, Sempat VC Istri
Tommy Simatupang May 04, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Kapten kapal asal Kabupaten Gowa disandera perompak di Somalia. Nasib kapten kapal Ashari Samadikun (33) itu masih belum diketahui pasti. 

Peristiwa ini menambah rentetan WNI yang disandera perompak di Somalia. 

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsul Rizal mengatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk memulangkan korban. 

"Yang pasti kita sudah monitor, dengan direktur perlindungan WNI dan pak menteri, saya kordinasi langsung," katanya di Hotel Four Points by Sheraton Makassar di Jalan Andi Jemma, Makassar, Minggu (3/5/2026)

Ia menjelaskan pihaknya akan menempuh dengan cara berdiplomasi 

"Intinya semua cara akan kita tempuh, secara diplomasi. Kita juga InsyaAllah akan melakukan pendekatan non state etcher, intinya komprehensif pendekatan kita," jelasnya.

Baca juga: PSMS Belum Terkalahkan - Dua Kali Menang dan Satu Imbang Lawan Persiraja

Baca juga: AWAL Mula Pria Bergelantungan di Mobil Mewah, Sempat Cekcok dari Apartemen, Diduga Masalah Keluarga

Daeng Ical sapaan akrabnya ini berharap seluruh kru berjumlah sekira 17 orang yang disandera perompak segera bebas.

"Mudah-mudahan, 17 orang ini terutama empat orang (WNI) ini bisa segera bebas. Dan kita patut berusaha, dan Alhamdulillah ada jaminan bahwa beliau-beliau para korban ini masih sehat wal Afiat," jelasnya 

Sebelumnya, Seorang kapten pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Ashari Samadikun (33), disandera perompak saat berlayar di perairan Somalia.

Kabar penyanderaan itu pertama kali diterima sang istri, Santi Sanaya (26), melalui pesan suara dari suaminya.

“Pertama kali itu saya dapat informasi dari suamiku tanggal 21 April malam sekitar setengah 8,” ucap Santi saat ditemui di kediamannya di Dusun Moncong Loe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattalassang, Senin (27/4/2026)

Ia mengatakan, suaminya mengirim voice note yang mengabarkan kapal mereka diserang bajak laut.

“Saya dapat voice note dari suamiku katanya diserang bajak laut. Lima menit kemudian saya coba kontak kembali, masih aktif tapi tidak direspon,” katanya.

Tak lama berselang, komunikasi pun terputus.

Beberapa hari kemudian, Santi kembali mendapat kabar dari suaminya melalui video call menggunakan ponsel kapal.

“Hari Jumat kemarin dia video call pakai HP kapal, dikasih kesempatan oleh orang kantor sama perompaknya,” jelasnya.

Dalam komunikasi tersebut, Ashari menyampaikan kondisi seluruh awak kapal.

Kondisinya, kata dia, masih dalam keadaan selamat.

Namun, masih berada di bawah ancaman.

“Alhamdulillah semua sehat, tapi tetap ada ancaman. Perompaknya bilang mereka juga terancam diserang dari pihak luar,” ujarnya.

Diketahui, Ashari merupakan kapten kapal tanker yang mengangkut muatan minyak dari Oman menuju Somalia.

“Dia kapten kapal tanker, bawa muatan minyak dari Oman ke Somalia,” kata Santi.

Ia menyebut, suaminya telah bekerja sejak Januari dan berencana pulang setelah kontraknya berakhir bulan depan.

“Dari Somalia rencananya mau ajukan kepulangan, tapi ternyata ada insiden seperti ini,” tuturnya.

“Tadi malam terakhir. Suami saya bilang tim perompak yang negosiasi ke kantor pakai bahasa Inggris,” katanya.

Namun setelah itu, suaminya meminta agar tidak lagi dihubungi.

“Dia bilang jangan hubungi saya lagi, takutnya HP dipegang perompak,” ungkapnya.

Terkait kronologi penyanderaan, Santi menyebut perompak tiba-tiba sudah berada di atas kapal tanpa diketahui sebelumnya.

“Awalnya ada yang lihat di kiri kanan, tapi tidak langsung lapor. Suamiku tahu sudah pas mereka naik ke kapal,” katanya.

Bahkan, Ashari sempat menyapa para perompak.

“Suamiku sempat sampaikan salam, ‘Assalamu’alaikum’. Perompaknya bilang ‘kamu muslim?’ suamiku bilang iya, perompak juga bilang dia muslim,” tuturnya.

Setelah itu, seluruh awak kapal langsung dikumpulkan dan ditahan.

“Semua disuruh kumpul, ditahan semua,” ucapnya.

Ia mengaku sebelumnya sempat khawatir dengan kondisi keamanan di Somalia yang dikenal rawan pembajakan.

“Saya sempat tanya ada pengawalan atau tidak, tapi katanya tidak ada,” katanya.

Saat ini, kapal disebut telah dibawa keluar dari jalur pelayaran dan menuju markas perompak.

“Sudah dibawa ke markas mereka. Perompaknya juga sudah bertambah banyak,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi para awak kapal disebut masih relatif baik.

“Alhamdulillah semua sehat, dikasih makan, masih bisa ibadah,” katanya.

Dalam video call, Ashari juga sempat memperlihatkan kondisi kapal yang mengalami kerusakan akibat tembakan.

“Dia perlihatkan bagian kapal yang sudah kena tembakan,” tambahnya.

Kapal tersebut diketahui membawa 17 kru, termasuk empat warga negara Indonesia.

“Total kru ada 17. Indonesia ada empat orang, dari Sulawesi, satu dari Gowa dan satu dari Bulukumba,” jelasnya.

Pihak keluarga kini terus berupaya melakukan koordinasi agar para sandera segera dibebaskan.

“Teman-temannya di Jakarta juga sudah ke Kementerian Luar Negeri untuk laporkan kejadian ini,” kata Santi dengan mata berkaca-kaca berharap suaminya dan seluruh kru dapat segera diselamatkan.

Ia juga mengingat dua anaknya yang masih kecil.

“Kami punya dua anak perempuan, umur 6 tahun sama 4 tahun,” pungkasnya.

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.