TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan berhasil berhasil menutup kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026 dengan hasil cukup positif. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu sukses menahan imbang 1-1 Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (2/5). Pertandingan ini berjalan sangat ketat sejak awal. Namun, tim PSMS Medan lebih awal memecahkan kebuntuan lewat gol yang diciptakan Felipe Cadenazzi di menit ke-40. Keunggulan ini sempat membawa Ayam Kinantan berada di atas angin hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, tuan rumah Laskar Rencong-julukan Persiraja tampil dengan tempo cepat. Tim asuhan Jaya Hartono itu terus membangun serangan, meskipun peluang yang tercipta masih kandas.
Angin segar pun menghampiri Persiraja Banda Aceh, setelah dipenghujung laga Asnawi Habis sukses merobek jala gawang Ayam Kinantan di menit ke-90+4. Gol itu membuyarkan kemenangan PSMS Medan dalam lawatannya. Kedua kesebelasan pun harus puas berbagi poin, setelah imbang 1-1.
Dengan hasil ini PSMS Medan mencatatkan hasil cukup positif dalam laga bertajuk Derby Sumatra itu. Pada musim ini, kedua kesebelasan sudah bertemu sebanyak tiga kali, dan PSMS belum terkalahkan. Kim Jeung Ho dan kawan-kawan berhasil meraih dua kemenangan dan satu imbang dalam laga Derby tersebut.
Tambahan satu poin ini pun membuat PSMS Medsn finish di peringkat ketujuh klasemen Grup A dengan 36 poin hasil sembilan menang, sembilan imbang,dan sembilan kalah.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto merasa bersyukur dengan raihan satu poin pada laga terakhir Pegadaian Championship musim ini. Menurutnya,duel bertajuk Derby Sumatra ini berlangsung sengit dan tensi tinggi. “Kita imbang 1-1, pemain sudah memberikan yang terbaik. Yang pasti kita berbagi angka dengan Persiraja dan kita syukuri satu poin. Pertandingan cukup seru,” ujar Eko Purdjianto.
Di sisi lain, pelatih asal Semarang itu juga mengaku tengah dilanda duka cita yang mendalam. Ia mendapat kabar duka bahwa orangtuanya meninggal dunia sebelum laga digelar. Kendati begitu, Eko menunjukkan profesionalitas di atas lapangan saat memimpin Ayam Kinantan melakoni laga pamungkas musim ini dengan baik.
“Yang pasti kecewa dengan hasil secara keseluruhan. Tapi kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Pemain ini tanggung jawab saya, manajemen kepada Presiden klub. Mudah-mudahan ke depannya PSMS bisa lebih bagus lagi sesuai target lolos ke Liga 1 musim depan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan kapten PSMS, Erwin Gutawa. Ia menilai tim sudah mengerahkan segalanya meski hasil akhir belum sesuai harapan. “Kami dari pemain sudah memainkan segalanya. Tapi lagi-lagi kita syukuri hasil ini bisa dapat satu poin,” kata Erwin.
Ia juga menanggapi insiden kecil yang sempat terjadi di lapangan antara dirinya dan Kim Jeung-ho. Ketegangan memang sempat terjadi antara Jeong-ho Kim dan Erwin Gutawa lantaran sempat membuat pemain Persiraja menusuk pertahanan PSMS, sebelum akhirnya dilerai pemain lain. Situasi cepat mereda dan laga tetap berakhir tanpa insiden lanjutan. “Soal insiden biasa sesama teman, mungkin niatnya bagus, tapi kita beda bahasa saja jadi sempat ada sedikit gesekan. Tapi setelahnya selesai,” tambahnya.
Baca juga: PSMS Medan Siapkan Langkah Menatap Kompetisi Musim Depan, Pastikan Beberapa Pemain Tetap Bertahan
Dibubarkan Hari Senin
PSMS Medan akan membubarkan tim untuk sementara setelah menyudahi kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Rencananya pembubaran itu akan dilakukan di mess atlet Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatra Utara, hari Senin (4/5).
Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan mengatakan, pihaknya memutuskan untuk membubarkan skuad sampai batas waktu yang belum ditentukan.
"Ya, besok (hari ini). cuman formalitas saja, tidak ada acara yang bagaimana-bagaimana. Cuman ngumpul makan siang bersama-sama di mess, kemudian sepatah dua kata dan secara resmi akan pembubaran saja sih," ungkap Fendi kepada Tribun Medan.
Pascalaga tersebut, kata Fendi, seluruh pemain dan staf pelatih langsung kembali ke kota Medan. Namun, khusus beberapa pemain asal Aceh, termasuk Pelatih Kepala Eko Purdjianto langsung kembali ke rumah masing-masing.
"Pemain yang dari Aceh sudah stay di Aceh dan coach Eko juga sudah pulang langsung ke Semarang karena ayahnya meninggal. Jadi ya beberapa sudah ada yang langsung balik dan beberapa masih menunggu pembubaran juga," ujar Fendi.
Lebih lanjut, Fendi juga mengatakan, belum dapat memastikan kapan skuat kembali berkumpul untuk menatap kompetisi musim depan. Hanya saja, ia memastikan persiapan kompetisi musim depan akan dilakukan lebih matang dengan waktu yang cukup panjang.
"Belum ada kita pastikan, yang jelas mereka masih libur dulu. Mungkin startnya nanti di akhir Juni atau awal Juli, karena kan kompetisi mulai di September. Karena mungkin 14 sampai 18 minggu untuk persiapan," pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)